Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Pertemuan mengejutkan


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA, RATING LIMA SAMA ULASAN BGUS🌹


🌹FOLLOW JUGA IGEH EMAK DI : @REDLILY123🌹


🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA🌹


Sebelum turun ke lantai bawah, Nana menelpon suaminya lebih dulu.


"Hallo, Sayang. Iya aku pulangnya diusahain cepet kok. Ini masih di kantor, tapi jam lima aku udah di rumah. Jangan kangen gitu, nanti juga pulang. Lagian ini masih jam tiga. Udah gak tahan ya?"


Nana membuka mulutnya saat Sebastian mengatakan itu di telpon, dia tidak dapat berkata kata dan hanya diam.


"Sayang, kau di sana?"


"Aku mau minta izin untuk keluar membeli buku."


"Apa?" tanya Sebastian yang sedikit kaget. "Membeli buku?"


"Iya, di mall terdekat. Aku akan diantar Eve."


"Baiklah kau boleh pergi. Nanti jika masih di sana, aku yang akan membawamu pulang."


Nana mengangguk.


"Iya?"


Nana kembali mengangguk.


"Yank, jawab dong. Kamu gak tidur kan?"


"Iya, Mas. Tadi aku ngangguk."


"Ya mana keliatan," ucap Sebastian.


Tidak ingin menghabiskan waktu, Nana berkata, "Berangkat dulu ya."


"I love you."


"Iya," jawab Nana menutup telpon sebelum Sebastian mengatakan sesuatu lagi.


Nana sekarang sedang exited untuk pergi ke toko buku dan menguras uang suaminya.


Saat turun ke bawah, Nana bertanya pada salah satu pelayan. "Dimana Eve?"

__ADS_1


"Sudah menunggu di luar, Nyonya."


"Oh, baik terima kasih," ucap Nana bergegas pergi.


Eve sudah siap dengan mobilnya. 


"Ayo, Eve."


"Sepertinya anda sangat senang, Nyonya."


"Sebastian memberiku izin, dan aku akan membeli banyak buku."


"Tuan Sebastian punya banyak buku di perpustakaannya, anda sudah melihatnya?"


"Ya, tapi itu buku asing semua. Aku tidak paham dan belum mempelajari bahasanya. Kupikir akan memulai dari buku umum dulu."


Eve mengangguk paham. "Tuan Sebastian juga mengatakan anda boleh menambah guru les private jika anda mau."


"Dia mengizinkannya?" tanya Nana kaget. "Seperti seni? Musik? Atau olahraga?"


"Ya, Tuan ingin anda tidak bosan di rumah, Nyonya. Saya bisa menjadwalkan ulang jika anda berminat."


"Aku pikir aku akan fokus dulu pada pelajaran ini. Jika menginginkannya aku akan mengatakannya padamu."


Rasanya asing dipanggil dengan nama Nyonya, tapi Nana tidak bisa membantah. Dia juga tidak munafik, rasanya ada kepuasan tersendiri saat semua orang baik padanya.


Uang benar benar mengubah segalanya.


🌹🌹🌹


Sesampainya di toko buku, Nana menjelajahi berbagai rak dengan Eve yang dibelakangnya membantu Nana dengan memegang sebuah keranjang. 


Dan tanpa Nana sadari, dia sudah membeli cukup banyak buku.


Nana menatap keranjang yang dipegang Eve. Yang mana membuat Eve bertanya tanya. "Ada apa, Nyonya?"


"Ini terlalu banyak bukan?"


Mata Eve melotot. "Ini baru tujuh, Nyonya."


"Baru tujuh? Ini melebihi target, Eve. Aku harus mengganti dua ini dengan yang lebih diskon."


"Apa?" tanya Eve tidak percaya. Apalagi saat Nana mengembalikan buku itu dan menggantinya dengan buku yang diskon.

__ADS_1


"Nyonya tidak apa untuk membelinya."


"Aku hampir menguras uang suamiku."


"Tapi ini tidak sebanding dengan tuan Sebastian. Ambil yang anda inginkan, Nyonya," ucap Eve mencoba mengingatkan kalau majikannya kaya.


"Tidak apa, isinya sama. Lagipula minggu depan pasti aku akan membeli yang baru lagi."


Eve tidak bisa mengatakan apa apa lagi dan membiarkan majikannya melakukan apa yang dia mau.


"Oh ya, Sebastian bilang dia akan ke sini untuk menjemputku jika sempat."


"Saya paham, Nyonya."


Dan ketika mereka melangkah menuju kasir, Nana terkejut dengan seseorang yang ada di sana sedang membayar buku.


"Dokter Deri?"


"Nana?" tanya pria itu menatap Nana dengan penuh bahagia. "Bagaimana kabarmu?"


"Aku baik baik saja."


Dokter Deri menatap Nana dengan terharu, berbeda dengan Nana yang mengalihkan pandangan dengan wajah datarnya.


"Kau sudah menikah? Aku masih tidak percaya."


"Ah iya," jawab Nana menunggu antrian kasir yang masih menghitung buku milik dokter Deri.


"Apa kau bahagia?"


Nana sedikit risih berbicara dengan dokter Deri. Tapi jika meninggalkan antrian, ada banyak pembeli. Dan akan lebih parah jika Nana berkeliaran pergi, bisa bisa dokter Deri membuntutinya.


"Nana, pernikahanmu bahagia?"


"Iya."


Merasakan kalau Nana tidak senang bicara dengannya, Dokter Deri mencoba pendekatan lain dengan bertanya, "Kau ke sini untuk membeli buku?"


"Apa tempat ini terlihat seperti toko daging?"


🌹🌹🌹


To be continue

__ADS_1


__ADS_2