Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Kenyataan Baru


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESYAANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹EMAK SYAANG KALIAN SEMUA, SELAMAT MEMBACA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN JUGA YA.🌹


Sebastian tersenyum saat dirinya berangkat dengan ferarri hitam miliknya. Dan dia melihat kesenduan Nana di sana. Membuatnya ikut khawatir, takut jika istrinya mulai curiga dan menemukannya tengah sakit. Apalagi jika ayahnya tahu, Sebastian ingin anaknya kelak mendapatkan semuanya dengan berkecukupan, tidak seperti istrinya saat kecil.


Saat ini, Hans yang menjemputnya. Itu sudah lama sekali, mengingat Hans lebih banyak menggantikannya sehingga sibuk.


“Anda baik baik saja, Tuan?”


“Ya, tapi Nana sepertinya mulai curiga.”


“Karena apa, Tuan?”


“Dia melihatku dengan….. penuh kecurigaan.”


“Mungkin anda harus jujur,” ucap Hans memberi saran.


Yang mana membuat Sebastian malah tertawa. “Jujur? Tidak, aku tidak bisa. Aku harus mendapatkan perusahaan iitu, Hans. Kau paham bukan?”


“Ya, tapi aku rasa perusahaan kapal pesiarmu lebih dari cukup untuk menghidupi istri dan anak anda, Tuan. Anda tidak perlu bekerja mati matian, ini demi kesehatan anda.”


Sebastian menggeleng, apalagi dia tahu kini Michael mulai tumbuh dewasa. Dia takut pria itu saat besar akan menjadi rival anak anaknya.


“Kau tahu, Hans? Ayahku menyekolahkan Michael ke sekolah khusus bisnis, dia akan membesarkan anak itu.”


“Mungkin anda harus memberinya kesempatan, Mike bisa saja menjadi sahabat dekat anak anakmu dan membangun perusahaan bersama.”


Sebastian terkekeh. “Hal yang mustahil,” ucapnya dengan malas.


Saat sampai di perkantoran, Sebastian segera masuk.


Orang orang di sana menunduk melihat kedatangan sang majikan.


Sebastian naik ke lantai atas dimana dirinya biasa menghabiskan hari harinya.


“Kirim semua jadwal ke email ku, Jen.”

__ADS_1


“Sudah saya lakukan, Tuan.”


“Benarkah?” tanya Sebastian, dia berhenti di bangku sekretarisnya itu. “Bisakah aku pulang lebih awal hari ini?”


“Anda harus melakukan pengobatan, Tuan.”


“Ya, tapi satu hari saja tidak datang tidaka apa apa bukan?”


“Um, sebaiknya anda datang. Ini demi kesehatan anda, anda harus memulainya lagi dari awal jika kehilangan satu harinya.”


“Baiklah, kalau begitu lupakan jadwalku dan kita akan ke sana siang ini.”


“Anda akan bertemu dengan kolega dari Australia, Tuan. Mentri kelautan, dia ingin bertemu anda secara langsung.


Sebastian mengusap wajahnya kasar. “Kenapa hari ini selalu saja sangat sibuk?”


🌹🌹🌹🌹🌹


Rutinitas yang disenangi Nana akhir akhir ini adalah merajut kaos kaki bayinya, walaupun belum mengetahui jenis kelaminnya, Nana selalu menantikan kehadirannya dengan mempersiapkan semuanya.


“Nyonya?”


“Iya?” jawab Nana masih focus pada rajutannya.


Nana menatap jam. “Ah, ini sudah waktunya makan malam ya? Aku ingin sup kentang dan nasi saja.”


“Baik, Nyonya.”


“Siapkan yang banyak, suamiku bilang dia akan pulang lebih awal.”


“Baik, Nyonya.”


Dan karena perkataannya sebelumnya, Nana kini bersiap untuk mempercantik diri dan menyambut kedatangan sang suami tercinta nya.


Jam demi jam berlalu, dan Sebastian belum kunjung pulang.


Yang mana membuat Nana sedih, dia menggapai ponsel untuk menelponnya.


“Hallo?” tanya Nana dengan suara sedih. “Mas tidak jadi pulang cepat?”

__ADS_1


“Astaga, maafkan aku, Sayang. Aku lupa, aku bertemu mentri kelautan hari ini, dia mengajakku makan malam.”


“Baiklah,” ucap Nana dengan nada suara merendah. “Kalau begitu pulang dengan cepat begitu selesai.”


“Pasti, Sayang. Kau menginginkan sesuatu?” tanya Sebastian.


“Aku hanya ingin Mas cepat pulang.”


“Baik, Sayang. Tunggu sebentar lagi ya.”


Dan setelah menutup telpon, Eve datang. “Nyonya, ada tamu.”


“Siapa?”


“Tuan Arnold dan Tuan Mike.”


“Ah… Mike datang?” tanya Nana antusias. Dia segera menuruni tangga.


“Hallo, Mike.”


“Hallo, Lily,” ucapnya datang memeluk.


“Kenapa tidak menelpon akan datang, Dad? Sebastian masih belum pulang.”


“Ah, benarkah? Syukurlah, daddy datang untuk meminta kalian menghadiri ulangtahun Mike.”


“Woww… tentu kami akan datang. Bagaimana kalau makan malam bersama?”


“Tentu,” ucap Arnold. “Dimana Hans?”


“Hans? Bukankah selalu bersama dengan Sebastian? Dia sekretarisnya bukan?”


Arnold tertawa. “Hans tidak menjadi sekterarisnya, sekarang sekretarisnya adalah Jenni. Kupikir Hans menjagamu di rumah.”


“Jenni? Dad yakin namanya Jenni? Bukan Jono atau Joko?”


“Dia wanita, Nana.”


Nana terdiam, Sebastian tidak pernah membicarakan hal ini padanya.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


TBC


__ADS_2