Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Permintaan


__ADS_3

🌹Jangan lupa kasih emak vote yaaa biar emak tambah semangat. Oh iya, emak itu paling lambat selang sehari gak update. Kalau ada lelet, itu bukanlah salah emak ya, terkadang sistemnya begitu, suka lama review. Jadi sedih banget tau.🌹


🌹Follow igeh emak deh : @RedLily123.🌹


🌹Selamat membaca anak anak emak.🌹


Lucille menyeringai, rencananya berhasil. Kini mereka tidak jadi pulang karena dirinya sakit. Padahal itu hanya dibuat buat, Lucille sengaja memakan beberapa obat yang membuatnya sakit.


Saat sedang bermain ponsel di atas ranjang, Lucille mendengar suara langkah kaki. Dia segera menyembunyikan ponselnya dan pura pura berbaring lagi.


Namun saat tahu itu putranya, Lucille tersenyum. “Come here, Son. (Kemarilah, Nak.)”


Michael berlari menghampiri sang ibu, dia duduk di samping ibunya yang berbaring. “Is Mommy still sick? (Apa Mommy masih sakit?”)


Lucille mengangguk. “Yes, Mommy's head is still dizzy.  What did you buy with Daddy? (Iya, kepala Mommy masih pusing. Apa saja yang kau beli bersama Daddy?)”


“Some toys so I don't get bored here (Beberapa mainan supaya aku tidak bosan di sini.)”


Lucille mengerucutkan bibirnya gemas kemudian mencium pipi sang putra. Memang kini mereka masih berada di hotel karena dirinya sakit.


Saat Arnold masuk, Lucille berkata, “Play outside the room, Mommy wants to talk to Daddy (Mainlah di luar kamar, Mommy ingin bicara dengan Daddy.)”


“Oke. (Okay.)”


Setelah Michael keluar, pria tua itu mendekat dengan langkah sedikit kesulitan.


“Butuh bantuan?” tanya Lucille.


“Tidak, apa kau baik baik saja?” Arnold duduk di pinggir ranjang kemudian memegang leher istrinya.

__ADS_1


Lucille sebenarnya jijik, tapi dia menepisnya dengan pelan. “Sedikit mendingan. Bagaimana kalau kita tinggal dulu di sini sebentar?”


“Kenapa?”


“Ya selagi aku belum sembuh, kau juga bisa mengawasi anakmu. Aku khawatir dia menikah hanya pura pura.”


“Kau terlalu banyak menonton film.”


“Aku serius, bagaimana kalau itu adalah wanita bayaran?”


Arnold menggeleng heran. “Kenapa kau begitu peduli tentang Sebastian? Kenapa kau selalu ingin ikut campur? Apa ada sesuatu yang tidak aku tahu?”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Sebastian membersihkan dirinya dengan sangat baik, setiap inci di tubuhnya dia bersihkan dengan sangat rinci. Hal ini bertujuan agar sang istri semakin lengket padanya. Sebastian ingin Nana betah berlama lama di sekitarnya. 


Setelah mandi, Sebastian memakai pakaian santai mengingat ini adalah musim panas. Dia membuka semua jendela dengan remote supaya udara musim panas masuk. Melihat ranjang yang berantakan membuatnya tersenyum bangga. Namun hanya satu yang membuatnya sedikit terdiam, yaitu bercak darah bekas Nana. Hal ini membuat Sebastian berjanji pada dirinya sendiri bahwa dirinya akan menjaga istrinya dengan segenap jiwa dan raga.


Saat keluar kamar dan menuju dapur, Sebastian mencari keberadaan sang istri.


“Sayang?”


“Di sini, Mas.”


Sebastian mendekat ke sumber suara. “Lagi apa?”


“Hah? Ini nunggu rebusan jagung.”


“Bukan, itu main ponsel mau apa?”

__ADS_1


“Mau nelpon ayah gimana, Mas?”


“Oh iya aku lupa, sini dulu ponselnya.”


Nana memberikannya pada Sebastian, setelah diubah peraturannya, Nana bisa menghubungi ayahnya. Melihat itu, Sebastian memberi ruang.


Dirinya menjauh dan membiarkan Nana merasakan kebahagiaannya untuk berbicara dengan sang ayah. Sambil menunggu, Sebastian membuat kopi es sendirian karena sudah terbiasa.


Sementara di sisi lain, Nana berbicara dengan ayahnya penuh kebahagiaan dan menceritakan perlakuan Sebastian yang sangat baik padanya.


Setelah selesai berbicara dengan sang ayah, Nana mencoba menjelajahi internet. Mengandalkan dirinya yang bisa membaca dan menulis, Nana mencari segala sesuatu di internet tetang kehamilan dan berhubungan badan.


“Wah, ternyata tidak sekali jadi,” ucap Nana sambil menggeleng gelengkan kepalanya heran.


Berbekal bisa membaca dan mengetik di ponsel, Nana bisa mendapat pengetahuan.


“Wah wah, ternyata seperti ini,” gumam Nana lagi.


Beruntungnya Nana adalah orang yang mudah paham sehingga bisa menerima informasi dengan baik. 


Sebastian yang penasaran dengan apa yang dilakukan istrinya itu datang. “Sayang, sedang apa?”


“Mencari tahu.”


“Tentang apa?”


Nana menoleh. “Aku pikir akan langsung hamil, ternyata bukan seperti itu cara kerjanya. Mas, sepertinya kita harus agak sering membuat anak.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2