Kandas

Kandas
Ketidakpahaman


__ADS_3

Aku tidak paham apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan Dika. Aku sudah melakukan yang terbaik bahkan tidak pernah mengeluh akan sikap Dika padaku. Tapi hari ini Dika membuatku sangat kecewa. Status yang dibaca oleh semua orang, lalu setelah di baca teman-teman Dika bukankah itu akan di bahas mereka. Lalu apa yang akan di jawab Dika, apakah dia akan menyalahkan sikapku padanya, atau adakah yang lainnya ?. Aku selalu bertanya pada diriku sendiri, kesalahan apa yang kulakukan hingga Dika sampai harus membuat status itu saat sudah pergi dari hadapan ku. Kalau pun aku salah, seharusnya Dika memberitahuku, bukan malah memamerkan kepada teman-temannya kalau aku salah. Aku benar-benar kecewa dengan sikap Dika seperti anak-anak. Hingga akhirnya aku tidak peduli lagi dan tidak mengabarinya mulai hari itu.


****


Beberapa minggu telah berlalu, bahkan aku tidak peduli akan Dika. Yang tadinya aku selalu meluangkan waktu ku untuknya, bahkan selalu mengganggunya bekerja. Tapi kini aku tidak peduli, bahkan aku akan belajar untuk melepasnya dalam hidupku. Yah awalnya aku bisa bahkan aku berusaha mencari pengganti Dika saat itu dengan mendekatkan diri pada teman laki-laki yang sekampus dengan ku. Tapi nyatanya kembali seperti dulu, aku tidak bisa. Ketika aku selalu ingin melakukan hal itu, aku selalu kepikiran bagaimana perasaan Dika melihat aku seperti itu, aku tidak ingin dia kecewa akan sikap ku yang tidak menjaga perasaanya dengan dekat laki-laki. Aku selalu kepikiran untuk bisa melakukan segalanya hanya untuk dirinya. Walau beberapa hari ini aku cuek bahkan tidak memberi kabar kepada Dika, aku masih saja terfokus padanya.


Tapi nyatanya berbeda dengan Dika yang biasa-biasa saja, bahkan dengan baiknya Dika selalu membuat status yang dekat perempuan lain. Bahkan mereka pergi dimalam hari tanpa memberitahuku apa-apa. Aku berusaha menahan, ya menahan rasa sakit. Sakit, tentu saja bahkan bisa dikatakan rasa sakit itu semakin lama semakin membekas dengan sikap yang semakin lama membuatku muak. Sikap Dika yang ingin di mengerti namun tidak ingin mengerti orang lain, membuatku tidak peduli keadaan. Aku seperti tempat dimana Dika merasa sedih, namun ketika bahagia Dika akan menjauh dari hadapanku. Aku tahu akan hal itu, tapi aku selalu bertahan pada cinta sepihak yang memuakkan.


Malam yang panjang dan suasana hati yang masih saja terbawa akan kekecewaan, membuatku hanya menghabiskan waktu dengan membaca komik sambil mendengarkan lagu. Yah malam yang sepi dan suasana yang tenang, membuatku lupa akan segalanya, hingga tiba-tiba handphone ku mendapat pesan. Aku yang malas untuk membuka pesan hanya membiarkannya saja, selang beberapa menit kembali handphone ku berbunyi menandakan pesan datang, tapi tetap saja aku tidak peduli. Aku masih saja asik dengan dunia khayalanku. Aku yang mash terhanyut akhirnya merasa kesal karena nada dering handphoneku berbunyi. Seketika aku melihat nama Dika kembali di layar handphone ku, lalu dengan malasnya aku menjawab telepon itu.

__ADS_1


"Panggilan”


“Keluar” kata Dika dan langsung mengakhiri telepon.


Aku yang belum mengatakan apa-apa, hanya bisa beranjak dari tempat tidur. Lalu membuka pintu kost, melihat Dika yang sudah berada di depan. AKu dengan malasnya membuka gerbang dan langsung duduk tanpa mengatakan apa-apa.


“Bagaimana keadaan mu?” kata Dika


“Kenapa kamu mengatakan hal itu ?” kata Dika

__ADS_1


“Kenapa ? Apa aku salah ?” kataku


Dika hanya terdiam tanpa mengatakan apa-apa


“Apa kamu punya masalah?” kataku


“Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu, aku hanya datang kesini untuk mencari ketenangan” kata DIka


“Aaaahhh… ketenangan” kataku sambil betsandar

__ADS_1


“Apa kamu tidak bisa menjadi tempat sandarku saat ini” kata Dika dengan wajah lemas


Lalu bagaimana aku bisa mengacuhkan Dika yang bersikap hal itu di depanku. Rasa kasihan itu datang saat itu juga dan bahkan aku melupakan kekesalan ku hanya untuk bisa menemaninya. Tapi semua tak pernah Dika pahami, Dika hanya tahu kemana dia merasa nyaman maka dia akan datang, tanpa peduli apakah orang yang dia datangi menerimanya dengan baik atau karena terpaksa.


__ADS_2