
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA🌹
Untuk menebus kesalahannya, hari ini Sebastian memastikan kalau dirinya tidak akan bekerja dan menghabiskan waktu bersama sang istri.
Karena sudah rutin menjalani olahraga kehamilan dan kegiatan lainnya, Sebastian menatap bagaimana Nana sedang berenang ditemani tutor wanitanya.
Beruntungnya memiliki tangan kanan seperti Eve, bisa memberikan yang terbaik.
"Jam nya sudah habis, Nyonya. Anda bisa naik."
"Bolehkah aku berenang sebentar?" Tanya Nana yang enggan beranjak.
"Tentu, Nyonya. Anda bisa melakukan metode yang tadi saya ajarkan untuk anda."
"Terima kasih," gumam Nana.
Dia kembali memainkan mainkan tangan dan kakinya di dalam air saat tutor itu sudah pergi dari area kolam renang.
Membuat Sebastian memperhatikan dari dekat, dia berdiri di ambang pintu keluar dan menatap istrinya yang berada di bawah cahaya matahari semu. Kulitnya yang putih itu terlihat sangat mennarik.
"Sudah, sayang. Cuacanya dingin."
"Tapi airnya hangat," ucap Nana enggan menatap Sebastian.
"Kemarilah, Mas. Kau belum mandi bukan?"
Sebastian berdehem. "Tidak di sini, Sayang," ucapnya menahan diri untuk tidak menerkam sang istri. "Ayo kita ke kamar, mandi di sana."
Nana menatap suaminya yang berdiri di pinggir kolam renang, tepat berada di hadapannya.
Sebenarnya Sebastian agak risih melihat Nana yang hanya memakai baju renang one piece. Mempertontonkan lekuk tubuhnya yang begitu indah.
"Sayang, ayo."
__ADS_1
"Kau tergoda?" Tanya Nana menundukan badannya menatap belahan dadanya yang terlihat.
"Sayang," geram Sebastian.
"Baiklah, baiklah," gumam Nana naik ke permukaan.
Membuat Sebastian dengan penuh kelembutan membantunya.
Dia segera membalut tubuh istrinya dengan handuk, kemudian menggendongnya ala bridal ke kamar.
"Mas….," Goda Nana sambil mengusap rahang Sebastian yang mengeras. "Anak kita bilang dia merindukanmu, kau akan mengunjunginya kan?"
"Itulah fungsinya, Sayang. Aku tidak akan menyia nyiakan waktu," ucap Sebastian membuka pintu kamar mandi.
Menurunkan istrinya di bawah shower yang belum menyala, sedangkan Sebastian mengunci pintu, supaya tidak ada yang mengganggu.
Pria berotot itu membuka pakaiannya menyisakan boxer saja. Dia berdiri di hadapan Nana kemudiana memangut bibir istrinya itu.
Nana dengan kenakalan, membuat tangannya turun ke bawah celana Sebastian dan menggenggam benda besar kenyal dan perkasa itu.
Siall! Dalam keadaan tidak turn on saja Nana hampir kesulitan menggenggamnya.
"Hmmm?" Sebastian menciumi leher Nana memberi kesempatan istrinya bicara.
"Kau tidak-- akhh!....., Memakai obat 'kan?"
"Hmm?" Sebastian sibuk degan leher sang istri, dengan tangan nakal yang menyentuh dua gunung kembar.
"Milikmu semakin besar saja, tidak….. akhhh! Mungkin tanganku mengecil bukan?"
🌹🌹🌹
Siang hari, aktivitas dua manusia itu berbeda dari sebelumnyam
Tangan Sebastiana mencengkram pinggang di depannya sambil memberikan tempo yang lebih cepat dari selumnya.
"Uhhggggg….." Nana melengguh sambil menenggelamkan kepalanya ke dalam bantal.
__ADS_1
Posisi ini selalu membuat titik sensitive nya jauh terasa.
"Uhmmm… Mas…, pelan."
Sebastian menyunggingkan senyumannya, dia menarik tangan Nana hingga punggungnya menempel dengan perut eight-pack milik suaminya.
Dengan hentakan yang tidak berhenti.
"Uhh….." Nana memejamkan matanya merasakan dirinya akan keluar lagi. "Mas…."
"Keluarkan saja, Sayang," ucap Sebastian sambil menggigit daun telinga sang istri.
Dalam hitungan detik, tubuh Nana kembali mengelinjang kaget. Dia mendapatkan pelepasannya yang keempat kali.
Sedangkan suaminya? Belum juga mendapatkan yang pertama.
Dan tidak berhenti di sana, tubuh Nana masih terhentak hentak akibat suaminya.
"Uh… baby, u are so tight," ucap Sebastian sambil beberapa kali menampar pantat Nana.
"Kapan kau akan keluar, Mas?" Gumam Nana yang kembali menahan rasa menggenjolak di dalam dirinya.
"Sebentara lagi."
"Cepat keluarkan," ucap Nana yang kembali meremas sprei merasakan tempo di percepat.
Nana menggelengkan kepalanya kuat. Semenjak kehamilannya, Nana mulai melemah dan tidak bisa mengimbangi Sebastian.
Berbeda dengan Sebastian yang semakin berstamina. Melihat tubuh istrinya membuatnya semakina bernafsu.
"Ughh… Mas…."
"Keluarkan saja, Sayang."
"Kau juga! Akhhh! Keluarlah!"
🌹🌹🌹
__ADS_1
To be continue