
🌹JANGAN LPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA ANAK ANAK.🌹
“Dan dimana ayahmu, Mas?”
“Virginia, Sayang. Itu cukup jauh dari sini. Kau tahu itu seperi sabang sampai merauke.”
“Sejauh itu?” tanya Nana yang sedang membereskan pakaian.Â
“Eum….” Sebastian bangkit dari kasur dan ikut duduk di belakang Nana, dia memeluk Nana yang duduk di karpet. “Tidak sejauh itu.”
“Bukankah baik jika kita ke sana?”
“Tidak perlu, itu akan sangat menyusahkan.”
“Hah?”
“Maksudku… bagaimana kalau kita jalan jalan, kau tahu rumah kita dekat dengan danau sungai tempat wisatawan berpesta bikini di kapal pesiar.”
“Apa Mas ingin aku ikut pesta bikini?”
“Bukan itu maksudku, Sayang,” ucap Sebastian kaget. “Kita hanya melihat lihat ke sana, ayo makan di sana.”
“Baiklah.”
“Ayo sekarang.”
“Sekarang?” tanya Nana kemudian menatap jam yang ada di dinding. “Ini masih sore.”
“Tidak apa, kita jalan jalan di sana sampai malam. Bagaimana?”
“Baiklah, aku akan mandi dulu.”
Sebastian mengangguk sambil tersenyum. Dimana Nana melihatnya dari pantulan cermin, dia segera berbalik dan mengatakan, “Jangan ikut ke dalam, Mas.”
“Kenapa?” tanya Sebastian dengan wajah yang sedih.
“Kau tahu kenapa, itu memakan waktu yang lama.”
“Baiklah,” ucap Sebastian terdiam.
__ADS_1
Sampai Nana masuk ke dalam kamar mandi, Sebastian mondar mandir di luar. Dia ingin masuk ke sana dan menghabiskan waktu bersama dengan Nana. “Tahan.”
Sebenarnya Sebastian ingin bergabung dan segera menghabiskan waktu bersama Nana selagi ada, mengingat beberapa minggu ke depan dia akan memulai untuk pengobatan penyakitnya.
Saat hendak masuk ke dalam, Sebastian mendapat telpon. Tanpa melihat siapa yang menelpon, dia segera mengangkatnya. “Hallo? Ada apa?”
“Bicara dengan baik padaku, bule tua.”
“Oma?”
“Kau pikir siapa?”
“Kenapa Oma menelpon?”
“Kau sudah sampai.”
“Sudah.”
“Lalu kenapa tidak memberi tahu Oma?”
“Maaf, Oma. Aku lupa.”
Saat sedang bicara, terdengar teriakan Nana dari dalam, “Mas, bisa tolong bawakan aku pencuci wajah di tas hijau?”
“Baik, sebentar, Sayang,” ucap Sebastian kemudian berbisik pada Oma. “Oma….”
“Aku menyayangimu, Oma.”
“jangan lupa terus kabari Oma.”
“Tentu saja, Oma.”
“Mas?!”
“Aku datang, Sayang!”
🌹🌹🌹🌹🌹
Nana tidak perlu menggunakan mobil untuk menuju obyek wisata di sana, tempat dimana ada sungai dan berbagai restaurant di pinggirnya. Menarik banyak wisatawan, khusunya kapal pesiarnya yang selalu mengadakan pesta setiap harinya.
“Apa ini terjadi setiap hari?”
“Pesta itu?”
__ADS_1
“Iya.”
“Tentu, biasanya ada komunitas yang menyewanya. Tapi ada satu puncaknya, Sayang.”
“Kapan.”
“Satu bulan sekali, akan ada undian untuk orang orang yang sering menyewa. Nanti yang terpilih akan masuk ke pesta yang aku adakan di kapal pesiar Ocean Kingdom yang besar itu.”
“Yang itu? Yang berada di tengah?” nana menunjuk kapal pesiar yang paling besar.
“Ya, biasanya hanya 200 orang terpilih.”
“Ini semua milikmu, Mas?”
Sebastian menyeringai dan menarik Nana untuk lebih dekat sehingga dirinya bisa mencium puncak kepala istrinya. “Tentu saja.”
“Serius?”
“Kau ingin masuk ke kapal yang besar itu?”
“Kau benar pemiliknya, Mas?”
“Astaga, Sayang.”
Sebastian segera menarik Nana untuk menuju ke pelabuhan tempat kapal pesiar itu berada. Karena dijaga oleh orang orang berbadan besar, Nana sedikit ragu. Sampai mereka tiba tiba membukakan tali pembatas supaya Sebastian bisa terus berjalan tanpa menghentikan langkah. “Selamat datang, Tuan. Senang anda berada di sini.”
“Hallo, Joe,” jawab Sebastian tanpa menghentikan langkah dan masuk ke dalam.
“Wah…..,” ucap Nana mengucapkan kekagumannya saat masuk ke dalam kapal pesiar yang didominasi warna emas ini. “Mas, apa kapal titanic mirip seperti ini?”
“Tentu tidak, Sayang. Ini lebih mewah,” ucap Sebastian mengagungkan dirinya.
“Apakah nanti mereka yang mendapatkan undian akan masuk dan mendapatkan makan secara gratis juga?”
“Tentu saja, ini adalah promosi terselubung. Banyak sponsor yang membiayai.”
“Apakah aku bisa menjadi salah satunya?”
“Untuk apa, Sayang?”
“Menjadi sponsor makanan, untuk mempromosikan seblak buatanku nanti?”
“Sa… sayang, nanti mereka terserang bersin,” ucap Sebastian dengan pelan.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹
TBC