
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW LOH DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
“Terima kasih atas waktunya, Bibi. Aku sangat menikmati hari hari saat berada di sini.”
Wanita tua itu tersenyum dan memeluk Nana, merasa tersanjung dikunjungi oleh orang penting. “Datanglah ke sini lain kali dengan suamimu, saat kau hamil kau tidak boleh ditinggalkan oleh siapapun, khususnya suamimu.”
Nana mengangguk paham. “Aku pasti akan ke sini lagi.”
“Jangan lupakan Bibi, nanti perkenalkan aku pada anakmu.”
“Tentu saja, sampai jumpa, Bibi.”
Wanita tua itu mengangguk dan melambaikan tangan saat Nana masuk ke dalam mobil. Eve menutup pintu mobil begitu majikannya sudah masuk ke dalam, dia mengelilingi mobil untuk masuk dari pintu yang lain.
“Kita akan pulang, Nyonya?”
“Ya, aku rasa aku harus membeli beberapa cemilan. Aku merasa ingin makanan yang manis manis.”
“Toko roti atau toko cokelat, Nyonya?”
“Cokelat saja.”
“Toko Cokelat terbaik ada di kota kita, anda ingin mencoba toko yang lain?”
Nana mengangguk. “Patut dicoba.”
Sambil menunggu berhenti di salah satu toko cokelat, Nana membuka ponselnya. Ternyata tidak ada lagi pesan dan panggilan dari suaminya sejak pagi.
Membuat Nana mengkerutkan keningnya.
“Ada masalah, Nyonya?” tanya Eve.
__ADS_1
“Tolong telpon pelayan yang ada di rumah, Eve. Suamiku tidak menghubungiku pagi ini.”
“Baik, Nyonya.”
Eve menghubungi pelayan yang ada di rumah Washington D.C.
Tidak beberapa lama, akhirnya dari sana mengangkat telponnya.
“Dia mengangkatnya, Nyonya.”
Nana menerimanya, dia mengambil alih telpon. “Hallo?”
Pelayan di sana langsung mengenali Nana dari suaranya. “Nyonya?”
“Apa suamiku pergi bekerja?”
“Tuan sudah berangkat pagi sekali.”
“Apa dia sarapan?”
“Tidak, Nyonya. Tuan bilang dia akan makan di luar.”
“Nyonya? Apa anda ingin saya melakukan sesuatu?”
“Tidak, lanjutkan pekerjaanmu.”
🌹🌹🌹🌹🌹
Saat berhenti di toko cokelat, Nana melihat ada toko pakaian di depannya. Lokasinya tidak terlalu ramai, membuat beberapa toko di sekitar sini sepi.
Dan berhentinya Nana yang melangkah membuat Eve mengira kalau majikannya tidak menyukai tempat ini.
“Apakah anda ingin mengubah pikiran anda, Nyonya?”
“Tidak, aku akan masuk,” ucap Nana masuk ke dalam toko cokelat.
__ADS_1
Terdengar bunyi bel begitu pintu didorong.
“Hallo, selamat datang di toko cokelat happiness. Anda mencari cokelat jenis apa?”
“Aku suka cokelat yang tidak terlalu manis, tapi tidak meninggalkan kesan pahit juga. Kau punya sesuatu seperti itu?”
Pelayan itu mengangguk dan memberikan cokelat berbentuk kotak polos. “Anda bisa mencobanya, Nyonya.”
Nana terdiam melihat bentuknya yang tidak menarik.
Dan sepertinya pelayan itu paham.
“Saya bisa memasaknya untuk anda saat ini jika anda menginginkan bentuk lain.”
“Bolehkah?”
“Silahkan, namun anda harus menunggu beberapa menit.”
Nana mengangguk dan memperlihatkan karakter yang ada di ponselnya. “Bisa dibuatkan ini?”
“Bunga? tentu bisa, Nyonya.”
“Dan tambahkan cokelat putih sebagai centernya.”
“Baik, Nyonya,” ucap pelayan itu mencatat apa yang diinginkan Nana. “Apakah anda ingin memesan yang lain selagi menunggu?”
“Tidak, aku akan pergi ke toko sebrang.”
Kemudian Nana melangkah mendekati Eve. “Eve, aku ingin ke toko di depan sana.”
“Toko lingerie itu, Nyonya?”
Nana berdehem saat Eve terlihat melihat dengan tatapan aneh. Dan Nana mengangkat dagunya sambil berkata, “Aku kasihan pada toko disekitar sini yang sepi, jadi aku memutuskan untuk membelinya.”
“Baik, Nyonya.”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE