Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Perbedaan


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA KESAYANGAN.🌹


Arnold memasuki rumah Sebastian, dia mengangguk anggukan kepalanya melihat rumah ini tidak terlalu buruk.


“Ya, rumah di sana juga tidak seburuk ini.”


“Dimana?” tanya Sebastian yang masih selalu kehilangan focus dengan Michael yang ada di genggaman tangan ayahnya. 


“Di Amerika.”


Paham dengan apa yang dikatakan ayahnya, Sebastian langsung berkata, “Aku tidak mau tinggal denganmu.”


“Aku berada di Virginia, Bas. Dan kau berada di Washington. Jaraknya 180,7 mi.”


“Kenapa Daddy ingin aku ke sana?”


Arnold menatap Sebastian sebelum dia menunduk untuk bicara dengan Michael. “Mike, bermainlah dengan pengasuh. Daddy harus bicara dengan saudaramu.”


Michael mengangguk sebelum berlari mencari pengasuhnya, yang membuat Sebastian berdehem. “Berhenti memperkenalkanku sebagai saudaranya.”


“Dia tidak berbahaya untukmu, kenapa kau menganggapnya sebagai ancaman?”


“Lalu apa maksud Daddy jika anakku perempuan perusahaan itu tidak akan Daddy berikan?”


Arnold tertawa dan duduk di sofa di sana. Dia mendesah merasa punggungnya nyaman beristirahat. “Berapa luas halaman belakang?”


“Daddy tidak datang untuk duduk bukan?”


“Oke, kau harus pindah ke Washington.”


“Untuk apa?”


“Daddy memberikan separuh perusahaan padamu, jika istrimu melahirkan anak laki laki, sisanya akan Daddy berikan juga.”

__ADS_1


“Pindah ke sana? Mendadak?”


“Tidak, Daddy sudah merencanakannya sejak awal. Jika istrimu hamil.”


“Aku belum berdiskusi dengannya.”


“Jika kau tidak pindah maka kau tidak bisa mengambil alih.”


“What?” tanya Sebastian kesal, dia menatap pria tua yang duduk dengan penuh wibawa di depannya.


Karisma itu tidak pernah luntur dari wajah keriputnya, bagaimana agung dan penuh wibawa dari sang ayah.


“Ngomong ngomong, dimana istrimu?”


“Dia pergi ke rumah orangtuanya.”


Arnold mengerutkan kening. “Apa mereka menyusahkanmu?”


“Tidak.”


“Ini tidak mungkin, Nana pasti tidak ingin jauh dari keluarganya.”


“Selalu ada pengorbanan di setiap keputusan, Bas,” ucap Arnold.


Sebastian terdiam, yang mana membuat Arnold melanjutkan, “Bagaimana?”


“Aku ingin mencabut laporanku terhadap saudari tiri istriku.”


“Demi apa kau melakukannya? Kau ingin mengeluarkan penjahat? Dimana otakmu?” tanya Arnold sambil berdiri. “Jangan sampai kau menyesal. Dan itu tidak boleh terjadi.”


🌹🌹🌹🌹🌹


Nana pulang ke rumah setelah merasa gagal membujuk ayahnya, dia mencoba menggormati apa yang diinginkan ayahnya itu. 


Dan alangkah terkejutnya Nana, saat pulang dia melihat ada beberapa pelayan yang tidak asing. Itu terlihat jelas seperti pelayan milik ayah mertuanya.


Nana bertanya pada salah satu pelayannya, “Apa ayah mertuaku datang?”

__ADS_1


“Iya, Nyonya. Tuan Sebastian juga ada di sini.”


Nana langsung mencari keberadaan suaminya, sampai dia mendapati Sebastian dan Arnold yang sedang bicara di halaman belakang.


Keduanya terlihat sedang membicarakan hal serius, yang mana membuat Nana mendekat untuk memberi salam.


“Hallo,” sapa Nana.


“Ah, kau sudah pulang?”


“Sayang, aku kira kau akan menginap di sana.”


“Kenapa kau tidak memberitahuku kalau ayahmu datang, Mas?” tanya Nana dengan suara bisikan pada suaminya.


“Aku datang untuk memberitahu hal penting pada Sebastian.”


“Ah, benarkah?”


“Kudengar kau ingin saudari tirimu bebas?” tanya Arnold.


Nana hanya mengangguk.


“Dia sudah menggangumu, kenapa ingin membebaskannya?”


“Aku pikir kesempatan kedua bukanlah hal buruk, Tuhan saja pemaaf.”


“Kau bukan Tuhan.”


“Dad, hentikan,” ucap Sebastian tahu kalau istrinya sangat sensitive, ditambah banyak masalah yang menerpanya.  “Sayang, tunggulah di dalam. Biarkan aku bicara dengan ayahku.”


Nana menurut, dia berbalik dan masuk ke dalam.


Arnold menghela napas dalam, “Ya, memang benar kata orang, latar belakang mempengaruhi. Perbedaan yang sangat timpang.”


🌹🌹🌹🌹


TBC

__ADS_1


__ADS_2