Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Jantung hati Nana


__ADS_3

🌹Jangan lupa buat kasih emak vote ya anak anak.🌹


🌹Terus follow igeh emak di : @RedLily123🌹


🌹Selamat membaca dan ingat kalau emak sayang kalian.🌹


Akhirnya mereka berdua kembali bergelut di kamar mandi dan berakhir kembali tergeletak di atas ranjang dengan tubuh yang basah. Meskipun dingin karena AC dan tubuh yang tidak dibalut pakaian, Nana merasa hangat dengan pelukan sang suami.


Kini dirinya benar benar merasa remuk. Namun tetap saja, Nana lebih tangguh dari wanita mana pun. Dia kembali bangun setelah beberapa jam terlelap, Nana bangun dan melihat jam yang sudah menunjukan pukul delapan pagi.


Ketika Nana terbangun, otomatis Sebastian ikut bangun. Entah mengapa dia begitu peka dengan pergerakan istrinya, seolah menjadi alarm agar dirinya tetap siaga.


“Sayang, kenapa bangun?”


“Laper, Mas. Mau masak,” ucap Nana mendudukan dirinya dengan tangan menahan selimut di dada. Dia mengambil kaos kebesaran milik suaminya kemudian memakainya, setelahnya baru Nana berdiri.


Saat Nana hanya berdiri diam membuat Sebastian segera memakai boxernya dan berjalan mendekati sang istri. “Sayang, apakah sakit?”


“Agak ngilu, sepertinya lecet,” ucap Nana menarik napas dalam, dia pernah terjatuh parah saat kecil hingga membuat lututnya berdarah, dan Nana rasa hal itu lebih sakit.


“Jangan bergerak dulu, biar sarapan kita pesan saja.”


“Tidak mau,” ucap Nana menggeleng. “Ini tidak terlalu sakit kok, Mas. Tuh bisa jalan,” ucap Nana berjalan beberapa langkah dengan menahan rasa lecetnya.

__ADS_1


Sebastian merasa ngilu melihat itu, jadi dia menggenggam tangan istrinya dan mengikutinya.


“Mas mau bangun?”


Sebastian mengangguk dengan tangan yang semakin erat menggenggam tangan istrinya. Nana yang berhenti berjalan dengan memberikan tatapan yang sulit Sebastian artikan itu membuatnya bingung. “Kenapa, Sayang?”


“Mas mandi duluan ya, aku yang masak.”


“Aku takut kamu kenapa napa, nanti tiba tiba sakit gitu.”


“Enggak kan ini bisa berjalan.”


“Gak papa, aku temani.”


Nana menghembuskan napasnya.


“Mas boleh bangun dan nemenin Nana, tapi itunya jangan ikut bangun.”


Sebastian menunduk menatap arah yang istrinya tatap. Dia menelan ludahnya kasar. “Oke.”


🌹🌹🌹🌹


Sesuai janji, Sebastian hanya diam menatap istrinya yang memasak. Dia tersenyum melihat sang istri yang terlihat begitu cekatan di dapur. Sebastian bangga memiliki istri yang sangat baik, cantik dan juga membuatnya hidup.

__ADS_1


Tidak tahan karena rasa gemasnya, Sebastian mendekat dan memeluk istrinya dari belakang. Yang mana malah membuat Nana terkejut dan berteriak, “Mas.”


Tahu maksud istrinya, Sebastian menggeleng. “Gak bangun kok, aku cuma peluk kamu kayak gini doang.”


“Aku lagi masak.”


Sebastian menyerah, dia mencium leher belakang sang istri kemudian berkata, “Oke, aku mau mandi dulu.”


“Airnya bentar, aku mau si⸻”


“Biar aku sendiri, Sayang.”


Nana menengok Sebastian, dan entah kenapa beradu pandangan dari sedekat ini membuat Nana sedikit gugup. Tapi dia menutupinya dengan berpaling. “Oke,” ucap Nana singkat sehingga terlihat dia yang jutek dan datar bagaikan tembok.


Sebastian sendiri seolah sudah terbiasa dengan kedataran sang istri. Jadi dia hanya tertawa, kembali mencium ceruk leher Nana dari belakang kemudian berbisik, “Makasih untuk semalam sampai pagi tadi, Sayang.”


Nana hanya berehem setelah suaminya berbalik pergi. Diam diam Nana juga tersenyum, ternyata seperti itu rasanya. Dan entah kenapa, jantungnya selalu berdetak kencang jika berada di sekitar Sebastian. 


Nana menarik napas dalam, dia menghembuskan napasnya. Tapi tetap saja jantungnya berdetak kencang hingga membuatnya tidak karuan. Apalagi saat mengingat masa masa tadi malam, bulu kuduk Nana sampai merinding. Nana menerka nerka apa yang terjadi sampai akhirnya dia bergumam, 


“Penyakit apa ini?” Tanya Nana pada dirinya sendiri.


Dia tidak pernah jatuh cinta, selama sisa hidupnya dia sibuk menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya. “Aku harus mencari tahu penyakit apa ini.”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


To Be Continue


__ADS_2