
🌹jangan lupa ya teman teman emak dan anak anak emak kesayangan Emak.🌹
🌹Terus follow igeh emak di : @RedLily123.🌹
🌹Emak sayang sama kalian, jadi selamat membaca ya.🌹
Sebastian mulai bergerak tanpa bicara lagi, dia membungkam istrinya dengan segala sentuhan dan ciuman.
Dan Nana kalah telah saat suaminya terus bergerak, menghujamnya pelan tapi penuh dengan rasa sesak.
“Eumm….. hmpp…..”
Sebastian tidak melepaskan tautan bibirnya, tidak memberikan kesempatan pada istrinya untuk kembali protes dan bertanya.
Dan saat itu Nana merasakan sesuatu yang belum dia rasakan sebelumnya, dia merasa perutnya dipenuhi kupu kupu yang merayap dengan halus. Bagian tubuhnya yang dihujam oleh Sebastian itu berdenyut ingin mengeluarkan sesuatu.
Nana berfikir dia ingin pipis, oleh karena itu Nana mencoba mendorong dada suainya agar berhenti melakukan aktifitas sehingga dirinya bisa berlari ke kamar mandi untuk buang air kecil.
“Hmmmpphhh!” teriak Nana yang tidak tahan.
Tapi tangan kekar Sebastian mengurungnya, membuatnya tidak bisa melakukan apa pun. Nana tidak tahan, keringan bercucuran dari keningnya, dan ketika dia melepaskan gejolak itu, tangannya meremas rambut sang suami.
Nana merasa dirinya dilempar dari lantai tertinggi, dia merasa lelah. Tapi suaminya tidak berhenti melakukan aktivitas itu dia terus menghujamnya dengan hentakan yang lebih kuat
Bukan hanya sekali Nana mengeluarkan puncaknya, dan Sebastian baru keluar ketika Nana merasakan yang kelima kalinya.
Awalnya, Nana terkejut saat sesuatu yang panas masuk ke dalam tubuhnya. Tapi Sebastian menahan pinggang istrinya agar semuanya masuk ke dalam.
__ADS_1
Dan itu bukan hanya terjadi sekali, tapi berkali kali sampai Nana lesu dan tidak bisa berbuat apa apa.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Nana membuka matanya tatkala merasakan ada panggilan alam, dia butuh buang air kecil. Dia bergerak perlahan, tapi membangunkan suaminya yang terlelap di sampingnya.
“Sayang, kenapa bangun?” tanya Sebastian yang mengambil selimut mencoba menutupi tubuh milik istrinya.
Nana menguap lebar, dia mengucek matanya yang membuat Sebastian segera menghentikannya. “Sayang, kenapa bangun? Kemarilah dan tidur lagi.”
“Mau ke kamar mandi.”
“Aku gendong ya?”
Nana mengangguk dan membiarkan Sebastian mengangkatnya dan membawanya ke kamar mandi. Nana hanya memakai celana dalam, jadi Sebastian menutupi tubuh istrinya dengan jubbah tidur miliknya yang kebesaran.
Sebastian menurunkan Nana setelah sampai di sana. “Mau apa?”
“Mas nya keluar dulu,” ucap Nana yang masih risih jika terlalu terbuka.
“Emang gak sakit?”
“Sakit, nanti kalau udah aku panggil.”
“Oke,” ucap Sebastian yang ragu meninggalkan Nana sendirian di kamar mandi.
Setelah pintu tertutup, baru Nana memperlihatkan ekspresinya yang sebenarnya kesakitan. Dia segera duduk di kloset. Nana tidak ingat apa yang terjadi selanjutnya setelah pusaka suaminya masuk, karena yang dia rasakan hanyalah rasa geli, gatal dan juga sakit di saat bersamaan hingga memberikan sensasi yang tidak bisa dideskripsikan.
__ADS_1
Apalagi dirinya kelelahan, yang Nana ingat dia hanya kelelahan.
Ketika hendak buang air kecil dan membuka celana dalamnya, Nana melihat masih ada darah di sana.
Karena tidak tahan dengan seluruh tubuhnya yang merasa lengket, Nana menyalakan air hangat dan mengisi bathub dengan itu.
Saat melihat jam yang menunjukan pukul 4 pagi, Nana paham dirinya baru terlelap beberapa jam saja. dan Nana sudah terbiasa bangun sepagi ini untuk bekerja di sawah.
Saat Sebastian mendengar suara air, dia mengetuk pintu. “Sayang, sedang apa?”
Ketika Nana sudah berada di dalam bathub, dia menjawab, “Sini, Mas. Masuk.”
Dan saat Sebastian masuk, alangkah terkejutnya dia melihat sang istri sedang berada di dalam bathub dengan air busa. Membuatnya semakin kembali bangkit.
“Mandi sini,” panggil Nana.
Dan tanpa ragu, Sebastian membuka jubahnya dan masuk ke dalam air. Belum juga satu detik, Nana ditarik dan dicium sang suami.
Dan ketika Nana didudukan di pangkuan sang suami, dia sadar kalau senjata pamungkas Sebastian kembali berdiri.
“Sayang,” ucap Sebastian.
“Loh, kok di air bisa berdiri?”
🌹🌹🌹🌹
To Be Continue
__ADS_1