
Aku yang sudah melangkahkan kaki sambil melihat sekeliling pada akhirnya terdiam sejenak. Aku yang terdiam melihat lingkungan yang tenang membuatku merindukan dia yang jauh disana. Awalnya ku piker aku bisa tanpa hadirnya, tapi tetap saja aku terjebak, aku masih terhanyut akan kehadirannya. Aku yang Kembali melangkah akhirnya melihat handphone ku, aku akan bertahan untuknya Kembali.
Yah.. itu lah yang aka aku lakukan. Aku yang mencintainya akan bertahan aka napa yang sudah dilakukan padaku. Aku akan berusaha untuk menjadi seperti dirinya. Aku Kembali pada pilihan ku untuk bertahan akan hubungan yang nyatanya semakin ku jalani semakin ku sesak.
Sesampainya aku di kost, dengan cepat aku melihat nomornya dan ingin menghubunginya. Aku akan membuka hatiku untuknya Kembali, karena nyatanya perasaan ku masih ada untuknya bahkan dengan kata lain beberapa kalipun dia menyakitiku, aku masih tetap mencintainya. Aku yang ingin menghubunginya, tiba-tiba terhenti karena handphone ku berbunyi.
Aku yang melihat nama yang menghubungiku membuatku terdiam. Ku pikir itu adalah Dika, tapi ternyata orang lain. Aku dengan lemasnya menjawab telepon tersebut dan menghabiskan malam dengan dia sampai tertidur.
Besok paginya, aku yang masih bingung harus berbuat apa sebelum melangkah ke tempat magang, karena nyatanya tinggal 2 hari lagi sebelum ke tempat magang. Aku menghabiskan waktu ku di kamar sambal termenung. Aku habiskan waktu ku dengan membaca komik, dan tidak mempedulikan pesan dari siapa pun itu.
Karena aku hanya ingin tenang Ketika aku sedang seorang diri. Hingga kemudian, handphone ku berdering dan betapa kagetnya aku Ketika melihat nama yang menghubungiku. Dengan cepat aku langsung duduk dan merapikan penampilan ku.
Aku langsung menjawab video callnya
“Kenapa kamu gak kabari aku?” kata Dika
__ADS_1
“Kabari apa ?” kata ku
“Kalau kamu sudah kesana?” kata Dika kesal
“Kenapa aku harus memberitahumu ?” kataku singkat
“Apa kamu masih marah dengan kemarin” kata Dika
“Apa itu penting” kataku
“Sebutuh apa kamu akan aku?” tanya ku
Dika pun terdiam
“Kamu saja diam ketika aku menanyakan hal ini, lalu kenapa aku harus memberitahu mu” kataku
__ADS_1
“Aku menghubungi mu karena ingin tahu kamu dimana” kata Dika
“Aku sudah tidak disana” kata ku
“Yah, kamu memang sudah tidak disini, karena itu aku menghubungi mu” kata Dika
“Ya ya ya…” kataku singkat sambil tersenyum
“Kamu cantik kalau tersenyum” kata Dika
Aku yang mendengar hal itu kembali terdiam. Dika yang melihat perubahan ku yang dengan cepat, langsung tertawa saat itu juga. Aku yang melihat Dika kembali seperti dulu membuat aku merasa senang. Yah kami yang sudah lama tidak saling tersenyum, bahkan saling bercanda tawa setelah kejadian itu, akhirnya hari ini bisa kami lakukan.
Aku yang tadinya tidak memikirkan apa-apa akhirnya aku bertekad akan mempertahankan Dika. Aku akan berjuang sekuat tenaga agar Dika Kembali padaku, Aku akan membuat Dika kembali seperti dulu. Yah itulah yang aku pikirkan saat itu, aku tidak peduli lagi, aku tidak akan menyerah akan hubungan ini. Aku akan perjuangkan semampuku, aku tidak akan memkirkan kedepannya seperti apa. Yang pasti aku akan berjuang, dihargai atau tidak semua akan aku lihat bagaimana Dika merespon yang aku lakukan untuknya.
Karena bagiku, aku akan membuat Dika Kembali padaku dan perempuan yang sudah menjadi penganggu hubungan kami akan menyerah sendiri. Aku yakin akan hal itu dan aku menanti hari bahagia kami berdua. Yah hari bahagia dimana hanya ada aku dan Dika seorang dalam hubungan ini.
__ADS_1