Kandas

Kandas
Kejutan


__ADS_3

Aku yang sudah sampai kost, akhirnya langsung mandi dan beristirahat. Yah ini adalah kegiatan sehari-hariku. Ketika aku sudah pulang saat melakukan sesuatu, maka hal yang pertama ku lakukan adalah dengan menyegarkan tubuh ku dengan mandi, lalu membaringkan tubuhku di tempat tidur. Bukankah itu adalah harapan setiap orang ?.


Yah aku menikamti hariku, walau nyatanya saat ini hanya itu yang bisa ku lakukan sebelum minggu depan aku akan melaksanakan segala pekerjaan itu.


Setelah selesai mandi, aku membaringkan badanku sambal memainkan handphone ku. Yah aku menunggu panggilan dari Dika. Jujur saja, aku senang Ketika Dika mengatakan hal itu padaku. Karena perasaan ku masih utuh padanya. Walau sudah beberapa kali dikecewakan tapi tetap saja, aku menyayanginya.


Apakah aku bodoh ?, atau aku yang sudah terlalu menyayanginya sehingga selalu memberi kesempatan kepada Dika. Aku yang selalu disakiti, masih saja terus mengharapkan kehadirannya. Aku seperti tidak belajar dari kekecewaan yang diberikan kepadaku.


Aku yang sudah selalu disakiti, aku yang selalu menangis karena dirinya, tetap menerima kehadirannya, walau ku tahu akhirnya aku yang akan selalu merasa terluka bahkan mungkin akan mendapatkan luka yang lebih dari yang aku alami sekarang.


Tapi aku bisa apa, aku selalu menutup mata dan telingaku untuk bisa terus bersamanya. Rasa suka dan sayangiku telah menutup pikiran ku. Yah benar kata pepatah kalau perempuan akan selalu menggunakan perasaannya disbanding kan logika. Sedangkan laki-laki akan selalu menggunakan logikanya dibandingkan perasaannya. Dan yang aku alami sekarang adalah hal itu. Walau aku tahu Dika akan terus melukaiku, tapi karena perasaan ku yang masih utuh padanya membuatku selalu menerimanya

__ADS_1


*****


Malam telah tiba, hingga saat itu Dika masih tidak membriku kabar apapun. Bahkan pesan atau apapun itu tidak ada saat itu. Karena rasa leleah ku yang dari pagi hingga sore telah beraktivitas membuatku akhirnya tertidur. Aku yang sudah lelah akhirnya tertidur lelap, hingga pagi datang menyambut. Seperti biasa aku melakukan aktivitas yanjg akan menjadi rutinitasku selama empat bulan ini.


Bercerita-cerita tentang pekerjaan atau bahkan tentang tempat yang bagus untuk dikunjungi di daerah ini. Yah karena hari pekan sudah mendekati dan selama disini kami ingin mengelilingi tempat yang dikatakan sebagai wisata di tempat ini. Seperti tidak terjadi apa-apa, aku tidak mendapat kabar apapun dari Dika mulai saat itu. Seperti hilang di telan bumi, kami akhirnya saling menjauh dan bahkan tidak ada kabar lagi. Yah jelas saja aku sedih. Apakah Dika sudah melupakan ku, atau bahkan mereka Bersama kembali. Apalagi posisi ku yang sekarang sangat jauh darinya.


Bukankah ini kesempatan yang bagus untuk mereka saling mengenal. Itulah yang selalu terlintas dalam pikiran ku, tapi aku bisa apa. Jarak kami yang begitu jauh, akhirnya membuat aku dan Dika seperti tidak mengenal satu dengan lainnya.


Setelah beberapa minggu, akhirnya aku sudah terbiasa dengan kegiatan yang kami lakukan. Semua terasa menyenangkan bila suasana hatimu juga bahagia. Karena proses yang indah akan terus berjalan dengan baik Ketika kamu sudah mempersiapkan dirimu dengan baik juga. Yah hari adalah hari padat ku. Dan jelas saja aku tidak menggunakan handphone saat itu. Hingga jam sebelas siang, akhirnya aku bisa beristirahat.


“Astaga dari mana aja sih?” kata Dika

__ADS_1


“Aku baru selesai kerja” kataku


“Pantas, aku gak tahu tempatnya, kirim alamat tempat kerjamu” kata Dika


“Ha?” kataku heran


“Ha hu ha hu, buru aku mau mati kepanasan kamu buat disini” kata Dika


“Bentar, kamu dimana sekarang?” kataku


“Aku ditempat mu tapi aku gak tahu alamatnya, buru aku udah kepanasan disini” kata Dika

__ADS_1


“Ah, iya sebentar” kata ku


Dengan cepat aku langsung kirim lokasiku padanya. Heran sih percaya gak percaya kalau Dika saat ini ada di sini. Karena kabarnya sudah tidak ada padaku, tapi tiba-tiba dia ada disini.


__ADS_2