
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
Pagi ini, Sebastian bangun di kamar yang pernah dia tempati beberapa belas tahun yang lalu. Dia terdiam dan menatap langit langit yang masih bergambarkan langit dan awan awan putih.
Suara ketukan pintu terdengar, membuat Sebastian bangun dari tidurnya.
“Ya? Kenapa?”
“Sarapan sudah siap, Tuan.”
“Aku akan mandi dulu.”
“Baik, Tuan. Apakah sarapannya akan dibawa ke kamar?”
“Tidak, aku akan turun.”
“Baik, Tuan.”
Sebastian berdiri, sampai dia menyadari kalau tidak ada baju miliknya di sini. Dan satu satunya cara dia memakai baju dengan meminjam milik ayahnya.
Menatap pakaian miliknya sudah bertebaran dimana mana dengan kusam.
Sebastian menarik napas dalam. Sebelum keluar dia memakai jubbah mandi.
“Hei, kau.”
“Iya, Tuan,” ucap pelayan.
“Apakah ada pakaian ganti untuk tamu?”
“Karena Tuan Arnold tidak mengizinkan, jadi kami tidak menyediakan lagi pakaian untuk tamu.”
“Apa ayahku sudah bangun?”
“Beliau masih bersiap siap di kamarnya.”
Sebastian berdecak dan melangkah ke kamar ayahnya, dia mengetuk pintunya.
“Aku bilang jangan menggangguku.”
__ADS_1
“Ini aku.”
“Bas? Masuklah.”
Sebastian masuk dengan malas, dan seketika tatapannya berubah ketika dirinya melihat Michael yang sedang bermain di karpet ayahnya. “Dia tidur bersamamu?”
“Ya, apa ada masalah?”
“Sejak kapan?”
“Dia memang selalu bersamaku.”
“Hallo, Bas,” sapa Michael dengan senyuman manisnya.
Sebastian memalingkan wajahnya tidak ingin terlibat apapun dengan anak itu, dia melangkah menuju walk in closet. “Aku butuh pakaian.”
“Apa Sebastian membenciku, Dad?” tanya Michael.
“Dia membenci semua orang, jangan pikirkan itu. Ayo turunlah duluan, dan tunggu Daddy di sana.”
“Baik, Dad.”
Setelah Michael keluar, baru Arnold mendekati putra sulungnya yang sedang memilih pakaian. “Apa jam ini asli?”
“Kau bisa mengambilnya. Dan Bas, bersikaplah lebih baik pada Michael, dia tidak akan pernah mengambil apapun darinya. Dia bahkan tidak tertarik dengan bisnis.”
“Bersaing secara sehat itu baik, apa masalahnya?”
🌹🌹🌹
Nana merasa kesal karena pesannya diabaikan, tidak biasanya Sebastian mengabaikannya cukup lama.
“Kenapa dia tidak kunjung membalas pesanku?”
“Nyonya, ini pukul tujuh, mungkin Tuan sedang bersiap siap.”
“Aku harus tahu apakah dia akan pulang atau tidak.”
“Kemungkinan Tuan akan pulang nanti sore mengingat dari Virginia menuju Washington DC cukup memakan waktu.”
Nana terdiam kesal, dia menghela napasnya dalam.Â
“Bukankah kau bilang memiliki kerabat di sini? Haruskah kita ke sana.”
__ADS_1
“Ya, tapi kemungkinan yang ada hanya Bibi. Semuanya bekerja.”
“Tidak apa, ayo ke sana. Aku perlu hiburan.”
“Disini adalah pusat hiburannya, Nyonya.”
“Aku ingin sesuatu yang lain.”
“Baik, akan saya siapkan sarapannya dahulu.”
Setelah kepergian Eve, Nana kembali mencoba menghubungi suaminya dan mengirimkan pesan suara, “Mas, hari ini aku mau keluar lagi ya. Ke rumahnya Eve, Bibinya katanya, aku mau ke sana ya?”
Karena merasa tidak ada jawaban untuk beberapa lama, Nana yang merindukan Oma itu menghubunginya.
“Hallo? Bule siapa ini? kenapa ada panggilan dari luar negri?”
“Oma? Ini aku Nana.”
“Oh Nana bobo? Kenapa menghubungi Oma.”
“Apa Nana mengganggu?”
“Tidak, di sini jam 7 malam.”
“Wah…, sudah malam rupanya. Aku ingin meminta saran Oma..”
“Saran apa?”
“Suami Nana akhir akhir ini jarang memperhatikan Nana lagi.”
“Apa kau tidak memberinya jatah?”
“Jatah?”
“Tidur.”
Nana terdiam dan mengingat kapan terakhir kali melakukannya. “Tapi aku sedang hamil.”
“Nana, jika melakukan hubungan saat hamil itu bagus. Jadi jangan tolak suaminya..”
“bagaimana aku menolaknya, dia tidak pernah mengajak.”
Terdengar suara tawa Oma di sana, kemudian berkata, “Oma akan memberimu cara jitu, jangan khawatir. Hihihihihi.”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE