Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Nana yang Manja


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA PARA KESAYANGAN, JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN UNTUK MEMBACA CERITA INI JUGA YA.🌹


LIMA BULAN KEMUDIAN……


Kandungan Nana kini mulai membesar, yang mana membuat Sebastian semakin berhati hati dan meminta Nana untuk lebih banyak menghabiskan hari harinya dirumah saja.


Namun karena itu, Nana sering banyak berfikir tentang Sebastian yang sering pulang terlambat namun di hari hari tertentu. Hal tersebut seperti sudah direncanaakan.


Seperti hari kamis pagi ini, Nana menghela napasnya dalam mengingat sang suami akan pulang terlambat lagi.


“Good morning, Sayang,” ucap Sebastian dan memberikan ciuman di bibir istrinya. “Bagaimana tidurmu? Nyenyak?”


“Bagaimana bisa nyenyak jika aku hanya tidur beberapa jam saja,” ucap Nana tanpa pemanis apapun, dia menyibakan selimut dari tubuh polosnya.


Yang mana membuat Sebastian kembali menutupnya. “Sayang, ini musim dingin. Kau bisa kedinginan.”


“Apakah ada salju?”


Sebastian menggeleng, sudah lama istrinya ini mendambakan salju.


“Mas sudah sangat rapi, kenapa tidak membangunkanku?”


“Bagaimana aku tega membangunkamu yang kelelahan karena semalam.”


Nana yang manja itu menyenderkan kepalanya di dada bidang sang suami. “Bawa aku ke kamar mandi.”


Sebastian terkekeh. “Ingin aku mandikan?”


Nana menggelengkan kepalanya. “Aku ingin sarapan bersama, di kamar.”

__ADS_1


“Baiklah.” Sebastian mendudukan istrinya di dalam bathub yang diisi air hangat, tidak lupa dia juga mengusap perutnya yang membuncit. “Ingin makan apa?”


“Roti sapi, masih ada?”


“Aku rasa ada. Jika sudah selesai panggil aku ya.”


Nana menganggukan kepalanya.


Sementara Sebastian turun untuk mendapatkan apa yang diinginkan istri tersayangnya itu. “Hallo, Eve, masih ada roti sapi?”


“Ada, Tuan.”


“Tolong hangatkan itu.”


“Baik, Tuan.”


Saat menunggu, Sebastian mendapatkan telpon dari Arnold. Kenapa ayahnya menelpon sepagi ini?


“Hallo, Dad. Ada apa?”


“Untuk apa? Istriku dan aku bukan anak anak.”


“Tentu saja sebagai keluarganya.”


“Akan aku pikirkan nanti.”


“Oh ayolah, Bas. Berhenti memusuhinya, dia bukan rivalmu.”


“Tidak sebelum perusahaan milikmu dan Mommy sudah berada dalam genggamanmu.”


“Tapi Daddy masih menunggu jagoan dari istrimu. Tenanglah.”


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Sebastian memakaikan pakaian pada Nana dengan sangat telaten dan juga penuh kasih sayang, tidak lupa dirinya selalu menciumi perut Nana yang membesar.


“Kapan kita akan tahu jenis kelaminnya, Sayang?”


“Mas sudah tidak sabar ya?” tanya Nana.


Memang beberapa kali saat mereka melakukan pemeriksaan, bayinya selalu bersembunyi.


“Aku sangat penasaran.”


“Bayi laki laki atau perempuan tidak penting bukan, Mas? Yang terpenting bayinya sehat.”


Sebastian tersenyum mendengar penuturan istrinya. “Tentu saja, ayo kita makan.”


Nana kembali digendong dan didudukan di sofa khusus ibu hamil.


“Ingin aku suapi?”


“Tidak usah, Mas tidak akan terlambat?”


Sebastian menatap jam di tangannya. “Aku rasa tidak.”


“Lebih baik berangkat lebih awal.”


“Memangnya kenapa? takut aku menerkammu lagi?” tanya Sebastian dengan senyuman menggodanya.


Yang mana membuat Nana menggeleng. “Aku hanya tidak ingin Mas pulang terlambat lagi, ini hari kamis. Sebenarnya ada apa dengan hari kamis?”


“Ini hanya kebetulan, Sayang. Akan aku usahakan aku pulang cepat malam ini oke? Ingin aku bawakan apa?”


Nana menggeleng kemudian memeluk Sebastian dengan erat. “Aku hanya ingin kau menghabiskan waktu lebih banyak denganku, Mas. Aku sangat membutuhkanmu di dekatku saat ini.”


🌹🌹🌹

__ADS_1


...TO BE CONTINUE...


__ADS_2