Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Tersesat


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA, RATING LIMA, ULASAN BAGUS SAMA AJAK TEMEN YANG LAIN KE SINI🌹


🌹FOLLOW JUGA IGEH EMAK DI : @REDLILY123🌹


🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA🌹


"Mas, hari ini guru les private aku gak datang."


Sebastian yang sedang memakai kemeja itu terdiam, dia membuka ponselnya untuk memeriksa agenda.


"Tapikan aku bekerja full hari ini, Sayang."


"Iya, Oma akan datang."


Ssbastian membalikan badannya dan menatap horror pada Nana yang sedang membereskan kasur. "Oma akan datang?"


"Iya, dia ingin melihat rumah kita. Jangan khawatir, dia akan ke sini saat Mas sedang bekerja."


"Kalian tidak berencana kemana mana?" tanya Sebastian was was.


Dia ingat dulu Lily pernah disembunyikan Oma agar David menjadi lebih baik.


"Sayang? Aku suami yang baik bukan?"


"Tentu," jawab Nana dengan senyuman. Dia mendekat dan melingkarkan tangannya di leher sang suami. "Aku pesen makanan ringan buat cemilan Oma datang."


"Oke….," jawab Ssbastian bersiap membayar dalam jumlah yang sangat besar. Dia tahu kerja kerasnya akan terbayarkan untuk menghidupi orang yang dicintainya. "Berapa yang harus aku bayar?"


"Ehm…. Bayar 150 ribu ya."


Seketika Sebastian terdiam. "Sayang, camilan seperti apa yang bisa dibeli dengan uang 150 ribu?"


Nana menjawab dengan santai, "Brownies meleleh, kue sus dan kue lapis."


"Kenapa harganya sangat murah? Apa mereka menjual barang sisa?"


PLAK! 


Nana memukul bahu suaminya. "Jangan ngadi ngadi, emang harganya segitu."


"Sayang," ucap Sebastian lembut sambik merangkup pipi istrinya. "Aku punya banyak uang, belilah dengan sepuasnya makanan makanan enak dan mahal."


"Kenapa harus mencari yang mahal jika ada yang murah?"

__ADS_1


"Tapi kau ini orang kaya."


"Tidak ada undang undang yang melarang orang kaya membeli jajanan murah."


Sebastian terdiam cukup lama. Dia kembali kaget dengan jawaban istrinya yang mengaitkan undang undang. Nana yang tidak tahu undang undang sudah pandai membuat orang syok dalam berbicara, kini Nana mengenalnya lebih dalam.


"Lagian kan kita harus hemat kalau mau punya anak."


"Oke, Sayang. Lakukan semamumu oke?"


🌹🌹🌹


"Naniiiiiii yuhuuuuu," panggil Oma dengan semangat saat turun dari mobil. "Nani?!"


"Namanya Nana, Nyonya Besar," ucap Eta memberi peringatan.


"Oh ya, aku tahu, Eta," ucap Oma dengan sewot pada Eta.


"Selamat datang, Oma," sambut Nana yang datang dan memeluk Oma. Dia menatap Eta. "Hallo, Eta. Bagaimana kabarmu?"


"Baik, Nyonya Nana. Kami membawakan jamu. Bisa diletakan di mana?"


"Pergi ke dapur saja."


"Ayo masuk, Oma."


"Rumahmu gila, Nana. Ini ssperti istana presiden. Oma mungkin akan tersesat di sini."


"Oma ingin berkeliling?" tanya Nana.


"Oma ingin bicara dulu," ucap Oma menarik Nana ke tempat sofa yang lumayan sepi.


"Oma ingin bertanya."


"Silahkan, Oma."


"Apa Sebastian membuatmu kesulitan?" tanya Oma penasaran. Jika iya, maka Oma akan memberikan celana dalam besi agar Nana bisa istirahat dengan tenang.


"Kesulitan bagaimana?"


"Astaga, Nana. Maksudnya dia membuatmu kelelahan sspanjang malam."


"Oh, aku sudah terbiasa dengan itu."

__ADS_1


"Apa?" tanya Oma kaget. "Apa dia pernah membuatmu sampai pingsan dan mual?"


"Cukup sering."


"Oh astaga, Nana. Kau tahan?"


Nana mengangguk. "Itu menyenangkan."


Saat itulah Oma terdiam, ternyata Tuhan tidak salah memilih pasangan untuk Ssbastian.


"Sebentar, Oma. Akan aku bawakan cemilan."


Dan saat Nana meninggalkan Oma, rasa penasaran Oma mulai datang. Dia ingin menjelajah tempat ini sampai akhinya pergi sendiri ke setiap koridor yang ada.


Lima menit kemudian Nana kembali ke tempat Oma.


"Loh Oma kemana?"


Dan tidak lama setelah itu, Nana mendapatkan telpon.


"Oma? Oma dimana?"


"Nana? Oma dimana?" tanya Oma dalam telpon. "Oma terus berputar di sini, apa rumahmu ada jin nya?"


"Hah?"


🌹🌹🌹


INI DIA RUMAH NANA YANG BIKIN OMA TERSESAT.






BAGIAN BELAKANGNYA



__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2