
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK, EMAK SAYANG KALIAN.🌹
Nana tertawa melihat bagaimana Sebastian dan anak anak David sedang bermain, sementara Nana dan Lily juga Oma bersantai di halaman belakang.
“Rumah ini akan dijual?” tanya Oma.
Membuat Nana mengangguk. “Apa David tertarik untuk membelinya?”
“Sebaiknya kau bertanya pada istrinya.”
Lily tertawa. “Ini terlalu besar, dan aku sudah punya rumah.”
“Jadikan ini penginapan saja,” saran Oma sambil menggenggam tangan Nana.
Dan itu membuat Nana menyadari apa yang Oma rasakan, dia menengok pada Oma. Menatap mata sendu wanita tua itu.
Sampai akhirnya Oma meneteskan air matanya, yang mana membuat Nana panic. “Oma, ada apa?”
“Bagaimana ini…. kalian semua tumbuh dewasa, dan kalian pergi meninggalkan Oma.”
“Oma, aku tidak akan pergi. David dan aku akan selalu di sisi Oma,” ucap Lily mencoba menenagkan.
“maksud Oma…. Sebastian dan Luke, meereka benar benar dewasa. Biasanya mereka tidak mau berjauhan dengan Oma.”
Nana tertawa mendengar hal itu, dia memeluk Oma dari samping kemudian berkata, “Manusia akan terus tumbuh Oma, bahkan jiwa mereka. Jangan sedih, kami akan datang setidaknya setahun sekali.”
“Apa Oma masih hidup?”
“Oma,” teriak Lily tidak suka. “Jangan katakan itu, jangan katakan hal yang belum terjadi. mari menjalani hidup, menghargai setiap detiknya, Oma.”
Oma tersenyum dan menatap Nana, “Cucu menantuku hebat, bukan?”
“Dia selalu menjadi yang terbaik.”
“Sudah jangan menangis, aku akan mengirim pesawat agar Oma datang saat bayiku lahir nanti.”
__ADS_1
“Ya, Oma juga ingin melihat bayi Luke.”
“Aku melihatnya dari Mas Sebastian, dia mirip Luke.”
Lily mengangguk menyetujui. “Dia sangat tampan, bukan?”
“Sangat, aku harap mereka menyelesaikan semuanya dengan baik.”
Kemudian Nana menatap bagaimana Sebastian bermain dengan Ares dan Athena, mereka bermain dengan dipenuhi gelak tawa yang membuat Nana ingin ikut tertawa.
“Aku harap mereka bisa ikut.”
“Buatlah yang banyak,” saran Lily.
Dan saat Sebastian datang mendekat, Oma berkata, “Bas, Nana bilang dia ingin memiliki banyak anak.”
“Wow sayang, itu ide yang sangat bagus.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Ini adalah hari keberangkatan Nana ke Washington DC, dia sangat gugup untuk menetap di sana.
“Sebenarnya tidak, Sayang. Rumah kita yang di sana jauh lebih luas dan ramai.”
“Seperti kontrakan?”
Sebastian tertawa seketika. “Tidak seperti itu, maksudku dalam jarak satu kolimeter saja kita sudah menemukan rumah lainnya.”
“Bolehkan aku melihatnya, Mas?”
“Kau selalu pusing jika dalam pesawat, kemarilah tidur di bahuku.”
Nana tersenyum dan melakukannya. Mereka berada di kursi yang mirip dengan telur, dimana Nana bisa memeluk Sebastian dari samping. Dan suaminya itu mengelus perutnya secara bebas.
“Mas?”
“Hmmmmm?”
“Nanti di sana aku boleh jalan jalan?”
__ADS_1
“Lakukan apa yang kau mau, Sayangku.”
“Mas tau kan masakan aku enak?” tanya Nana sambil mengadah.
Yang mana membuat Sebastian mengangguk. “Kenapa? Mau coba bisnis makanan?”
“Aku gak ada kegiatan kalau di rumah, boleh kalau aku masak masak gitu?”
“Boleh, Sayang. Mau aku buatin toko?”
“Eh, gak usah, Mas. Di rumah aja dulu.”
“Niatnya mau apa? Yang awet aja, Yank. Tapi yang enak, yang aneh.”
“Bikin seblak gimana?”
Dan itu malah membuat Sebastian tertawa seketika. Nana yang kesal segera mencubitnya.
“Aw, sakit, Yank.”
“Kok ketawa sih? Emang aneh kalau bikin seblak?”
“Enggak sih, emang mereka doyan.”
“Lah kamu aja doyan kan?”
“Akumah doyan apapun yang dibikinin istri.”
“Kan namanya juga nyoba.”
“Iya boleh, bilang aja sama Eve butuh apa. Nanti dibeliin.”
“Mau keluar, mau cari bahannya sendiri sambil liat liat Washington.”
“Boleh, minggu depan ya, besok aku ada urusan di kantor pusat.”
“Minggu depan? Aku kan mau pergi sama Eve, gak mau ngajakin Mas.”
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
TO BE CONTINUE