Kandas

Kandas
Sesak


__ADS_3

Aku yang mendengar bagaimana Dika menghubungi Ibu dan bahkan dengan mudah meminta uang untuk pernikahan membuat aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku terdiam seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan bahkan aku memamlingkan wajah sambil tersenyum menutupi perasaan ku yang bahkan tidak bisa ku sampaikan, apakah aku bahagia, kecewa, atau yang lainnya. Juju raku tidak bisa mengatakan apa-apa.


Hingga saat ibu meletakkan HPnya, Ibu melihatku dengan wajah yang sedih.


“Vita, kamu tidak apa-apa?” kata Ibu sambil memegang pundakku


Aku yang memalingkan wajah kembali melihat Ibu sambil tersenyum.


“Aku bisa apa bu, apakah aku harus marah?” tanyaku


Ibu mendengarku hanya terdiam dan tidak bisa mengatakan apa-apa.


“Ahhh, ternyata apa yang sudah aku lakukan semuanya masih tidak berguna bu” kataku dengan nada sedih.


“Yah kita tidak bisa memaksa kehendak mereka dan kamu tahu sendiri mengapa mereka menikah dengan tergesa-gesa begini.”


“Benar, mereka tidak mungkin tidak segera menikah dengan kandungan yang sudah mau menjalani 4 bulan, hahhaahhaa aku tidak bisa berkata apa-apa lagi” kataku

__ADS_1


Ibu kembali terdiam dengan pernyataan ku


“Huh, jujur bahkan mereka mau menikah saja, Ibu tidak di undang Vit. Dika masih tidak menganggap Ibu sebagai orang tuanya. Ini saja baru menghubungi saya hanya untuk meminjam uang dan lihat sendiri saat aku mengatakan tidak ada uang, dia menjawab seperti itu dan mengakhiri telponnya.” kata Ibu


“Ya sudah bu, kita bisa apa semua tergantung kepada mereka. Kita akan lihat bagaimana cara mereka menjalani kehidupan mereka lagi. Lalu aku mungkin tidak akan pernah melangkahkan kaki ku kesini lagi, soalnya aku tidak mau menjadi pihak ketiga dalam pernikahan mereka, cukup dia yang merusak hubungan ini. Tapi untuk aku tidak bu” kata ku sambil tersenyum.


Mendengar hal itu, Ibu hanya bisa terdiam tanpa mengatakan apa-apa bahkan karena tidak bisa berkata ibu memalingkan wajah sambil berkata


“Saya lebih menyukai kamu daripada dia, tapi karena dia sudah mengandung cucuku, aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Ibu hanya berharap semoga kamu juga menemukan kebahagiaan kamu segera.” kata Ibu


Aku yang mendengar hal itu tidak dapat berfikir kembali, aku merasa sesak dengan semua yang sedang ku jalani. Yang akhirnya membuat aku ingin pulang dan istirahat di rumah. Tanpa menunggu lama, akhirnya aku pamit kepada ibu dan hanya tersenyum dengan semua yang terjadi.


Bagaimana bisa semuanya seperti ini, dimana kesalahan yang telah ku perbuat sampai aku dan hubungan ini hancur. Aku telah bertahan, tapi kenapa semuanya masih tidak sesuai keinginan ku. Aku tidak paham kesalahan apa yang telah ku perbuat. Aku tidak paham akan semuanya, seperti membalikkan telapak tangan, semuanya berjalan dengan cepat tanpa melihat kesalahan.


Ku habiskan waktu ku selama di kampung dengan melupakan apa yang sudah aku alami, yah dengan kepulangan di kampung berharap semuanya tidak lagi ku ingat hingga tiba-tiba suatu hari, adik yang tinggal di kost chat aku.


*Pesan*

__ADS_1


“Kak, aku mau kasih tahu sesuatu” kata adik


“Hm ada apa dek?” balasku


“Kakak tahu, waktu kakak pulang ke kampung, ada yang datang ke kost. Aku tidak tahu siapa, tapi yang jelas dia pakai motor dan berhenti tepat di depan kost.” kata adik


“Ha, lalu?” dengan penasaran


“Dia mengetuk pintu, lalu karena tidak ada jawaban dia mengintip dari jendala. Untungnya aku di kamar kak, jadi gak ketahuan. Tapi jujur aku lihat dua orang yang datang, tapi karena aku menghindar, aku langsung masuk ke kamar dan tidak tahu itu siapa. Tapi dari suaranya aku tahu itu pacar kakak.” kata adik


“Oh biarkan saja dek, gak usah ambil pusing. Tapi mereka gak datang lagi kan?” tanya ku


“Tidak kak, sampai sekarang sudah aman” kata adik


Aku pun tak membalas lagi dan tidak paham kenapa bisa seperti itu dan apa maksud dari semuanya. Aku tidak pernah mengganggunya kembali bahkan aku sudah menghapus nomornya dari HP ku tapi kenapa dia mengganggu ku. Aku pun kembali tidak mengungkitnya kembali dan hari pun berubah. Waktu untuk istirahat di kampung telah selesai.


Aku kembali ke tempat yang dimana banyak kenangan ku dan dia, tapi aku harus kembali karena tugas kampus telah menumpuk dan tidak mungkin aku tidak mengerjakan karena permasalahan seperti itu. Dengan berat hati, aku melangkahkan kaki ku kembali. Semua terasa suram untuk ku jalani dan selama dalam perjalanan aku selalu melihat HP apakah dia akan menghubungi ku lagi atau tidak atau mungkinkah dia tahu aku kembali dan bertemu dengan ku lagi. Semua menjadi tebakkan bagiku, tapi semakin aku memikirkan hal itu, semakin sesak dan tidak beraturan.

__ADS_1


Sesampainya di tempat kost, aku kembali melangkahkan kaki dengan berat dan berharap semuanya segera dapat ku lupakan. Sungguh itu benar-benar menyiksa ku dalam segala hal. Aku menghela nafas dengan panjang dengan menutup mata.


__ADS_2