
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK YANG EMAK SAYANGI YANG EMAK CINTAI YANG EMAK ANGGURIN. MIANEEEEEEE.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹
Nana mengadahkan kepalanya menatap manik suaminya, membuat Sebastian mengusap rambut istrinya dengan pelan dan tenang, dia benar benar merindukan moment ini. sebastian ingin melupakan semua kekhawatiran di dalam dirinya.
Tanpa penolakan, Nana membiarkan suaminya menciumnya.
Bagaimana bibir itu kembali ******* satu sama lain. Dan tangan Sebastian mulai turun membelai pinggang Nana, kemudian naik kembali ke atas untuk membuka rel sleting gaun.
Perlahan tapi pasti, Sebastian membukanya dengan begitu mulus. Kemudian dengan mudah dia menjatuhkan gaun itu. Meninggalkan pakaian dalam milik Nana.
Membuat Nana melepaskan tautan bibir mereka ketika dadanya beradu dengan kemeja milik suaminya.
“Mas… ada ayah kamu.”
“Terus?”
“Nanti di⸻hmmmmppphh!”
Nana tidak diberi kesempatan sama sekali, yang mana membuat Sebastian langsung mengangkatnya dan menjatuhkannya pelan di ranjang.
Tangan besar Sebastian merayap mengusap perut telanjang Nana sebelum melepaskan dengan mudah celana dalam istrinya.
“Gak adail,” rengek Nana.
“Apanya, Sayang?”
Sebastian mengeluarkan pertanyaan sambil merayap di leher istrinya, dia sedang berusaha melepaskan bra milik istrinya.
“Masa… akhh… kamu masih lengkap.”
“Nanti kalau udah keringetan aku buka baju aku ya.”
Nana melotot kaget. Bagaimana tidak, Sebastian baru berkeringat jika sudah dua atau tiga ronde.
__ADS_1
Untuk saat ini, dia hanya menurunkan sleting celananya saja dan mengeluarkan senjatanya.
“gak adil,” rengek Nana.
“Semuanya adil, Sayang.”
“Gak adil, masa ak⸻hhmmmppp akkkhh!”
Sebastian membungkam sambil perlahan mengarahkan senjatanya ke dalam milik Nana. Dia menahan pinggul istrinya yang bergerak ke sana kemari enggan dimasuki.
“Sayang, kenapa?”
“Kok makin gede sih?”
“Bukan aku yang gede, kamu yang kecil. Ini sebabnya kita harus melakukannya setiap hari, Sayang.”
🌹🌹🌹🌹
“Apa ayahmu akan tidur di sini, Mas?”
“Kenapa kau kesal padanya? Seharusnya kau bahagia ayahmu memiliki teman?”
“Dia kembali membuatku kesal.”
“Dalam hal apa?”
“Dia menarik perhatian ayahku lebih banyak, Sayang. Ayahku memperhatikannya lebih banyak.”
Nana mengadahkan kepalanya. “Mas ingin?”
“Hah?”
“Kau harus kembali menjadi bocah jika ingin mendapatkan perhatiannya, jangan berfikir untuk kembali bertingkah seperti anak kecil.”
Bukannya marah, Sebastian malah senang dengan Nana yang savage dan bicara apa adanya daripada menjadi sosok yang membawa segala hal ke dalam perasaan.
Sebastian malah menciuminya.
__ADS_1
“Ih, Mas.”
“Seneng deh kalau udah kayak gini.”
“Gimana?”
“Savage nya dapet banget.”
“Siapa yang gitu?”
“Kamu lah.”
“Tapi, Mas….”
“Apa?”
“Michael gedenya pasti ganteng, secara manis banget itu anak,” ucap Nana menggoda.
Yang mana membuat Sebastian menelan ludahnya kasar menahan untuk tidak menyergap istrinya kembali.
“Iya ‘kan?”
“Puji aja terus, udah tau aku gak suka sama dia.”
“Dia Cuma anak kecil tau, Mas. Gak tau apa apa, gak usah sensi kayak gitu.”
“Tapi ‘kan nanti juga dewasa, jadi tanggung. Ya keselnya dari sekarang aja.”
Dan dengan mudahnya Nana membalikan, “Kalau begitu untuk apa hidup kalau nantinya juga akan mati?”
Sebastian terdiam seketika, sampai dia mendengar suara ketukan dari luar.
“Hehe, pasti waktunya makan malam.”
🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE
__ADS_1