Kandas

Kandas
Pertanyaan


__ADS_3

Aku yang terbaring dalam pelukan pada akhirnya merasa nyaman dan diakhiri dengan tidur yang tepat berada di dekatnya. Aku yang merasa nyaman akan dirinya membuat ku selalu menanti akan dirinya dalam setiap langkah ku. Aku menanti kebahagiaan yang selama ini ku impikan bersama Dika. Dan aku berharap Dika juga merasakan apa yang kurasakan.


****


Hingga waktu terus berjalan dan menandakan hari sudah mulai siang. Aku yang terbangun terlebih dahulu melihat Dika masih tertidur pulas. Aku dengan pelan-pelan membalikkan badanku dan memperhatikan wajah Dika yang tertidur. Aku yang selalu mengagumi wajah Dika, aku yang selalu berada di dekat Dika dikala kesusahan, membuat ku merasa hancur.


Aku yang tidak mengerti kenapa Dika dengan mudah membuka hatinya dengan perempuan lain, bahkan mengkhianati aku yang sudah bertahan lama dengannya.Aku benar-benar bingung, kesalahan apa yang aku lakukan, hingga Dika dengan mudahnya mengkhianati aku bahkan melepaskan perasaan nyamannya untuk perempuan lain.Aku yang terlarut dalam pertanyaan yang tidak bisa aku jawab seorang diri, membuat aku ingin menanyakan hal itu.


Tapi setiap aku bertanya, Dika tidak akan pernah mau menjawab semuanya.Dika seperti orang bisu yang bahkan tidak mau menyampaikan sepatah kata yang membuat aku yakin akan dirinya. Dika seperti orang yang tidak bisa memilih antara aku atau perempuan itu. Semua benar-benar membuat ku ingin menyerah. Tapi setiap aku bertahan, setiap itu jga rasa kecewa ku bertambah.


Aku yang masih saja memperhatikan wajah Dika, tanpa sadar menyentuh wajahnya yang membuat Dika terbangun


“Ah, sudah jam berapa?” kata Dika


“Sudah jam 11 “ kataku singkat


“Ah, aku harus pulang” kata Dika

__ADS_1


“Yah pulanglah, dia sudah menanti mu disana” kataku


Dika yang mendengar perkataan ku tiba-tiba langsung terdiam. Sedangkan aku langsung berdiri dan langsung menghadap pintu. Aku berdiri sambil melihat sekitar kost yang sepi tanpa ada orang lewat. Dika pun berdiri saat itu juga dan bersiap-siap untuk pergi.


“Kamu kemana hari ini ?” kata Dika


“Apa peduli mu” kata ku yang langsung melihat Dika


“Ayolah Vit, apa kamu gak lelah?” kata Dika


“Lelah ?, Lalu bagaimana dengan mu ?” kataku


“ Baiklah, kalau begitu aku akan bertanya, kita sekarang apa ?” kataku


“Maksudnya ?” kata Dika


“Yah, hubungan kita ini apa ?” kataku

__ADS_1


“Entahlah” kata Dika


“Hahahaaa, ayolah Dika kamu membuatku muak” kataku


Dika hanya terdiam saat aku mengatakan hal itu. Dan itu memang benar-benar membuatku muak.


Aku langsung masuk ke dalam tanpa mengatakan apa-apa kepada Dika.


“ Vita, aku butuh kamu” kata Dika


“Lalu, bagaimana dengannya ?” kata ku


Dika kembali terdiam


“Baiklah, selamat siang” kataku yang langsung menutup pintu


Aku terdiam sejenak, dan aku mendengar Dika yang sudah siap-siap untuk pergi. Aku menyerah, yah aku benar-benar menyerah dengan sikap yang selalu saja tidak bisa memberiku jawaban. Setelah apa yang terjadi Dika masih saja tidak bisa menjadi seorang dengan pendiriannya.

__ADS_1


Yah mungkin dengan kepergian ku ke kota seberang selama beberapa bulan, akan membuat aku segera merasa tenang atau bahkan dengan begini, aku bisa melupakan masalah yang membuatku tertekan. Aku yang langsung siap-siap Menyusun barang-barang untuk dibawa ke kota seberang.


Membuat aku melupakan sejenak permasalahan yang aku alami. Ku sibukkan waktu ku dengan cepat, agar aku bisa berangkat, walau memang belum waktunya ke kota seberang. Lalu untuk apa aku disini dengan menahan sakit yang tidak ada akhirnya.


__ADS_2