
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK, RATING LIMA SAMA ULASAN BAGUS. TERUS AJAK TEMEN TEMEN YANG LAIN BACA INI JUGA YA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DI FOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA ANAK ANAK EMAK.🌹
Nana sedang bersiap siap untuk pergi lagi ke Swiss, dia harus menghadiri pesta tunangan sahabat suaminya itu. Selagi suaminya pergi bekerja, Nana menyiapkan semuanya. Mulai dari baju dan peralatan yang akan dibawa.
Sebenarnya Nana sedikit malas untuk pergi keluar negara lagi, apalagi naik pesawat. Tapi dia akan berusaha untuk suaminya.
Kepergiannya tiga hari lagi, suaminya tidak ingin sudah jauh jauh datang ke Swis dan melewatkan jam bekerjanya, tapi pestanya malah gagal.
“Nyonya, apa anda ingin membawa piyama?” tanya Eve yang ada di sana.
Nana terdiam, dia berfikir sejenak memikirkan apa yang akan terjadi di sana. Jika dihitung perhari, mungkin saja masa haid nya sudah selesai.
Dan dia tidak membutuhkan piyama.
“Bawa saja kaos.”
“Baik, Nyonya.”
“Dan Eve, aku ingin belajar hari ini.”
Eve terdiam menatap ekspresi majikannya. “Anda bisa melakukannya, saya bisa mengatur barang barang yang akan anda bawa.”
Nana mengangguk sambil tersenyum. “Kau tidak keberatan bukan? Terima kasih untuk membantu.”
“Apa anda perlu saya ingatkan juga, Nyonya?” tanya Eve.
“Mengingatkan apa?”
“Anda adalah majikan kami. Saya dibayar untuk ini, jadi tidak masalah melakukan ini.”
“Oke, baiklah,” ucap Nana berjalan keluar kamarnya.
Sampai dia berhenti ketika mendengar dering ponsel dari kamarnya.
__ADS_1
Saat hendak kembali ke kamar, Eve keluar lebih dulu. “Ponsel anda, Nyonya.”
“Oh, terima kasih, Eve.”
Itu dari Ibu Rina, ibu tirinya yang tidak biasa menelponnya. Nana segera mengangkatnya. “Hallo, Bu? Ada apa?”
“Apa Lia di sana?”
“Apa ada alasan Lia di sini?”
“Dia sering keluar akhir akhir ini, Ibu pikir dia datang ke sana.”
“Lia punya pacar?”
“Dia selalu punya pacar.”
“Mungkin bersama dengan pacarnya, tanyakan padanya. Dia tidak datang ke sini,” ucap Lily.
“Tapi pacarnya membawanya sejak kemarin, dia belum pulang.”
“Beri dia waktu, kalau sampai nanti malam tidak pulang, aku akan bantu.”
Saat telpon terputus, Nana menatap ponselnya dan bergumam, “Bukan aku yang bisa diandalkan, tapi uang.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Lia menatap pacarnya itu dengan penuh kekaguman. Sejak kemarin dia berada di apartemen kekasihnya itu, dia sangat menyukainya apalagi mengetahui kalau pria itu kaya.
“Sayang?”
“Ada apa?” tanya Steve yang sedang merokok.
“Kau mencintaiku bukan? Ayo menikah.”
“Kau ingin kita menikah?”
Lia mengangguk, dia beranjak dari ranjang dan mendekati pacarnya itu. Dia duduk di samping pacarnya dan kembali berkata, “Ayo menikah, aku sangat menyukaimu dan mencintaimu.”
__ADS_1
“Bukankah karena aku kaya dan tampan?”
Lia mengerucutkan bibirnya. “Aku mencintaimu dengan tulus.”
“Aku tidak bisa menikah karena masih punya dendam.”
“Pada siapa?” tanya Lia.
“Pada suami dari adikmu.”
Lia terdiam dan berfikir. “Ah, Sebastian?”
“Kau dekat dengannya?”
Lia menggeleng, “Dia bahkan enggan melihatku.”
“Menyebalkan bukan, Sayang?”
Lia kembali mengangguk.
“Aku kesal pada mereka berdua, bagaimana kalau kita menjahili mereka?”
“Menjahili? Tapi aku bukan pembunuh,” ucap Lia beringsut mundur.
“Bukan begitu,” ucap Steve menahan Lia menjauh. “Aku hanya ingin membuat adikmu sakit perut, dan itu akan membuat Sebastian kesal.”
“Sakit perut macam apa?”
“Yang menyebabkannya tidak bisa hamil.”
Lia terdiam, dia berfikir keras.
“Kau kesal dengannya bukan? Kau membencinya? Bayangkan jika dia tidak bisa punya anak, maka dia akan diusir oleh suaminya dan kembali pada rumahmu. Dan kau menikah denganku, aku kaya, jadi ibumu akan berpihak lagi padamu.”
Lia tersenyum mendengar rencana itu. “Kenapa itu terdengar sangat menarik?”
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
TO BE CONTINUE