
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹
Nana mulai berkemas untuk kepergiannya ke Amerika, dia akan menetap di sana. Dan untungnya, Nana akan pergi bersama para pelayannya di sini termasuk Eve, jadi dia tidak akan merasa asing lagi.
Nana kembali menghela napas saat mengemasi barang, dia yakin memulai hidup baru akan membuat kesedihannya berkurang. Nana ingin menjadikan kenangan itu sebagai sesuatu yang indah, bukan sesuatu yang menyakitkan. Jadi dia memilih memutuskan untuk ke Amerika dan menjelajah hal hal baru lagi.
Saat sedang berkemas bersama Eve, Nana mendapatkan telpon dari Sebastian. Yang mana membuatnya menghela napas. Setelah sekian banyak bujukannya, akhirnya Sebstian mau pergi bekerja. Namun, setiap setengah jam sekali dia terus saja menelpon Nana untuk memastikan keadaannya.
Dan jika Nana tidak mengangkatnya, maka akan beralih menelpon rumah dan menyuruh Evee untuk menghubungkan telpon dengannya.
Sampai akhirnya, Nana kembali mengangkatnya.
“Hallo? Mas, aku baik baik saja, aku masih berkemas. Aku sudah makan cemilan, eve memberiku pisang goring rendah lemak. Jangan khawatirkan apapun dan selesaikan pekerjaanmu. Bukankah kita akan berangkat besok?”
“Baiklah, sayang. Aku hanya ingin tahu bahwa kau baik baik sa⸻”
Tut.
Tut.
Tut.
Eve terlihat terkejut melihat Nana mematikan telponnya.
“Nyonya/”
__ADS_1
“Tidak apa, itu hanya motivasi untuknya agar dia bisa cepat pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya.”
Eve hanya tersenyum mendengarnya.
“Apa anda baik baik saja, Nyonya?”
“Apa aku terlihat tidak baik baik saja?”
“Tidak, Nyonya.”
“Tenanglah, Eve. Aku akan selalu baik, jika kau berada di sampingku.”
Eve tersenyum.
“Kau tahu banyak tentang Amerika?”
“Saya dulu tinggal di sana.”
Eve mengangguk. “Tidak jauh dari kota kediaman anda, jika anda mau, saya akan mengajak anda ke sana.”
“Kenapa tidak? Oh astaga, ini akan sangat menyenangkan, Eve.” Nana terlihat antusias dan bersemangat. “Apa kau bisa mengajariku beberapa makanan khas Amerika?”
“Anda ingin melakukannya?” tanya Eve terkejut, apalagi seingatnya kalau Nana itu sangat menyukai makanan daerah asalnya, dan selalu menolak makanan asing.
“tentu saja, sesuatu yang baru tidak selamanya buruk ‘kan?”
“Tentu tidak, Nyonya.”
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Nana dan Eve bersenang senang bersama di dapur. Sama seperti biasanya, Nana mendapatkan telpon dari seseorang.
“Oh astaga, jangan katakan itu dari suamiku,” ucap Nana yang sedang meremas remas adonan supaya kalis. “benarkan, Eve?”
“Ini dari nomor baru, Nyonya.”
“Nomor baru?” tanya Nana mencuci tangannya sebelum mengangkat panggilan itu.
“Hallo?” tanya Nana.
“hallo.”
Suara yang tidak asing membuat Nana berdehem. “Ibu?”
“Kenapa kau memblokir nomor Ibu? Itu tidak sopan, Nana.”
“Bu, aku sudah memeberikan apa yang Ibu inginkan, rumah itu sekarang milik Ibu, jadi silahkan nikmati dan jangan ganggu aku lagi. Aku mohon.”
Nana merasa frustasi, apalagi beberapa hari setelah kematian ayahnya, Rina terus menelpon meminta untuk membuat Nana memberinya jatah setiap bulan. Dan Rina menggila saat tahu Nana dan Sebastian akan pergi ke Amerika, dia taklut kehilangan sumber uangnya. Rumah peninggalan ayah Nana tidak berarti apa apa untuknya.
“Ibu ada di luar gerbang, buka pintunya.”
“Bu, tolong jangan ganggu aku lagi. Apalagi yang Ibu inginkan?”
“Kau ini tidak tahu malu, aku ini ibumu. Aku merawat ayahmu, kenapa kau begitu kejam? Seharusnya kau memberi jatah untuk orangtuamu setiap bulannya, Nana. Kau ingat apa yang dulu aku lakukan?”
Nana benar benar muak. “Ya, aku ingat kau menghabiskan uang penjualan sawah ayah. Kau pikir aku tidak tahu? Diamlah sebelum aku meminta suamiku untuk membuat Ibu bergabung dengan Lia.”
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
TO BE CONTINUE