
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹JANGAN LUPA IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA KARYA RECEH EMAK INI YA.🌹
“Perempuan ya?”
“Perempuan ya?”
“Perempuan ya?”
Kata kata itu terngiang di kepala Nana, berulang kali hingga membuat hatinya merasa sakit. Baru kali ini dia merasa tubuhnya lemas, dengan pikiran tertekan karena gumaman Sebastian sebelumnya itu. Dia tidak menginginkan bayi perempuan? Begitu pikiran Nana.
Berulang kali Nana mencoba menghilangkan fikiran negative nya.
Mungkin dia hanya sedang lelah.
Mungkin dia memikirkan banyak pekerjaan.
Mungkin memang bukan waktu yang tepat.
Mungkin ada masalah di kantornya.
Itulah sugesti sugesti yang coba Nana tanamkan kedalam otaknya.
“Sayang, ada apa?” tanya Sebastian yang sedang menyetir, tangannya meraih salah satu tangan istrinya, kemudian menciumnya.
Sebastian sendiri tidak menyadari gumamannya keluar tadi, jadi dia merasa tidak ada yang salah dengan dirinya sama sekali.
“Ingin makan sesuatu?”
__ADS_1
“Bukankah kita harus mencari hadiah untuk Michael?”
“Ah, benar. Apa yang ingin kau beli, Sayang?”
“Buku saja, Mas. Supaya dia belajar dengan giat.”
“Oke,” ucap Sebastian dengan semangat, meskipun dalam pikirannya sendiri diapun bergemul dengan kekhawatiran, bagaimana dia harus bekerja lebih giat supaya dapat dengan mudah mendapatkan perusahaan ayahnya dengan jalan akusisi.
Mobil berhenti di depan sebuah mall.
“Bagaimana kalau sambil berbelanja? Atau makan di sini? Ini akan menyenangkan,” hibur Sebastian yang mengira istrinya itu sedih karena efek kehamilan yang membuat mood naik turun.
Nana hanya mengangguk, dia menggandeng tangan suaminya saat masuk ke dalam.
“Mau kemana dulu?”
“Aku ingin ice cream, Mas,” ucap Nana mencoba menaikan mood dalam dirinya.
“Vanilla dan matcha.”
“Oke, tunggu di sini, oke?”
Nana mengangguk dan menunggu di kursi depan kedai ice cream di dalam mall itu. Dia melihat suaminya sedang mengantri, dan dia juga melihat suaminya mengaktifkan ponsel, kemudian dia lebih focus pada benda itu.
Nana mengusap perutnya yang membuncit, dia merasa….. kasih sayang Sebastian berkurang. Apa dia benar benar tidak mengharapkan anak ini?
🌹🌹🌹🌹🌹
Sebastian kembali membuka matanya saat dia menyadari kalau istrinya sudah terlelap, dia memandang sendu wanita yang sangat dia cintai itu. Berulang kali dia mencium kening sang istri kemudian berkata, “Aku akan memberikan kehidupan bahagia untukmu,” ucapnya.
Kemudian tangan Sebastian menyentuh perut buncit milik Nana, dia menunduk untuk memberi kecupan juga di sana. “Daddy akan memberikan yang terbaik untukmu, Princess. Kau akan memiliki segalanya saat lahir nanti, daddy sangat mencintaimu.”
__ADS_1
Sebelum benar benar beranjak dari ranjang, Sebastian mencium bibir istrinya sesaat. “Aku mencintaimu, sangat. Hatiku milikmu, hidupku hanya untukmu, Nyonya Holtzman.”
Kemudian Sebastian bangun, dia menuju walk in closet, menganti baju dan memakai mantel untuk keluar dari kamar tanpa sepengetahuan Nana.
Dia tidak ingin membuat Nana curiga, jadi dia membangunkan Eve.
“Ada yang bisa saya bantu, Tuan?”
“Aku harus pergi, ada masalah di kantor. Aku tidak memberitahu Nana karena dia terlelap, tolong jaga dia.”
“Baik, Tuan.”
Sambil berjalan ke dalam mobil, Sebastian menelpon Jenni.
“Hallo, Tuan?”
“Jen, kita majukan jadwalnya. Proyek itu harus selesai bulan ini, lalu kita akan memulai perjanjian dengan mentri Rusia.”
“Baik, Tuan.”
“Akan aku kirim lokasinya, datang ke sana dengan segera.”
“Apa yang akan kita lakukan?”
“Tuan Mortez berada di sana tiap malam, ini peluang bagus untuk mengenalnya.”
“Baik, Tuan.”
Kemudian mobil hitam itu mulai membelah jalanan malam yang dipenuhi orang orang yang haus akan pesta.
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
TO BE CONTINUE