Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Makhluk yang Jatuh


__ADS_3

🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak.🌹


🌹Jangan lupa juga follow igehnya emak di : @RedLily123.🌹


🌹Selamat membaca, emak sayang kalian.🌹


Hari ini, keduanya benar benar pulang. Buah tangan yang dibeli cukup banyak saat dalam perjalanan. Beberapa kali pesawat transit, yang membuat Nana ingin berjalan jalan karena mual. Itu sebabnya mereka membeli banyak buah tangan.


Sebastian memberikan segalanya agar Nana tidak merasa mual dan bosan, dia merogoh uang cukup dalam saat sang istri menunjuk beberapa barang kuno dan antic yang dipikirnya itu murah.


Di mobil, Nana lebih banyak diam karena masih mual.


Sementara Sebastian masih bugar, dia bahkan menyetir dengan kacamata hitamnya. “Sayang, kau masih mual?”


Nana mengangguk pelan.


“Ingin berhenti dulu, minum sesuatu?”


“Ingin pulang saja. kita punya rumah kan?”


Sebastian terdiam, dia masih mencoba mencerna kata kata sang istri. “Tentu saja kita punya, Sayang. Kenapa kau bertanya seperti itu?”


“Tidak kenapa napa.”


“Ayolah, ceritakan kekhawatiranmu.”


“Aku baru saja membaca artikel, Mas.”


“Artikel tentang apa?”


“Sepasang suami istri melakukan pernikahan mewah, keesokan harinya mereka tidur di depan toko emperan.”


Sebastian terdiam, mencoba mencerna. “Sayang, aku ini benar benar kaya. Jangan khawatir.”


Sebenarnya Nana agak khawatir, mengingat Sebastian lebih banyak bermalasan dan seperti pengangguran saat berbulan madu.

__ADS_1


Maka darinya dia ingin memastikan kekhawatirannya itu hilang. “Aku merasa khawatir karena Mas lebih banyak tidur.”


“Tenang saja, pekerjaanku sudah diserahkan pada sekretarisku. Jadi kita takkan miskin.”


Nana mencoba diam untuk tidak membuat suaminya kesal.


Tapi Sebastian malah bertanya, “Sayang, apa tingkahku seperti pengangguran?”


Dan dengan jujur Nana menjawab, “Sedikit.”


“Oh aku paham, haruskan saat kita membuat anak sambil membaca berkas?”


“Aku akan meninggalkan Mas jika Mas melakukan itu,” ucap Nana mengerucutkan bibirnya dan sadar kalau dirinya sedang dipermainan sang suami.


Sebastian terkekeh, dia mencubit pipi istrinya. “Nah…. Kita sudah sampai,” ucap Sebastian saat mobil memasuki gerbang.


Nana terkejut, yang dia lihat adalah taman yang begitu luas dan indah. Apalagi rumah yang bergaya istana kuno yang membuatnya terkejut dan bertanya, “Mas, apa kita mau tidur di emperan museum?”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Ternyata bagian dalamya tidak seperti apa yang dibayangkan Nana. Bagian dalam rumahnya sangat mewah, Nana merasa benar benar berada di dalam istana. Mengelilingi rumah ini mungkin membutuhkan waktu berjam jam.


Nana memasukinya, dan itu sangatlah luas. “Ada berapa kamar di sini, Mas?”


“Ada dua puluh satu, termasuk punya pembantu dan penjaga.”


“Astaga, apa nantinya itu jadi kamar kosong?”


Sebastian menyeringai, dia hendak mempermainkan sang istri dengan candaanya. “tentu tidak. Sebelum punya anak, kita bisa mencobanya satu per satu untuk mencoba berbagai gaya. Setelah punya anak, nanti akan di isi anak anak kita.”


Dan dengan datarnya Nana menjawab, “Oke.”


Yang mana membuat Sebastian tersedak ludahnya sendiri. Dia terbatuk diantara udara.


“Mas?”

__ADS_1


“Iya, Sayang?”


“Boleh tidak aku keluar melihat lihat taman?”


“Kamu gak mau istirahat dulu?”


“Aku mau ke sana.”


“Tapi aku mau ganti baju dulu.”


“Mas istirahat aja, aku gak lama kok. Mau ambil bunga yang tadi aku lihat, nanti jalan jalannya sama kamu kok.”


“Janji ya ke sini lagi?”


Nana mengangguk, sehingga Sebastian memberinya izin.


Nana sebelumnya melihat bunga yang dia cari cari untuk dijadikan obat. Dia menuruni tangga dan berlari keluar menuju taman yang begitu luas.


Beberapa pelayan dan penjaga yang bekerja di sana sudah mengenali Nana, mereka menunduk dan menyapa, yang dibalas Nana dengan senyuman. 


“Ah…., ini dia bunga yang aku cari,” gumam Nana.


Dan saat dia hendak mengambilnya, Nana mendengar suara ribut ribut dari gerbang depan yang membuatnya segera ke sana.


Keningnya berkerut saat melihat Lucille yang sedang berdebat di dengan penjaga di sana. Nana masih berada di dalam, mereka terhalang gerbang besi.


“Nyonya,” ucap salah satu penjaga saat melihat Nana.


Sontak Lucille menengok pada Nana. “Hei, suruh mereka membuka gerbang. Aku ini mertuamu, aku ingin berkunjung! Cepat! Ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan suamimu!”


Nana membuka mulutnya tidak percaya, Lucille datang dengan pakaian terbuka dan wajah yang sangat cantik dengan riasannya. “Apa kau jatuh dari surga?”


“Heh! Aku tahu aku cantik, aku tahu kau cemburu. Cepat suruh mereka buka gerbangnya!”


“Karena itu yang dilakukan setan, diusir dari surga,” lanjut Nana.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE


__ADS_2