
Jam menunjukkan tengah enam pagi, dengan cepat aku bangun dan langsung pergi ke rumah Dika. Nekat sudah pasti karena jam segitu sama saja mengganggu kegiatan pagi mereka, tapi dengan begitu mungkin aku akan bisa menjelaskan kepada Dika.
"Ibu" kataku sesampainya dirumah Dika
"Eh vita, udah datang" kata Ibu
"Dika dimana bu?" kataku
"Dikamarnya masuk aja" kata ibu
Aku yang langsung masuk tidak memperdulikan keadaan, adek-adek Dika yang sedang bersiap-siap untuk ke sekolah tidak membuat aku merasa terbebani.
"Dika" kata ku sambil mengetuk pintu kamarnya
Tak ada balasan saat itu
"Buka itu bang, jahat kali abang sama kakak" kata adek Dika
"Dika, buka pintu nya, dia udah datang pagi-pagi loh" kata ibu
Tetap tak da balasan darinya
__ADS_1
"Dik, tolong buka biarkan aku menjelaskan " kataku sambil terus mnegetuk pintu kamarnya.
Pintu pun terbuka, dengan cepat aku langsung samperin Dika yang sudah memojok di sudut di kamarnya. Ku peluk Dika dengan cepat dan mencium aroma minuman yang ada padanya.
(Dia minum berapa banyak hingga bau nya masih begitu melekat dalam tubuhnya) bilangku dalam hati
"Aku salah aku minta maaf " kataku yang masih memeluknya
Dika masih terdiam tanpa sepatah kata pun
"Kau salah paham, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan nya, percaya lah padaku" kataku sambil melihatnya
"Aku kecewa pada mu" kata Dika
"Udahlah, pulang sana, aku ingin sendiri" kata Dika sambil melepaskan pelukan ku
Melihat hal itu aku pun pergi tanpa mengatakan apa-apa padanya.
"Bagaimana?" kata ibu
"Dia gak mau dengar bu," kataku
__ADS_1
"Ya sudah biarkan saja dulu dia mau nya apa, nanti bakalan balik lagi kok. Ya udah kamu pulang saja" kata ibu
Aku hanya bisa menuruti apa yang di katakan ibu saat itu. Walau sebenarnya aku yakin bahwa Dika akan kembali pada ku seperti dulu. Aku pulang dengan tanpa penyelesaian, sesampainya di rumah aku melakukan aktivitas ku seperti biasa.
Hingga siang telah tiba...
Aku menghabiskan waktu dengan mengerjakan segala aktivitas di rumah sampai-sampai taman bunga ku ubah kembali tempatnya. Yah begitulah agar pikiran tidak lagi kepada Dika. lalu kemudian nada handphone pun berbunyi
*Pesan singkat*
"Datang dan jelaskan semua " kata Dika dengan singkat
Setelah membacanya aku dengan cepat pergi ke rumahnya saat itu tanpa peduli bagaimana keadaan ku. Aku melihat Dika sudah berada di depan rumahnya sambil duduk-duduk. Aku langsung menghampirinya dan duduk di sebelahnya
"Kau salah paham padaku, aku dan dia tidak memiliki hubungan" kataku
Dika masih terdiam tanpa ada kata-kata
"Aku sudah menjelaskan kepada mu, dan ku tidak akan memaksa mu lagi. Aku sudah datang pagi-pagi sekali hanya untuk menjelaskan pada mu, aku juga langsung datang saat kau suruh. Jika aku salah, pasti aku akan langsung tidak mempedulikan mu. Tapi sekarang keputusan ada di tangan mu, jika kau ingin mengakhiri lakukan saja, aku akan terima" kataku
Dika kembali terdiam dan tertunduk sambil memegang kepalanya. Melihat hal itu aku pun sedikit kecewa dengan sikapnya.
__ADS_1
"Sudahlah, aku tidak ada bilang apa-apa lagi, jika kau masih ingin berpikir silakan, aku pergi" kataku sambil meninggalkan Dika
Tak ada kata-kata yang terucap sampai aku pergi. Aku tidak melihat ke belakang lagi karena akhirnya hanya aku yang lelah sendiri disini. Dan akhirnya aku dan dia tak akan bersama lagi.