Kandas

Kandas
Kembali Terulang


__ADS_3

Semua masih sama seperti dulu datang saat butuh lalu pergi saat semua berjalan dengan baik, dan aku yang melihat semua hanya bisa terdiam dan melanjutkan segalanya tanpa memikirkan bagaimana akhir dari segalanya. Walau jujur aku selalu lelah dengan keadaan yang menyakitkan ini, tapi aku bisa apa, semua seperti terikat dengan ku yang tak bisa menjauh dari dia. Yah, aku yang dengan mudah selalu terpengaruh dengan sikapnya bahkan selalu menerima kehadirannya.


Yah seperti lupa cara yang diberikan kepada ku bahkan sakit yang masih terus membekas dalam hidup ku. Aku yang selalu menerima dirinya dengan senyuman bahkan memberinya kenyamanan ternyata tak mengubah keadaan bahkan tidak mengubah sikap Dika pada ku.


Semua masih sama sampai saat ini, hanya memberi luka yang tak kunjung sembuh. Bahkan luka yang dulu masih membekas dalam hati.


“Ah aku lelah, aku juga ingin merasakan bagaimana seseorang memberi perhatian yang lebih untuk ku, aku ingin dihargai layaknya sebagai perempuan yang penting untuknya, atau aku ingin merasakan bagaimana rasanya memiliki seseorang yang menganggap aku bahkan menghargai diriku dengan tidak mendekati wanita lain atau bahkan peduli kepada perempuan lain kecuali aku. Apakah aku egois mengharapkan hal itu?”


Aku selalu berpikir, apakah aku yang terlalu mengharapkan sesuatu darinya yang semakin lama semakin sulit untuk ku miliki. Hingga akhirnya aku selalu disalahkan dalam hubungan ini. Aku selalu berusaha yang terbaik, bahkan aku tidak pernah menunjukkan sikap atau keegoisan ku, aku sellau berusaha mengalah dengan sikap yang diberikan Dika padaku, yang pada akhirnya semua hanya menyakitkan untukku saja. Sedangkan Dika tidak pernah mempedulikan ku.


*****


Setelah melewati segalanya, akhirnya aku kembali ke tempat aku berada. Masalah magang pun selesai selanjutnya aku akan menyelesaikan perkuliahan ku dengan baik. Yah itulah yang aku pikirkan saat ini, aku tidak ingin berurusan dengannya lagi. Aku yang pulang dengan santai akhirnya sampai di kost dan beristirahat. Aku tidak memberitahunya karena bagiku, itu tidak penting lagi. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjauh darinya. Itulah yang dapat ku pikirkan dan dengan begitu mungkin aku bisa berusaha membuka hati ku dengan orang lain.


Tapi akhirnya Dika menelpon diriku kembali, dan selalu saja aku yang mudah terpengaruh akan dirinya kembali merespon dirinya. Bahkan aku memberi tahu tentang dirinya bahwa aku sudah ada di kost.

__ADS_1


“Kenapa?” kataku


“Dimana?” kata Dika


“Aku lagi istirahat” jawab ku dengan singkat


“Iya, tapi dimana?” kata Dika


“Di kost, kenapa?” kata ku


“Aku hanya kangen saja dengar suara mu” kata Dika


“Jauh dan juga nanti malam aku masih kerja” kata Dika


“Dekat kok, biasanya juga kamu selalu cepat datang” kata ku dengan santainyaa

__ADS_1


“Maksudnya?” kata Dika


Dengan cepat aku tersadar bahwa seharusnya aku menghindarinya, tapi aku malah memberitahunya. Apa yang terjadi dengan ku, aku benar-benar bingung. Dan pada akhirnya aku tidak membalas kembali, lalu pergi ke warung untuk membeli cemilan. Selama diperjalanan, aku melambatkan langkahku dan sambil melihat sekeliling. Hingga akhirnya mata ku tertuju kepada sosok laki-laki yang berdiri tepat di gerbang kost. Yah sosok yang semakin sulit untuk ku gapai, bahkan dihatinya namaku tidaklah berarti lagi.


Aku yang terus melihatnya sambil melangkahkan kaki untuk menemuinya. Semua benar-benar membuatku ingin menangis. Tentang semua yang sudah kami lalui, kenapa dengan mudah hancur begitu saja. Bahkan aku tidak paham, kesalahan apa yang aku lakukan hingga dirinya tidak mencintaiku lagi, aku selalu mencari alasan yang benar-benar terjadi, atau dengan kata lain kalau memang tidak mencintaiku lagi, kenapa memberiku harapan palsu yang selalu menambah luka yang semakin dalam.


Aku yang sudah berada tepat disampingnya, hanya bisa menerima dirinya yang sudah dari tadi menungguku


“Ada apa?” kataku


Dika yang mendengar suaraku, langsung melihatku dan tersenyum bahagia. Yah senyum yang sudah lama tidak ku lihat saat kami selalu bertengkar.


“Kamu sudah kembali, kenapa tidak memberitahuku” kata Dika yang mengikutiku dari belakang


“Aku hanya ingin istirahat saja tanpa ada gangguan” kata ku sambil membuka pintu kost

__ADS_1


“Aku rindu” kata Dika yang langsung memeluk ku dari belakang


“Ah pelukan yang nyaman yang ternyata juga sudah dirasakan oleh orang lain” (kataku dalam hati)


__ADS_2