
Kami pun keliling tanpa arah tujuan, hingga akhirnya kami sampai disuatu trmpat yang bisa dikatakan tempat berkumpulnya para pasangan di malam itu. Kami pun melihat sekeliling tanpa mengatakan apa-apa. Menghirup udara malam ditemai oleh pujaan hati adalah hal yang begitu istimewa untukku. Kami habiskan waktu saat itu, hingga tiba-tiba
"Ayo kita pergi" kata Dika
"Kemana lagi?" tanyaku
"Udah deh, ayok" kata Dika yang langsung menyalakan motornya.
Mau tidak mau aku pun mengikuti Dika. Selama diperjalanan, aku masih memeluknya seperti tidak ingin melepasnya. Hingga kami berhenti di sebuah rumah makan. Aku yang melihat tempat tersebut hanya mengikuti Dika saat itu. Kami pun duduk dan memesan makanan.
"Kenapa tiba-tiba kesini ?" tanya ku
"Tentu saja karena aku lapar ditambah lagi disini ada free wifi" kata Dika
"Jadi kamu kesini karena ada wifinya?" tanya ku
"Iya dong, daripada aku habisin paket untuk mendownload, kenapa gak di manfaatin aja" kata Dika dengan santainya
__ADS_1
"Hemm... dasar" kataku
"Oh iya, aku gak bawa duit. Kamu yang bayarin ya nanti" kata Dika
"Apa ?. Astaga kamu bawa aku kesini tanpa ada persiapan. Gimana tadi kalau aku tidak bawa duit?" tanya ku yang terkejut dengan sikap Dika
"Aku tahu kamu selalu bawa duit kok, makanya aku tenang saja" kata Dika yang mulai asik menggunakan handphonenya.
Mendengar perkataan Dika membuat aku terdiam. Aku tidak habis pikir bagaimana tadinya jika aku tidak memegang uang saat itu. Apa yang harus aku lakukan, apakah Dika tidak memikirkan hal itu ?. Rasanya aku kesal dengan sikap Dika, tapi pada akhirnya aku hanya bisa terdiam. Karena nyatanya, saat ini kami baru saja baikan, bagaimana mungkin kami berantam lagi hanya karena ini. Mau tidak mau kembali menahan amarah untuk dirinya. Selama pesanan belum datang, Dika semakin asik dengan handphonenya tanpa memperhatikan aku yang dari tadi terus melihatnya.
Serasa sendiri saat itu, karena nyatanya tidak ada pembicaraan bahkan tatapan pun tidak. Membuat aku semakin kesal dengannya.
" Tentu saja, kan itu makanya aku mengajakmu" kata Dika tanpa melihat aku
"Baru kali ini kamu mengajak aku keluar dan baru kali ini juga kita makam diluar, tapi kamu malah fokus dengan handphone mu ?" tanya ku
"Ayolah, kita udah sering bertemu kan, jadi gak usah aneh-aneh lagi deh" kata Dika
__ADS_1
Saat aku ingin membalas perkataan Dika, saat itu juga pesanan kami datang. Dengan segera Dika langsung menyantap makanan itu tanpa mengatakan apa-apa. Melihat hal itu, aku hanya mengikuti Dika yang sedang makan. Setelah beberapa menit, makanan di meja pun habis tapi Dika masih saja fokus dengan handphonenya. Melihat hal itu, aku pun juga melakukan hal yang sama. Menghabiskan waktu dengan handphone, sambil melihat sekeliling.
"Lebih baik aku dikost menghabiskan waktu daripada disini tapi seperti bukan pasangan" kata ku dalam hati
Aku pun menunjukkan wajah kesal ku padanya. Sambil memutar-mutar handphone yang aku letakkan di meja. Tapi Dika tetap tidak peduli. Hingga beberapa menit, Dika pun melihat aku
"Udah bosan ?" kata Dika
"Udah lanjut aja dulu kalau masih belum selesai"kata ku
"Bentar lagi ya, biar kita pulang" kata Dika
"Lanjut saja" kataku singkat
"Oh iya, uangnya mana ?" tanya Dika
"Uang ?. Oh tunggu" kataku sambil mengambil uang di saku jaketku
__ADS_1
Dika langsung mengulurkan tangannya di meja saat itu sambil melihat handphonenya. Saat itulah kesalku semakin dalam, aku hanya diam saja. Dika langsung membayarkan pesanan kami sedangkan aku langsung kleiar begitu saja. Saat itu juga Dika langsung mengantar ku pulang. Diperjalanan tidak ada kata-kata yang terucap hanya terdiam mengikuti cahaya lampu di sepanjang jalan. Rame namun sunyi untuk ku nikmati, hingga akhirnya sampai di depan kost. Saat aku turun dari motor, Dika langsung pergi tanpa mengatakan apa-apa. Melihat hal itu, kembali aku hanya bisa menahannya walau jujur aku kesal tapi nyatanya aku tidak bisa berbuat apa-apa.