Kandas

Kandas
Perhatian


__ADS_3

Selama beberapa bulan ini, kami selalu melakukan hal bisa dikatakan seperti menjalani hubungan yang sedang baru pacaran. Saling memberi kabar, saling menyapa bahkan saat Dika bekerja pun kami melakukan video call. Dan saat itulah aku semakin menyukainya bahkan aku tidak ingin melepaskan sedetik saja untuk mengakhiri percakapan kami. Walau kami selalu memberi kabar melalui pesan maupun panggilan, bahkan setiap Dika pulang tengah malam dari kerjanya dan kami bertemu walau sesaat, rasa rindu itu selalu menghampiriku. Bisa dikatakan kami lebih banyak menghabiskan waktu dari pesan dibandingkan bertemu, bahkan saat Dika bekerja di pagi hari, malamnya Dika tidak akan datang bertemu denganku. Dia akan mengabari aku dan mengatakan kalau dia ingin beristirahat, dan mau tidak mau aku hanya mengikuti apa yang dia katakana, karena aku bisa tahu secapek apa dia dan dia membutuhkan waktu yang banyak untuk istirahat.


****


Kegiatan kampus pun tiba, aku dengan sibuknya harus menjadi bagian dari kepanitiaan membuat waktu ku habis di kampus hingga malam. Lelah sudah pasti tapi aku selalu berusaha membagi waktuku untuk kuliah dan juga untuk Dika. Dika tahu akan hal itu dan syukurnya Dika tidak memaksa kehendaknya padaku. Dan hari ini adalah hari sebelum kegiatan, dan aku lupa membeli makan ku untuk sorenya, dan kebetulan Dika sedang libur kerja saat itu. Aku langsung menghubungi dia untu meminta tolong agar dibelikan makanan


*Pesan singkat*


“Sibuk gak ?” tanya ku


Beberapa menit kemudian Dika membalas


“Gak terlalu sih, ada apa?” tanyanya


“Aku mau minta tolong nih tapi kalau kamu gak sibuk ya” kataku

__ADS_1


“Minta tolong apa?” tanya Dika


“Aku nanti sampai sore pulang, hanya saja aku tidak membawa makan” kataku


“Lalu?” kata Dika singkat


Saat aku melihat pesannya yang singkat, membuat aku hanya menarik nafas panjang sambil berkata “Dasar gak peka”


“Lalu bolehkah aku minta kamu belikan makanan untukku ?” kataku


“Jauh tahu dari tempatku, harus turun tangga, trus harus jalan dari sini ke gerbang, trus dari gerbang jalan lagi ke jalan besar. Waktu kesana saja sudah habis, apalagi pertemuannya harus tepat waktu” kataku dengan berbagai alasan


“Bilang saja kamu malas jalan” kata Dika


“Kamu tahu saja, jadi bisakah kamu belikan aku makanan?” kataku

__ADS_1


“Mang kamu mau makan apa ?” tanya Dika


“Apapun itu yang penting nasi sama ikan” kataku


“Ya udah nanti aku belikan, trus aku antar jam berapa ?” kata Dika


“Ah jam 12 siang, terima kasih ya nanti aku ganti uangnya oke” kataku


“Iya iya, nanti aku kabari ya” kata Dika


“Oke” kataku singkat


Sebenarnya kalau bisa dikatakan ada teman sih yang bisa aku suruh membeli makanan ku, hanya saja karena aku merindukannya dan ingin melihat wajahnya, aku berpura-pura melakukan hal itu. Karena dengan kata lain, baru kali ini sih aku meminta hal seperti ini padanya. Awalnya ku pikir dia akan menolak, aku sudah jaga-jaga juga dengan meminta tolong sama temanku, tapi tidak aku sangka Dika ternyata mau dan jelas saja aku sangat menanti pertemuan itu.


Aku kembali melanjutkan aktivitasku seperti biasa, sambil menunggu siang yang sebentar lagi akan datang. Dan aku tidak pernah lepas dari handphone ku karena menanti kabar dari sang pujaan hati.

__ADS_1


__ADS_2