Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Roti Sobek


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


“Sayang, kau tidak bisa berjualan seblak di sini.”


“baiklah, Mas mengusulkan apa?”


“Buat saja kue di rumah, dan akan aku bawa ke sini.”


“Jadi aku yang menjual itu kepadamu?” tanya Nana menatap mata suaminya.


Yang mana dibalas anggukan oleh Sebastian. “Ya, semacam itu. Aku yang akan membelinya, bukan orang lain.”


“Tapi rasanya tidak menyenangkan, Mas.”


“Ini pesanan anda, Tuan,” ucap pelayan yang membawakan makan malam keduanya.


Mereka berdua berada di kapal pesiar Ocean King, tepat berada di atas melihat bagaimana kapal pesiar kecil lainnya menyusuri sungai yang kini terlihat seperti taman lampu. Tempat yang indah yang hanya dipenuhi kesenangan, seolah mereka akan hidup selamanya dalam dunia dan kesenangan ini. melupakan kesedihan dan hanya tertawa sepanjang malam.


“Apa saat siang di sini juga ramai?”


“Ya, tapi tidak seramai saat malam. Apalagi di Virginia, di sana ada laut luas tempat pesta lebih besar dan lebih menyenangkan.”


“Tempat ayahmu berada?”


Sebastian mengangguk sambil memotongkan steak untuk istrinya. “Ya, aku akan ke sana saat ayahku sudah meninggal.”


“Mas, itu mengerikan. Setidaknya kunjungi dia sesekali.”


“Akan aku lakukan, Sayang.”


“Kita masih membahas siang hari bukan?” tanya Nana.

__ADS_1


“Hanya wisatawan pejalan kaki atau yang ingin berwisata air, biasanya yang membawa anak anak. Kalau malam, mereka yang datang untuk bersenang senang.”


“Ya, aku melihatnya, banyak para pengusaha di sini.”


“Oke, sekarang makan ini,” ucap Sebastian memberikan piring steak yang sudah dipotong-potong.


“Terima kasih.”


“Kau dan bayimu harus tetap sehat.”


“Kau juga.”


Keduanya bermesraan sampai Hans datang, dia berdehem untuk menandakan kehadirannya.


“Hans, kenapa kau di sini?”


“Saya mencoba menghubungi anda, Tuan.”


“Ada apa?”


“Mau apa dia ke sini? Kenapa dia tahu aku pindah?”


“Dia ingin berbicara beberapa hal, kebetulan dia sedang berlibur di sini.”


“Oh Tuhan, bilang padanya kalau aku sedang tidak bisa ditemui.”


“Dia menawarkan bisnis.”


“Ini bukan waktunya bisnis, apa dia tidak tahu?”


🌹🌹🌹🌹🌹


Sampai malam datang, Nana dan Sebastian masih berjalan jalan di sekitaran sungai sambil melihat lihat pemandangan kota.


“Apa sebaiknya kita tidak pulang saja, Mas?”

__ADS_1


“Kenapa?”


“Ada tamu.”


“Mereka seharusnya tahu diri, ini bukan saatnya bertamu. Apalagi hari pertama aku datang.”


“Baiklah,” ucap Nana tetap melingkarkan jemarinya di tangan sang suami. “Kemana kita sekarang?”


“Kau mau kemana? Aku akan mengikuti apa yang kau inginkan, Sayang.”


“Entahlah, aku ingin memulai bisnis.”


“Katakan saja apa yang kau inginkan, untuk penjualannya aku akan menyalurkan.”


“Mas itu dia masalahnya, aku ingin mencoba berjalan dengan kakiku sendiri.”


Sebastian terdiam, bahkan sampai dia menghentikan langkahnya dan menatap istrinya. “Kau memang berjalan menggunakan kakimu, Sayang.”


Nana hanya tertawa dan mencoba menarikm Sebastian agar kembali berjalan. “Coba pikirkan apa yang aku katakan, Mas. Kau tidak sebodoh itu bukan?”


“hah?”


“Aku kaget jika kau benar benar bodoh bagaimana kau bisa sekaya ini?”


“baiklah, baiklah, ayo kita ke toko roti. Kau suka roti bukan?”


Nana mengangguk. “Aku sangat suka roti sobek.”


“Seperti kau menyukai perutku bukan?”


“Yanh aku maksud roti sobek milikmu, Mas.”


“Ya tuhan,” ucap Sebastian menghentikan langkahnya. “Akhirnya kau mengakui kau menyukai diriku, Sayang.”


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2