Kandas

Kandas
Raut Wajah


__ADS_3

Setelah jarak kami yang semakin dekat, Dika melihat aku dengan heran. Karena aku tidak memberitahunya dengan penampilanku. Memakai gaun merah dengan sepatu hak tinggi dan tas yang digunakan untuk menghadiri sebuah acara.


“Kenapa kamu memakai gaun?” kata Dika heran


“Ah, tadi kami ada kegiatan kampus, makanya memakai gaun” kataku tersenyum


“Ku pikir kamu berdandan kayak gini untuk menggodaku” kata Dika


“Ha, kenapa kamu mengatakan hal itu?” kataku


“Tidak apa-apa sih” kata Dika yang melangkah ke kost


Aku mengikutinya dari belakang dan masuk ke kostnya, teman-teman Dika yang melihat penampilanku juga merasa heran dengan aku yang datang dengan memakai gaun.


“Dia baru dari kampusnya, ada kegiatan makanya dia pake gaun” kata Dika menjelaskan kepada teman-temannya.


Setelah Dika menjelaskan, mereka pun tidak lagi melihatku dengan aneh. Dan jelas saja aku mengikuti Dika naik ke kamar Dika. Karena di bawah sedang sibuk, dan biasanya kami juga di atas kalau sudah bersama. Aku pun merebahkan badan ku sebentar di tempat tidur sedangkan Dika pergi entah kemana, walau begitu aku tetap melanjutkan istirahatku yang sedikit. Dika yang datang dengan lemas, membuat aku sedikit khawatir karena dia sedang demam.


“Bagaimana keadaan mu?” tanyaku

__ADS_1


“Sudah lumayan kok” kata Dika yang ikut-ikutan rebahan


“Coba aku periksa dulu” kataku sambil meletakkan telapak tanganku ke keningnya


“Apa itu ada pengaruhnya?” kata Dika


“Entahlah, tapi dengan begini aku bisa merasakan suhu badanmu kan” kataku


“Lalu hasilnya seperti apa ?” kata Dika yang melihatku


“Hangat tuh” kata ku dengan singkat


Melihat aku yang menjawab seperti itu membuat Dika hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Aku yang tidak tahu hanya terdiam sesaat.


“Kamu lucu juga ya” kata Dika yang langsung mencubit pipiku


“Apaan sih” kataku yang membiarkan Dika mencubit pipiku


Dika pun melepaskan tangannya dariku sambil terus melihat aku. Aku yang tidak memperhatikan hal itu, hanya melihat-lihat sekeliling hingga akhirnya aku melihat tatapan Dika padaku. Tatapan seperti sedih, takut dan juga tatapan yang sulit untuk ku pahami. Aku tidak tahu, mengapa Dika melihat aku seperti itu dan jelas saja itu membuatku sedikit bingung.

__ADS_1


“Ada apa?” kataku


Dika hanya terdiam dengan tatapan itu lagi, tatapan yang tidak aku tahu artinya bahkan tatapan itu seperti sesuatu yang sulit untuk diungkapkan. Tapi tatapan itu masih bisa aku rasakan bahkan bisa aku bayangkan.


“Hey, kenapa sih?” kataku yang memegang tangan Dika


“Memangnya kenapa?” tanya Dika


“Seharusnya aku yang bertanya, ada apa denganmu sampai harus melihatku seperti itu?” kataku


“Memangnya tatapan ku seperti apa ?” tanya Dika


“Tatapan mu seperti sedih, takut, atau entahlah sulit aku gambarkan deh. Apa yang sedang kamu pikirkan ?” tanyaku


“Benarkah ?” kata Dika


“Ada apa, apa kamu ada masalah” kata ku


“Entahlah, tapi aku sedang bingung” kata Dika

__ADS_1


“Bingung kenapa?” kataku dengan cepat


Dika hanya melihatku tanpa mengatakan apa-apa lagi. Dengan tingkah Dika yang seperti itu semakin membuat aku bingung. Ada apa dengannya dan apa yang dipikirkan sehingga dia memiliki tatapan seperti itu. Tatapan yang sulit untuk ku pahami, ingin ku gali lebih dalam, tapi aku tidak bisa memaksa kehendakku untuknya. Aku tidak mau membuat Dika merasa terbebani dengan sikapku padanya, karena bagiku kebahagiaannya adalah prioritas untukku.


__ADS_2