Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Skenario Tuhan


__ADS_3

🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak.🌹


🌹Terus juga jangan lupa follow igeh recehan emak di : @REDLILY123.🌹


🌹Selamat membaca, emak sayang kalian.🌹


Lucille menatap kaget saat mobil yang membawanya itu berhenti di Belanda. Dia meronta ingin dilepaskan.


“Lepaskan aku.”


“Jangan berontak, atau kau akan menyesal,” ucap pria berbadan besar di sampingnya itu.


Sepertinya dia adalah mantan anak buah Arnold, karena pria itu dulunya adalah seorang preman. Dan Lucille sedikit takut dirinya dilukai. Itu sebabnya sebelumnya dia berencana kabur tanpa memikirkan apa pun. Karena Lucille tahu kalau Nana dan Sebastian akan kasihan pada Michael, jadi kemungkinan mereka berdua akan merawatnya.


Kini Lucille bingung.


Saat pintu mobil terbuka, dia diapit dua pria untuk masuk ke bandara pribadi di mana di sana ada dua pesawat. Dan kemungkinan yang akan berangkat duluan adalah miliknya.


“Mommy!” teriak Michael saat melihat Lucille datang.


Anak itu datang dan langsung memeluk kaki ibunya, sementara mata Lucille melihat sekeliling mencari keberadaan Arnold. Tapi sepertinya pria itu ada di tempat lain.


“Lepaskan aku,” ucap Lucille. “Ada anakku di sini, lepaskan.”


Dan mereka melepaskannya, apalagi saat itu ada pria tua dengan jas dan kacamata hitamnya mendekat.


“Mommy, daddy sedang marah. Dia tidak mau bicara dengan Michael sejak tadi.”


Lucille menyembunyikan anaknya di belakangnya saat pria itu berdiri di depannya. 


“Aku bisa menjelaskan semuanya.”


“Kita akan mengakhiri semuanya. Masuk sendiri sebelum aku yang memaksa,” ucap Arnold kemudian dia menatap anak kecil yang ada di belakang tubuh Lucille.


Amarahnya mulai terkendali, dan Arnold sadar seharusnya dia tidak melakukannya pada anak kecil yang sangat menyayanginya. “Michael, come here.”

__ADS_1


Panggilan itu membuat Lucille sadar kalau Michael masih berharga di mata Arnold, maka dia menahan tangan anaknya. “Do you wanna pee? (Apa kau ingin buang air kecil?)”


Dan Michael mengangguk.


“Kau tidak bisa memisahkan ibu dan anaknya, aku akan mengajaknya buang air dulu.”


“Kau bisa melakukannya di dalam pesawat.”


“Kau tahu Michael tidak menyukainya.”


Arnold menatap tajam sebelum berkata, “Kawal dia.” Pada salah satu penjaga di sana.


Dan saat Lucille melangkah menjauh dari Arnold menuju kamar mandi, dia merencanakan sesuatu. Lucille akan kabur membawa Michael dan membuat Arnold membayarkan sejumlah uang juga menuruti permintaannya.


Ketiga penjaga di belakangnya lengah, Lucille langsung saja memukulnya dengan balok kayu yang ada di sana.


BUK!


Dia langsung menggendong Michael untuk dibawa kabur.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Dia memeluk sang istri dari belakang. “Hans bilang Lucille sudah sampai di bandara tadi, kurasa mereka sekarang sudah terbang.”


“Sudah naik pesawat.”


“Iya itu maksudku, Sayang.”


Nana kembali terdiam, sebenarnya dia tidak ingin terlalu dalam membahas ini. Dia tidak ingin membuat suaminya menjadi khawatir lagi.


“Mas?”


“Iya?”


“Tidur, besokan harus cari duit.”

__ADS_1


“Bentar lagi.”


Nana menarik napas dalam, dia mana bisa tidur selama tangan Sebastian menerobos masuk dan mengusap usap perut datarnya. Rasanya geli, tapi dia menyukainya.


“Mas?”


“Iya, sayangku?”


“Kamar di rumah ini banyak, kalau lama gak ditempatin nanti ada makhluk halus.”


“Ya makannya nanti kita ganti ganti kamar kalau mau buat anak.”


“Itu maksud aku.”


“Uhuk!” sebastian terbatuk batuk seketika. “Sayang,” ucap Sebastian tidak percaya.


“Makannya sekarang tidur, biar besok malam bisa mulai.”


Sebastian pun terkekeh, dia memberi ciuman di telinga sang istri. “Selamat malam, Sayang.”


Dan saat lampu dimatikan, dan beberapa puluh menit berlalu sejak mereka memejamkan mata, terdengar bunyi ponsel Sebastian. Pria itu terbangun merasakan pusing.


“Berisik,” gumamnya lalu mengangkatnya. “Hallo? Istriku sudah tidur, jangan menggangguku, Hans.”


“Nyonya Lucille meninggal.”


“Hah?”


“Dia tertabrak mobil saat hendak kabur bersama dengan Tuan Michael.”


“Apa Michael baik baik saja?”


“Dia tidak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit, tapi Nyonya Lucille tidak tertolong.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


TO BE Continue


__ADS_2