Kandas

Kandas
Kata maaf


__ADS_3

Tiga minggu telah berlalu, aku berusaha menerima segalanya. Dan seperti biasa, Dika kembali seperti tidak membutuhkan aku. Tidak ada kabar dan tidak ada pertemuan. Aku berusaha menerima segala yang terjadi, bahkan aku ingi melupakan apa yang sudah dilakukan Dika. Dengan bertekad aku ingin melupakan segalanya. Maka dengan begitu hubungan kami akan baik-baik saja, dan itulah yang aku lakukan saat ini. Aku yang sudah tidak memiliki kabar darinya, akhirnya menghubungi Dika kembali. Karena bagiku waktu untuk tiga minggu adalah hal yang sudah terlalu lama untuk kami saling menenangkan diri.


Aku mengirim pesan padanya saat itu, tapi Dika tidak membalasnya sama sekali. Aku kembali mengirim pesan padanya.


“Pesan singkat”


“Apa kamu sibuk ?” kataku


Tidak ada balasan yang ku dapat, padahal dia sedang aktif saat itu


“Baiklah jika kamu sibuk, aku hanya ingin minta maaf atas apa yang aku lakukan, aku tahu aku salah karena menuduh kamu yang tidak-tidak, tapi tolong mengertilah, itu karena aku cemburu bukan karena yang lainnya” kataku


Saat itu Dika membaca dan langsung membalas

__ADS_1


“Baiklah, aku tahu kamu marah, tapi semuanya tidak seperti yang kamu pikirkan” kata Dika


Melihat balasannya, akhirnya aku kembali tersadar. Siapa yang melakukan kesalahan dan siapa yang meminta maaf disini. Aku tidak tahu, kenapa bisa seperti ini tapi kenapa rasanya aku yang bertingkah disini. Seolah-olah aku yang membuat kesalahan, sehingga aku yang mengemis untuk meminta maaf padanya, bahkan aku yang harus menghubungi dia. Sedangkan dia tidak melakukan apa-apa, dia malah membuat status bersama teman-temannya saat kami sudah mulai bertengkar, bahkan hingga saat ini kata maaf tidak ada terucap dari bibirnya bahkan dari pesan yang dikirim padaku. Aku pun kembali membalas pesannya yang sudah ku baca.


“Iya aku tahu aku salah, dan aku minta maaf atas apa yang aku lakukan” kata ku


“Sudah lupakan saja, kamu sekarang dimana?” kata Dika


“Oh iya, aku libur saat ini. Aku ingin ketemu sama mu” kata Dika


“Baiklah, nanti aku kabari kalau sudah pulang” kataku


Pulang kuliah pun tiba, dengan cepat-cepat aku langsung menghubungi Dika, melihat hal itu temanku pun bertanya

__ADS_1


“Kamu masih ketemu sama dia, setelah apa yang dilakukan sama mu ?” kata teman


“Dia sudah jelaskan kalau mereka gak ada hubungan apa-apa kok” kataku yang baru selesai memberi kabar kepada Dika


“Baiklah, aku gak bisa melarangmu” kata teman


“Tenanglah, Dika hanya milikku seorang” kataku


“Dasar ya, ya sudah aku pergi diluan ya, bye” kata temanku yang pergi


Aku hanya melambaikan tangan sambil terebyum padanya, walau jujur saja aku takut akan apa yang terjadi saat ini. Karena nyatanya pihak ketiga sudah datang dalam hubungan yang selama ini ku jaga. Aku berpura-pura bahwa semua masih bisa aku kendalikan, walau nyatanya semakin erat aku pegang, semakin lepas semua yang aku miliki. Ketakutan akan hubungan ini membuat aku selalu ingin segera menjelaskan hubungan kami. Tapi semakin aku berusaha, semua seperti hanya aku yang berjuang sendiri, sedangkan Dika hanya duduk manis menjalani segalanya.


Akhirnya selama tiga minggu lebih aku tidak bertemu dengan Dika, akhirnya aku melihat Dika yang selama ini aku kagumi. Dika yang datang dengan gaya seperti biasanya langsung menghampiri ku yang sudah menunggunya. Akhirnya tanpa banyak bicara, kami pun berangkat ke tempat Dika, dan selama perjalanan kami tidak ada bicara ataupun saling sapa. Diam seperti bisu adalah kegiatan kami selama diperjalanan.

__ADS_1


__ADS_2