Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Permintaan Nana


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹


Nana menangis di sana melihat keadaan ayahnya yang kembali terbaring lemah di atas ranjang. Sementara itu, Rina malah sibuk dengan ponselnya.


Membuat Nana berkata, “Ibu rawat ayah gak sih?”


“Na, Ibu rawat ayah kamu, bukan maksa dia. Lagian dianya gak mau ya mesti gimana? Ayah kamu mikirin omongan tetangga mulu. Ya maklum kali tinggal di kampungmah, semua urusan pasti dibantu sama tetangga. Termasuk nyebarin yang aneh aneh.”


Nana terdiam.


“Ibu sih gak masalah Lia mau keluar atau masuk penjara.”


Yang mana malah membuat Nana semakin kesal, Rina tidak ada gunanya. 


Sampai Nana memilih keluar dari ruangan itu setelah menyeka air matanya.


Dimana di sana ada Eve yang melihat keadaan majikannya. “Anda baik baik saja, Nyonya?”


“Mas Babas belum datang?”


Eve menggeleng, membuat Nana memilih berjalan di lorong.


“Anda mau kemana, Nyonya?”


“Nunggu di lobi.”

__ADS_1


Saat sadar Eve mengikuti, Nana membalikan badan, “Jangan ikuti aku.”


Yang membuat Eve cukup paham, dia memilih mengikuti secara diam diam supaya tetap bisa mengawasi majikannya itu. 


Nana melangkah di koridor sampai di lobi, dia menunggu di sana. Memang benar, penyakit pikiran adalah sumber dari segala penyakit. Alasan Nana mau menikah dengan Sebastian adalah karena dia ingin ayahnya sembuh, jadi dia akan melakukan apapun yang membuat ayahnya sembuh.


Menunggu beberapa saat, sampai akhirnya Nana melihat Sebastian yang datang.


“Mas,” panggil Nana.


“Sayang, kok kamu di sini?” tanya Sebastian yang mendekat.


Dia berjongkok di hadapan istrinya untuk melihat wajahnya yang ditekuk. Tangan Sebastian terangkat untuk menghapus air mata sang istri.


“Jangan nangis ya, nanti kita obati lagi ayah kamu. Jangan nangis, kasihan bayinya, Sayang.”


Membuat Sebastian langsung memeluknya, dia melihat sisi lain dari istrinya. Yang biasanya tangguh, kini terlihat sangat lemah.


“Mas…., bisa tidak kita bebaskan saudari tiriku?”


“Hah?”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Sebastian membawa istrinya pulang, sementara itu ayah mertuanya masih dirawat di rumah sakit.


“Aku udah coba bujuk ayah.”


“Buat apa?” tanya Sebastian.

__ADS_1


“Buat ikut sama kita, biar gak dengerin omongan tetangga lagi.”


Sebastian yang sedang membuka jas nya itu menengok, menatap istrinya yang duduk di bibir ranjang dengan helaan napas dalam. Sebastian tahu apa yang terjadi, ayah mertuanya memiliki banyak beban pikiran, terutama tentang anak tirinya yang dipenjara.


“Nanti aku yang ngomong ya, biar ayah kamu mau tinggal di sini sama kita.”


“Ayah gak bakalan mau, Mas.”


“Yakali kalau aku yang bujuk, dia jadi mau.”


“Aku tau ayah aku, dia gak bakalan mau, terus aku minta dia buat cerain ibu tiri aku juga.”


Kini Sebastian yang telah berganti pakaian itu mendekat dengan alis terangkat. “Ya?”


“Maksudnya, Mas…, ayah aku nikahi Bu Rina Cuma karena balas budi. Ya aku minta ayah aku cerain dia aja, kasih dia rumah yang itu sama sawah. Terus ayah ikut sama kita. Tapi dia gak mau, ayah aku bilang tetangga yang berisik. Kalau dia keganggu sama omongan tetangga kenapa masih mau tinggal di sana? Aneh.”


“Sayang….,” ucap Sebastian berjongkok menghadap istrinya, dia memegang kedua tangan Nana kemudian menciumnya. “Mungkin ada alasan yang gak bisa dikatakan, seperti tempat itu banyak kenangan untuk ayah kamu.”


“Banyak kenangan untuk apa kalau udah gak betah,” gumam Nana dengan suara kecilnya. “Aku harus gimana?”


“Iya nanti aku ngomong sama ayah kamu biar ada solusinya.”


“Kalau enggak, kamu mau bebasin Lia?”


Sebastian menelan ludahnya kasar. Dia tahu jika dia melakukan itu, maka lawannya adalah Arnold.


🌹🌹🌹🌹


TBC

__ADS_1


__ADS_2