
🌹Jangan lupa kasih vote sebelum membaca ya anak anak, biar emak tambah semangat gitu.🌹
🌹Igeh emak buat update status diri Emak silahkan di follow di : @RedLily123.🌹
🌹Selamat membaca dan emak sayang kalian.🌹
Keduanya kini kembali berjalan jalan di sekitaran pantai yang ramai, Nana yang baru pertama kali liburan itu sungguh takjub dengan keadaan di luar negaranya yang sangat indah dan juga budaya yang berbeda.
“Sayang, bagaimana kalau nanti malam kita pergi ke taman hiburan.”
“Taman hiburan?” tanya Nana menoleh.
“Iya, ada banyak permainan di sana. Tidak jauh dari sini dan masih berada di dekat pantai.”
Nana menimang pertanyaan itu sebelum menjawabnya. “Yakin, Mas?”
“Yakin apa?”
“Gak mau bikin anak lagi?”
Sebastian malah tertawa, dia merubah yang tadinya menggenggan tangan Nana kini menjadi merangkulnya. Kemudian memberikan kecupan di kening istrinya. “Jangan keseringan, kalau keseringan kapan kita mainnya.”
“Ya main di ranjang.”
Seketika senyum Sebastian memudar kebingungan, dia menutupinya dengan tawa hambar. “Iya iya, tapi kalau keseringan nanti kamu sakit, siapa yang rawat aku?”
Nana memilih diam dan mengikuti keinginan sang suami. Dan sepanjang perjalanan, Nana selalu tergoda dengan aroma makanan yang terasa enak. Meskipun asing di lidahnya, tapi Nana mulai menyukainya karena rasa rasa yang unik.
Sebastian yang mendapati istrinya menatap penjual ice cream itu tersenyum.
“Mau ice cream?”
“Mas mau?” tanya Nana balik.
“Ayolah beli,” ucap Sebastian menarik Nana kea rah sana. “Mau rasa apa?”
“Yang ini,” tunjuk Nana pada gambar ice cream green tea, meskipun dia bisa membaca, tapi Nana masih belum bisa mengucapkan kata kata bahasa inggris sehingga dirinya memilih diam daripada sok tau.
__ADS_1
Saat Sebastian sedang memesan, Nana duduk di bangku sendirian sambil menatap ke arah pantai yang ramai. Dan ketika dirinya sedang duduk bersantai, ada sorang peselancar pria yang memberinya siulan kemudian berkata, “Hai, seksi.”
Nana memalingkan wajahnya kesal, kemudian menatap pakaiannya sendiri. Dia memakai gaun oce piece dengan lengan tali. Memang ini terlihat seksi, tapi Sebastian yang memilihkan pakaian ini untuknya. Dan Nana senang jika suaminya bahagia, selama ini tidak keterlaluan.
Nana berdehem, dia merasa kesal, “Dari sekian banyak yang bertelanjaang kenapa harus aku? Dasar mata keranjang.”
“Kau mengatakan sesuatu, Sayang?” tanya Sebastian yang bergabung duduk.
“Iya.”
“Apa?”
“Bukan hal penting.”
“Hei, ayolah, aku ingin tahu,” ucap Sebastian dengan wajah dihiasi senyuman.
“Ayolah aku ingin tahu.”
Nana pun akhirnya mengatakannya. “Dasar mata keranjang.”
“Itu yang tadi aku katakan.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
“Awww,” teriak Nana saat dirinya hampir saja jatuh karena tersandung, beruntungnya Sebastian langsung menahan pinggang sang istri. “Astaga.”
“Lihat kan, aku bilang kita harus saling menggenggam tangan,” ucap Sebastian.
“Tapi tanganku penuh, Mas.”
Memang benar, mereka membeli banyak sekali makanan. Membuat tangan Nana penuh dan kesulitan untuk menggenggam tangan Sebastian.
Lalu tanpa aba aba, Sebastian tiba tiba berjongkok di depan istrinya.
“Mas mau apa?”
“Ayo digendong.”
__ADS_1
“Gak usah, sekarang bakalan lebih hati hati.”
“Aaaaaaaaahhhhhh, ayoooo,” ucap Sebastian yang membuat Nana tidak memiliki pilihan.
Dia memeluk suaminya dari belakang kemudian terangkat.
Nana tersenyum dibalik punggung suaminya, dia tidak pernah diperlakukan sebaik ini bahkan oleh ayahnya karena dia terlalu sibuk dengan mencari uang.
Setelah sampai di villa, Nana diturunkan.Â
“Yank, aku gak tahan.”
Nana yang mengira itu hal lain segera menatap suaminya. “Katanya mau berenang.”
Sebastian yang bingung mengerutkan keningnya. “Hah?”
“Yaudah Mas ke kamar dulu, aku beresin ini dulu. Nanti nyusul.”
“Ke kamar mau ngapain?”
“Katanya udah gak tahan.”
Sebastian yang paham itu langsung memeluk istrinya dari belakang. Kemudian menggigit pelan telinga Nana.
“Di kamar, Mas.”
“Maksudnya aku gak tahan buat renang gitu loh.”
“Apa?” tanya Nana kemudian membalikan badannya.
“Cie… pikirannya kok kemana mana sih? Mikirin apa hayo?”
“Apa? Lagian Mas kalau bilang jangan setengah setengah, nanti disangka hal lain. Hayo siapa yang salah?”
🌹🌹🌹🌹🌹
To BE Continue
__ADS_1