
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹MAAF TELAT, EMAK BANYAK TUGAS KULIAH. EHEHEHE, IG EMAK DI FOLLOW DONG DI : @REDLILY123.🌹
🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA.🌹
“Kita ke pernikahannya besok kan, Mas?” tanya Nana yang menggenggam tangan suaminya menuju ke restaurant di bawah.
“Iya, besok. Tapi pertunangan, Sayang. Bukan pernikahan.”
“Kita dulu gak tunangan dulu?”
“Yang ditunda tunda itu yang masih ragu. Ngapain kita tunangan dulu kalau akhirnya juga mau nikah.”
Nana terdiam, dia duduk dengan Sebastian yang menarikan kursi untuknya. “Makasih.”
“Mau pesan apa?”
“Gak paham sama tulisannya.”
“Ini restaurant Thailand, aku pesenin yang sesuai selera kamu aja ya.”
Nana mengangguk.
Beberapa menit mereka bercakap cakap ringan sampai akhirnya Sebastian perlu ke kamar mandi.
“Tunggu sebentar ya.”
Nana mengangguk dengan patuh, dia menunggu sambil memainkan ponsel. Ada pesan masuk dari Lia, dia mengatakan kalau dirinya mengantarkan benih tumbuh tumbuhan yang Nana sukai.
Membuat Nana menggeleng heran. “Dia terlalu baik untuk berubah,” gumam Nana.
__ADS_1
Berfikir kalau Lia berubah secara drastic secara tiba tiba membuat Nana penuh keheranan.
Sampai ketika Nana sibuk dengan ponselnya, pelayan itu datang membawakan makanan mereka. “ (Anda ingin tambahan yang lain, Nona?)”
Nana terdiam tidak memahami apa yang dikatakan pelayan itu.
Dia menatap dengan tatapan penuh tanya, membuatnya kembali bertanya, “ (Apakah anda ingin menu yang lain? Kami sedang mengadakan diskon.)”
Dan kata diskon lah yang membuat Nana paham, jadi dia menjawab. “I’am rich, I don’t need discount. And stop talking English, I don’t understand. (Aku kaya, aku tidak butuh diskon, dan berhenti bicara bahasa Inggris, aku tidak mengerti.)”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hari ini adalah hari pertunangan Luke dan Medina, Nana datang bersama suaminya dan melihat bagaimana pesta itu berlangsung tertutup di sebuah tempat outdoor yang dijaga ketat tapi berlangsung dengan penuh kemewahan.
Nana melihat bagaimana calon pengantin wanita it uterus tersenyum sedangkan Luke tidak, membuat Nana bertanya kepada suaminya, “Apakah dia baik baik saja, Mas?”
“Siapa?”
“Luke, yang tampan itu.”
Nana tersenyum. “Dia tidak terlihat bahagia di pestanya sendiri.”
“Dia terpaksa melakukannya, kakeknya yang memberinya perintah.”
“Oh astaga, apa dia punya seseorang yang dia sukai?”
“Entahlah, aku pikir tidak. Dia hanya tidak ingin menikah dengannya.”
Nana mengangguk anggukan kepala, dia melihat Lily yang sedang bersama dengan suaminya di bangku lain. Mereka saling melambaikan tangan sambil tersenyum.
Lily yang hamil membuat Nana sedikit iri, dia menundukan pandangannya.
__ADS_1
“Kenapa, Sayang?” tanya Sebastian yang peka dengan perubahan wajah sang istri.
Kemudian Sebastian paham apa yang dirasakan oleh sang istri, membuatnya menggenggam tangannya. “Jangan terburu buru, kita harus menikmati masa masa berdua dulu sebelum dipenuhi dengan anak. Oke?”
Nana mengangguk meskipun dalam hatinya dia masih gelisah takut mengecewakan sang suami.
“Mas, aku mau ke toilet dulu,” ucap Nana.
“Mau aku anter?”
“Gak usah.”
Nana berjalan sendirian menuju ke toilet, di dalam ponselnya dia mencari cari artikel yang membuatnya cepat hamil. Sampai Nana menemukan ramuan herbal yang sudah dia coba semua tanpa sepengetahuan Sebastian.
Membuatnya mendesah pelan, Nana takut mengecewakan suaminya yang telah memberikannya segalanya.
Saat Nana keluar kamar mandi, dia melihat Lily yang berjalan sendirian.
“Kakak mau kemana?”
“Oh astaga,” gumam Lily kaget. “Mau jalan jalan dulu.”
“Sendirian?”
“Iya, aura di sana gak enak.”
“Apalagi liat wajah pengantin wanitanya ya, Kak?”
Lily terdiam, dia menatap Nana yang mengatakan hal segamblang itu. “Kamu juga rasain, Na?”
“Ehem, aura dedemit kan?”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE