
Pertemuan yang di awali dengan pelukan rindu membuat kami menghabiskan waktu saat itu. hingga Dika mengajak ku melihat dia main futsal. Tentu saja aku mau, tapi aku memasak makan malam terlebih dahulu untuk kami berdua. Dengan kata lain seperti berumah tangga yang sederhana. Itu adalah harapan ku dalam hubungan ini. Namun sebelum itu, Dika pamit padaku untuk berganti pakaian, dan aku pun tidak lupa untuk siap-siap. Setidaknya berpenampilan cantik di hadapan teman-teman Dika adalah prioritasku untuk membuat Dika tidak malu bersama ku.
Beberapa menit kemudian, Dika datang dengan baju futsalnya. Kami pun berangkat ke lapangan saat itu, dan teman-teman Dika sudah menunggu di lapangan tersebut dengan membawa pasangan masing-masing. Aku yang tidak mengenal siapa-siapa hanya diam duduk manis sambil melihat Dika yang sudah melakukan pemanasan untuk bermain futsal.
(Aah dia sangat tampan) kataku dalam hati sambil tersenyum melihat Dika. Karena terpukaunya diriku akan dirinya sampai-sampai aku tidak sadar melihat Dika menghampiri ku.
Tatapan ku yang mengikuti kemana Dika berada tepat di depan mu, Dika pun berlutut saat itu. Sambil memanggil namaku, Dika terus melambaikan tangannya tepat di hadapan ku.
"Hey Vit, kamu kenapa ?" tanya Dika
Aku masih saja memandangnya dengan rasa kekaguman
"Hey, kamu kenapa sih ?" kata Dika sambil menyentil kening ku
"Aauuuu" kataku sambil memegang kening ku
"Ah sakit ya, maaf ya" kata Dika sambil mengelus keningku
Aku dan Dika yang saling melihat membuat suasana menjadi lama. Hingga aku yang sadar dengan cepat mengalihkan pandangan sambil berkata dengan sedikit kesal
__ADS_1
"Sakit tahu " kataku yang memegang kening ku
"Ah, iya itu maaf" kata Dika sambil berdiri dan memegang kepalanya
Kami pun terdiam sesaat
"Masih sakit ya?" kata Dika
"Menurut mu ?" kata ku sambil melihat Dika dengan tanganku di kening
"Habisnya aku panggil dari tadi kamu malah hanya lihat saja, seperti orang yang bengong saja" kata Dika
"Aahhh, itu ehmm" kataku dengan gugup
"Enggak ngapain kok, aku kan lihat kamu main futsal" kataku
"Lihat aku main futsal, tapi kayaknya gak tuh" kata Dika
"Oh. itu aku mungkin kurang fokus, hehee" kataku sambil tertawa kecil
__ADS_1
"Iyakah ?" kata Dika
"Gak percaya amat dah" kata ku
Dika yang memperhatikan aku sambil berpikir membuat aku gugup
"Apa jangan-jangan kamu..." kata Dika
"Ayo Dik, pacaran mulu" kata teman Dika yang membuat pembicaraan kami terhenti
"Ah iya ini aku datang" kata Dika sambil meninggalkan aku.
"Uuhhhh selamat" kataku sambil menghela nafas
Dika pun bermain futsal dengan baik bahkan tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Saat itu Dika dan teman-temannya pun sudah selesai bermain.
"Kita pulang yok ?" kata Dika
"Ayo. aku juga udah ngantuk" kata ku
__ADS_1
Kami pun pulang saat itu dan dalam perjalanan aku memeluknya dari belakang. Walaupun keringat sudah menempel pada tubuhnya, aku tetap merasa nyaman akan berada di sampingnya. Selama di perjalanan, pelukan itu tidak pernah ku lepas. Bahkan Dika memegang tangan ku saat itu. Bukankah itu adalah hal romantis bagi setiap pasangan yang sedang di mabuk cinta. Serasa hanya milik berdua dan tidak ingin berpisah walau hanya sebentar saja.
Malam yang panjang namun memiliki kenangan yang indah untuk kami berdua.