Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Season 2 : Yang penting Happy


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹


Sepulang sekolah, Joy merengek karena dia lelah. Bayangkan saja, sang Mommy mengajaknya berjalan dari sekolah menuju rumahnya. Membuat Joy seringkali terdiam, sementara tangannya digenggam sang Mommy. Nana seringkali menggerakan tangan Joy supaya bergerak. “Kenapa? ayo jalan, kita hampir sampai, Joy.”


Bocah itu merasa frustasi, dia melepaskan genggaman tangan sang Mommy dan melangkah untuk duduk di pinggir jalan perumahan; tepatnya di depan rumah orang lain. “Tenapa jalan kaki? Daddy bilang kita kaya, Joy capek, Mummmmm.” Bocah itu mengerucutkan bibirnya.


Sebenarnya bukan tanpa alasan Nana melakukannya, dia hanya tidak ingin anaknya didominasi oleh rutinitas makan dan juga tidur. Lebih baik seperti ini, sekalian olahraga. Apalagi jika bersama dengan Sebastian, suaminya itu selalu memanjakannya dengan membiarkan Joy diam dan suaminya yang berjalan-jalan mencari mainan, padahal Nana sudah merencanakan semuanya dengan menyembunyikan mainan itu.


“Joy, ayo kita pulang.”


“Joy au naik mobil.”


“Gak ada, semuanya sibuk. Ayo jalan sama Mommy aja.”


“Ndak au, Mom. Capee ih,” ucapnya malah merebahkan diri di jalanan.


Sontak Nana membulatkan matanya. “Yaudah ah, Mommy duluan, mau makan sate ayam soalnya.”


“Ih au!”


“Yaudah ayo jalan lagi.”


“Tenapa jalan muwu cih, Mom?”


“Baru juga sekali ah.”


Joy yang masih mendumal itu kembali melangkah dan menggenggam tangan Nana. “Tenapa ndak naik mobil? Kan banyak unya kita.”


“Kita harus olahraga, Joy. Emang Joy mau nanti badannya bulet?”


“Ini udah bulet,” ucapnya mengusap perutnya sendiri.


“Iya, nanti makin bulet, terus gak ada yang suka sama Joy. Mau?”

__ADS_1


“Ndak, Joy mau banak yang cuka, Mom.”


“Nah, makannya kita kalau pulang sekolah jalan aja. Sambil olahraga, terus nanti kalau ada pedagang lewat kan bisa beli.”


“Selius, Mom?”


“Iya dong.”


“Talau gitu Jou au itu,” ucapnya sambil menunjuk mobil roti keliling dengan jari gemuknya.


Nana menghela napasnya dalam, kenapa pedagang itu ada di sana? Padahal sebelumnya jalanan ini sepi dan tidak pernah ada pedagang keliling.


“Au itu Mom. Kan Mom tadi bilang gini nih. Nah, makana kita alau pul⸻”


“Iya iya kita beli.”


“Acikkkkk….”


🌹🌹🌹🌹🌹


Sebenarnya Nana merasa kasihan, tapi dia tidak ingin kasih sayangnya itu membawa hal negative untuk sang anak di masa mendatang. Jadi lebih baik untuk Nana seperti ini.


“Aduh capeee,” ungkapnya untuk yang kesekian kalinya.


Nana tertawa. “Sebentar lagi juga nyampe.”


“Joy au minum es limun ya, Mom.”


“Iya, nanti Mom bikini kalau udah nyampe.”


“Joy!” teriak seseorang, itu tetangganya yang manis; Karina.


Joy cemberut, dia sebenarnya kesal dengan Karina yang merebut perhatian Uncle-nya, tapi melihat Karina yang tersenyum manis sambil melangkah ke arahnya, Joy mana tahan. Dia melepaskan genggaman sang Mommy dan merentangkan tangannya untuk memeluk anak perempuan yang lebih dewasa darinya.


“Kak Kalina… huhu… Joy adi jalan kaki. Capeee…”


“Capek ya? Nanti main ke sini ya, kita bikin ice choco. Mau?”

__ADS_1


“Au, boleh, Mom?” tanya Joy pada sang Mommy.


“Boleh, tapi gganti baju dulu yuk.”


“Joy puwang dulu ya,” ucap anak gembul itu.


Karina yang gemas mencium pipi Joy bertubi tubi sebelum mengeluarkan permen dari saku celananya. “Ini untuk Joy.”


“Makacih, Kak Kalina.”


“Kakak tunggu di rumah ya, jangan lama ganti bajunya.”


Joy mengangguk kemudian melangkah mendahului Mommy nya. “Ayo, Mom! Cepat dung! Kan olahlaga gimana cih, maca gitu aja capek.”


Nana memejamkan matanya, berharap dirinya dikubur saat itu juga. Dasar anaknya, pintar bermain kata dengan sikapnya yang aneh. Membuat Nana mengusap perutnya. “Jangan kayak Mommy sama Daddy ya, Nak. Kalau bisa kayak kayak Kakek kamu yang pendiam,” ujarnya sambil melangkah menuju rumahnya.


Namun, Nana berharap do’anya bisa kembali ditarik. Pasalnya, dia melihat ada sosok badut yang tiba tiba keluar dari mobil.


“Aaaaa! Taget!” teriak Joy, sampai dia berguling ke belakang. Untung saja dia jatuh di atas rumput hijau.


Sementara orang itu berjoget sambil menyanyikan lagu aneh. “Joyyy Sayang… cucu Kakek yang imut, mau makan apa~?”


“Takek?” Joy membulatkan matanya bahagia. “Takek! Acik ada Takek!” Joy ikut berjoget bersama Kakeknya, diiringi oleh alat music yang dimainkan beberapa orang di belakang mobil.


Keluarga yang aneh, kenapa Nana terjebak dengan pemikiran bahwa orang kaya itu normal?


🌹🌹🌹🌹


EMAM AJA DEH



TO BE CONTINUE


 


 

__ADS_1


__ADS_2