Kandas

Kandas
Kenyamanan


__ADS_3

Tinggal menunggu hari lagi, aku akan berangkat ke tempat magangku. Yah kami ada beberapa orang dari jurusan yang berbeda-beda. Aku dan satu teman jurusan yang samapun ada hanya saja beda tempat perusahaan. Sebelum kami pergi, aku dan kedua teman ku berangkat ke kota tersebut untuk mencari tempat tinggal selama 3 bulan. Dari pagi sampai sore kami mencari tempat tinggal yang akhirnya aku dapat sesuai keinginanku. Selama di kota itu, begitu damai dan tenang bahkan dengan keadaan ini, akan membuat aku dengan cepat melupakan segalanya tentang Dika.


Ku pikir memang seperti itu, hingga tiba-tiba Dika mengirim pesan padaku.


“Pesan Singkat”


“Kok kamu pergi gak bilang-bilang” kata Dika


“Aku hari ini hanya memantau tempat magang ku bersama teman-teman” jawabku dengan polosnya


“Kapan balik?” kata Dika Kembali

__ADS_1


“Nanti sore, mungkin nanti malam sudah sampai” kataku


“Baik lah, aku tunggu” kata Dika


Jelas saja Dika menanyakan hal itu, karena Dika tahu bahwa di kota itu aku akan magang selama 3 bulan. Dan saat ini aku tidak pamit padanya, hanya membuat status tiket bus untuk ke kota seberang. Selama diperjalanan, aku hanya melihat sekeliling dengan pemandangan yang awalnya penuh dengan pohon-pohon yang rindang dan diakhiri dengan lingkungan masyarakat. Cahaya lampu yang menerangi setiap laju bus yang berjalan membuat aku merasa tenang.


Berharap semoga semua yang saat ini kami jalani dan kami rencanakan akan berjalan baik tanpa kendala. Dan semoga semua permasalahan yang aku hadapi semua memiliki jalan yang baik. Aku mengharapkan sebuah keajaiban akan hubungan yang saat ini aku jalani bersama Dika. Yah keajaiban akan hubungan seperti apa yang harus kami jalani.


Sesampainya di kost, aku langsung istirahat tanpa melihat pesan yang masuk ke handphone ku. Aku tidak peduli saat itu karena aku sudah lelah seharian ini untuk mencari tempat tinggal disana. Hingga pagi telah tiba, untungnya hari ini kami tidak ada jadwal perkuliahan yang akhirnya membuat aku Kembali merebahkan badan ku dalam tempat tidur. Hingga tiba-tiba handphone ku berbunyi dan kembali aku melihat nomor Dika


“Ada apa ?” kataku

__ADS_1


“Kamu di kostkan ?” kata Dika


“Kenapa?” kataku singkat


“Aku baru pulang kerja, aku datang ya” kata Dika yang langsung mengakhiri panggilan itu.


Aku yang tadinya ingin melanjutkan tidur, akhirnya beranjak dari tempat tidur dan setidaknya cuci wajah untuk tidak terlihat bahwa aku baru bangun. Yah seperti bertemu seseorang, aku bergegas dengan mengubah penampilanku. Yah setidaknya aku sedikit menawan untuk dilihat walau jujur saja itu tidak ada gunanya. Beberapa menit kemudian, suara mesin motor Dika datang dan aku langsung menghampiri dan membuka gerbangnya.


Setelah Dika memarkirkan motornya, aku dan Dika pun masuk ke kost dan duduk bersebelahan. Dika langsung tidur tanpa mengatakan apa-apa saat itu. Aku hanya diam saja, hingga tiba-tiba Dika menarik tangan ku yang membuat posisiku juga tertidur tepat di badannya. Aku yang ingin menjauh, langsung di dekap Dika dengan kuat


“Biar seperti ini dulu” kata Dika pelan

__ADS_1


Aku yang mendengar perkataannya akhirnya menuruti keinginan Dika. Yah ini pertama kalinya Dika memelukku saat tidur, setelah apa yang sudah kami lalui. Aku merindukan kehangatan yang kini semakin sulit ku dapat dari Dika. Tapi aku bisa apa, aku tidak bisa memaksa segalanya dengan ego ku, walau begitu semua yang ku jalani saat ini semoga berjalan dengan baik. Yah itu adalah harapan ku.


__ADS_2