
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹EMAK UDAH BILANG YA KALAU INI CUMA BONUS AJA. BUAT CERITA JOY, EMAK MASIH NYICIL. JADI KALAU UDAH DAPET MINIMAL 20 CHAPTER, AKAN SEGERA DIRILIS.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
Joy menangis tersedu-sedu sambil memeluk leher sang Daddy, dia diacuhkan oleh Michael yang kini malah bermain di lorong bersama dengan Karina. sementara Joy tetap di dalam pangkuan sang Daddy, berada di sebuah ruang tunggu di lantai VVIP, dimana ada balkon dan sofa di sana.
“Hikssss…. Uncle kok jaat.”
“Ssshhhttt… begitulah hidup, Joy. Jangan mengharapkan kau selalu menjadi pusat perhatian.”
Bukannya malah mereda, Joy malah semakin menangis. membuat Sebastian menghela napasnya dalam, dia tidak ingin tangisan Joy membuat istrinya yang berada di dalam ruangan menjadi khawatir.
Nana tengah bicara bersama dengan Arnold dan Jenni, dan Sebastian bertugas mengawasi anak anak yang bermain di luar. Namun, yang bermain hanyalah Karina dan Michael, dimana Joy kini berada di pelukannya.
“Daddy jahat ih… hiks… Joy au main belsama dengan Uncle,” ucap bocah gembul itu menggesek-gesekan pipinya di dada bidang sang Daddy.
Membuat Sebastian menunduk dan mendapati ada ingus yang menempel di sana, dia hanya bisa menarik napasnya dalam. “Tuhan, dia anakku dan Nana,” gumamnya.
“Au main dengan Uncle, Dad! Hiks…”
Sebastian sebenarnya tidak masalah dengan keadaan Joy yang seperti sekarang, anaknya harus diberi pengertian kalau tidak semua bisa dia dapatkan.
“Daddy….”
Sebastian menurunkan Joy. “Sana, bermainlah bersama mereka.”
“Api Unclena cama Kakak Kalina.”
“Tidak apa, Joy ikut bergabung bermain sana.”
“Daddy aja panggil Unclena.”
__ADS_1
Sebastian menggeleng. “Tidak bisa, Joy yang mau, dan Joy harus bisa sendiri. sana bermainlah.”
Bocah itu mengerucutkan bibirnya, dia menghentakan kakinya sebelum melangkah ke arah koridor dan melihat ada Michael dan Karina yang sedang bermain kejar-kejaran.
Manik Karina tidak sengaja melihat keberadaan bocah bulat itu. “Hei, Joy. Ayo bermain bersama.”
Joy tersenyum dan melangkah keluar dari balik dinding itu, dia menerima uluran tangan Karina. “Belmain apa?”
“Kejar-kejaran,” jawab Karina mendekati Michael yang ada di ujung lorong. “Joy kemana saja bersama Daddy? Aku tidak melihat Joy, tadinya akan diajak bermain, tapi Joy tidak ada.”
“Tadi Joy di luangan itu belcama Daddy.”
“Sedang apa?”
“Daddy kangen Joy katana, jadi nda au lepas pelukan cama Joy.”
Karina yang gemas dengan Joy itu mengusak rambut Joy. “Mike, ayo ajak Joy bermain.”
“Kenapa mengajaknya?” tanya Michael. “Joy masih kecil, dia bisa terjatuh jika main kejar-kejaran.”
“Nda kok, Joy mah udah kuat.”
“Iya, tadi dipeluk Daddy.”
“Uncle tadi cari.”
“Masa?” mata bocah itu bersinar.
Michael mengangguk. “Mau ikut main kejar-kejaran?”
“Ntut,” ucap Joy dengan ekspresi wajah menggemaskan miliknya.
“Oke, ayo kita suit,” ucap Karina.
Dan ketika mereka memilih siapa orang yang mengejar, ternyata orangna adalah Joy. Dalam hitungan ketiga, dua orang yang lebih besar itu berlari meninggalkan Joy di belakang sana.
__ADS_1
Joy awalnya tertawa, dia ikut berlari mengejar keduanya. Namun baru juga beberapa langkah Joy berlari, dia tidak tahan. Keringat keluar dengan kaki yang terasa lesu.
“Joy, ayo kejar.”
Joy mengerucutkan bibirnya. “Udahan ah, Joy au ke Daddy aja,” ucapnya meninggalkan koridor dan mencari sang Daddy di balkon sana.
Sementara itu, Sebastian tengah menikmati kesendiriannya dengan memejamkan mata, merasakan angin menerpa wajah tampannya.
“Segarnya,” ucap Sebastian. Dia merasa memiliki waktu seorang diri, tanpa menyadari kalau ada bocah gendut yang berada di depannya tengah menatap sang Daddy yang memejamkan mata.
“Ini benar-benar segar,” ucapnya lagi.
Sementara Joy yang berdiri itu terlihat ragu untuk mengganggu daddynya, tapi dia ingin makan sesuatu bersama sosok itu.
Dan karena Joy terpaku pada wajah daddy nya yang terlelap, dia mengeluarkan sesuatu dari tubuhnya.
Pssssttttt…. Suara kentut yang halus dan hampir tidak terdengar.
“Ups,” ucap Joy saat merasakan aroma yang begitu bau.
“Segar….. bau apa ini?” gumam Sebastian membuka matanya, dia menatap sekeliling; tidak ada siapa siapa. Tapi kenapa ada aroma busuk di sekitarnya?
“Apa ruangan VVIP juga berhantu?” gumam Sebastian merinding.
Sedangkan sang pelaku kini tengah berlari ke dalam kamar mommynya, membuka pintu brutal.
BRUK! Kemudian disusul dengan teriakan, “Mom! Au Mpup!”
🌹🌹🌹🌹
 
 
TO BE CONTINUE
__ADS_1