Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Ramuan


__ADS_3

🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak🌹


🌹Follow juga igeh emak di : @RedLily123🌹


🌹Emak Sayang kalian, selamat membaca yaaaa🌹


"Baik, Tuan. Akan saya sampaikan."


"Bagus, kau sepertinya setia. Kau tahu rencana Lucille?"


"Saya tidak tahu banyak, Tuan."


"Tapi….," Gumam pria itu. "Apa dia terlihat bersama pria lain?"


"Tidak ada pria lain selain Tuan Arnold, Tuan."


Pria itu menyeringai. "Dan Arnold akan segera mati, baguslah. lanjutkan kerja kerasmu."


"Baik, Tuan."


Dan sebelum pria itu jauh, sang pengasuh segera bertindak. "Ada sesuatu di pundak anda, Tuan."


"Awww!" Teriak pria itu dan menatap wanita yang menarik rambutnya.


"Maaf, Tuan."


"Ish! sana masuk, jangan biarkan anakku sendirian."


"Baik, Tuan."


Pengasuh itu tidak langsung menutup pintu, dia melihat pria yang mengaku sebagai ayahnya Michael itu pergi. Setelah lumayan jauh, pengasuh itu memotretnya dari belakang.


Setelahnya dia kembali masuk dan membertitahukan semuanya pada Hans lewat telpon.


Sampai Hans mengatakan, "Lakukan test DNA. Dan ganti racun itu dengan sesuatu yang lain."


"Baik, Tuan."


Selain pengasuh, dia juga ahli dalam zat zat kimia.

__ADS_1


Sampai terdengar suara, "Bibi Pengasuh?!"


Pengasuh itu menyembunyikan semua benda yang ada di tangannya.


"Iya, Tuan Muda?"


"Ayo main bersama."


"Tentu."


Dan itu kesempatan si pengasuh untuk memiliki sehelai rambut Michael.


🌹🌹🌹


Sebastian menyeringai mendengar kabar yang tidak terduga, dia sudah tahu akal licik Lucille. Dan Sebastian pikir ini saatnya memberitahu ayahnya dahulu sebelum Lucille mengancamnya dengan kenyataan kalau mereka pernah berhubungan.


Namun satu yang membuat Sebastian terdiam membeku, dia kasihan pada Michael. Apalagi kini dia menyuruh Hans melakukan test DNA. Jika saja dia terbukti bukan anak Arnold, Sebastian khawatir bagaimana masa depan anak itu nantinya.


Karena jika terbukti, Sebastian yakin kalau Arnold akan mengusir Lucille da menelantarkan Michael juga.


"Jangan khawatirkan itu, Bung. Itu bukan urusanmu," gumam Sebastian menggelengkan kepala.


"Ada apa, Mas? Sakit?" Tanya Nana yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Tidak, hanya merindukanmu."


"Dih," gumam Nana segera berpakaian. Dia bersiap untuk berjalan mengelilingi hutan ini.


"Apa kamu benar benar yakin, Sayang?"


"Hmmmm?" Tanya Nana. "Apa?"


"Ingin pergi keluar sana? Bagaimana jika ada makhluk buas."


"Mereka akan lari ketakutan."


"Kenapa?" Tanya Sebastian menggoda.


Nana menjawab dengan polos, "Karena Mas lebih buas, mereka aku jamin akan ketakutan."

__ADS_1


Sebastian tersenyum, dia datang mendekati Nana dan memeluknya, dia belum siap mengatakan semua itu pada istrinya.


Sebastian takut Nana menganggapnya pembohong dan membencinya.


"Sayangku?"


"Hm?"


"Sayangku?" Ucap Sebastian lagi.


"Kenapa, Mas? Ini aku mau pake baju dulu loh."


Sebastian akhirny melepaskannya dan mencium kening istrinya cukup lama. "Yaudah ayo."


Mereka akan berkeliling hutan menggunakan mobil jeep. Sebelumnya Sebastian mabuk karena orang lain yang mengendarai. Namun jika itu dirinya sendiri, Sebastian bisa mengendalikan segalanya.


"Mas yakin mau naik mobil?" Tanya Nana menatap mobil jeep di depannya.


Sebastian mengangguk yakin. "Iyalah, dulu mabuk karena orang lain yang mimpin, kalau sekarang kan enggak."


Nana naik dengan girang, dia adalah gadis tangguh yang sangat suka kehidupan menantang di alam liar. Nana adalah tipikal gadis petualang yang menyukai hal hal yang berbau alam.


"Niat kamu sebenarnya mau apa ke hutan, Sayang?"


"Nyari tanaman."


"Yang kayak gimana?"


"Bikin subur."


Sebastian yang tidak paham kembali bertanya, "Apanya yang subur?"


"Kita lah, biar bisa cepet punya dedek bayi."


Seketika Sebastian terpesona dan terharu. "Sayang, sebegitunya dirimu… kamu mau mengandung anakku?"


Dan Nana menatap polos. "Mas seharusnya bertanya begitu jika Mas bisa mengandung. Kenapa malah bertanya lagi?"


🌹🌹🌹

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2