Kandas

Kandas
Bahagia


__ADS_3

Aku berharap semua yang kurasakan akan hilang dengan sendirinya. Dan aku berharap aku mendapatkan kebahagiaan yang lebih dari apa yang aku rasakan. Yah harapan itu selalu datang padaku, tapi harapan itu juga membuatku merasa hancur dan tidak menentu. Semua selalu memaksa ku untuk berpura-pura bahwa semua baik-baik saja. Padahal nyatanya semua membuatku ingin melupakannya.


Ditambah lagi, Ketika aku ingin melupakan semuanya, bahkan membuka lembaran baru, Dika selalu datang dengan wajah atau sikap yang penuh kasihan. Yang akhirnya selalu membuatku luluh walau terkadang aku merasa muak. Aku yang melihat dia tersiksa dengan yang dirasakan membuat aku merasa simpati, tapi saat aku kembali seperti dulu, maka Dika akan kembali dengan sikapnya yang benar-benar membuat ku salah dalam memberinya kesempatan.


*****


Hari ini adalah hari dimana aku memulai magang ku dan semoga saja aku dan teman-teman akan betah pastinya. Karena selama empat bulan mungkin akan terasa berat jika selalu terfokus ke satu hal. Tapi kalau sudah dibawa dalam santai, mungkin empat bulan adalah waktu yang singkat.


Aku menghirup udara yang begitu segar dengan pohon-pohon yang begitu banyak tumbuh disekitar tempat aku tinggal. Ku langkahkan kaki ku denhan senyuman dan perasaan yang sudah lebih baik. Ku sapa siapa-siapa saja yang terlihat ku hari ini. Yah seperti tidak terjadi apa-apa dan aku menikmati hari itu.


Sesampainya di tempat magang, akhirnya aku melakukan pengamatan selama seminggu sebelum aku melakukan pekerjaan ku. Karena tidak mungkin aku langsung melakukan sesuatu yang bahkan belum pernah aku lakukan. Karena itu aku mengamati setiap pekerjaan yang bisa membantu ku nanti dalam melakukan tugas yang diberikan.


Yah waktu ku habis untuk mengamati dan bahkan tidak menggunakan handphone selama kerja adalah hal yang menyenangkan. Karena tidak mengganggu konsentrasiku pastinya. Aku dan teman-teman melakukan hal yang sama, mengamati setiap pekerjaan masing-masing. Lalu beristirahat di tempat yang seharusnya, lalu kembali melakukan aktivitas hingga sore.


Lelah sudah pasti, tapi menikmati proses adalah jalan ku untuk bisa lebih baik lagi bahkan lebih memudahkan ku melupakan masalah yang aku hadapi saaat ini. Hingga jam pulang telah tiba, aku yang duduk sebentar untuk beristirahat dan saat itu juga aku melihat handphone ku.


Yah… nama itu lagi muncul dalam layer handphone ku, pesan bahkan panggilan telah melengkapi layar ku. Aku hanya membaca chatnya tanpa membalasnya, karena percuma juga aku membalasnya. Dia mengirim chat kepada ku pagi tadi saat aku sudah memulai kegiatan ku. Lalu sekarang sudah sore. Tentu saja dia tidak akan peduli bukan ?.


Aku yang sudah merasa cukup untuk istirahat akhirnya memberesi barang-barang ku untuk pulang. Aku yang keluar dengan perasaan Lelah membuatku malas untuk melihat sekeliling, hingga nada handphoneku berdering.

__ADS_1


Aku yang saat ini memegang handphone langsung melihat, karena pikirku itu adalah keluarga atau teman, tapi nyatanya berbeda. Dika menghubungiku lagi, dan itu membuat aku semakin malas untuk melakukan apapun. Mau tidak mau aku menjawab panggilan itu, karena itu sangat membuatku tidak nyaman


“Panggilan”


“Kenapa?” kataku


“Kamu masih marah?” kata Dika


“Menurutmu?” kata ku singkat


“Aku sudah pindah” kata Dika


“Yah karena kamulah, aku gak mau kamu marah lagi, makanya aku pindah” kata Dika


Aku yang mendengar hal itu, akhirnya hanya tersebyum sendiri. Tidak menyangka Dika akan pindah karena permintaan ku.


“Halo, kok diam?” kata Dika


“Ah, gak.. Aku lagi dijalan soalnya mau balik ke kost” kata ku

__ADS_1


“Kamu baru pulang magang ya?” kata Dika


“Iya, makanya tadi aku gak balas chat mu. Soalnya dari pagi kami udah sibuk” kata ku


“Baik deh, aku hanya memberitahu itu saja kok” kata Dika


“Apaan sih?” kata ku


“Hahahaa asal kamu senang saja” kata Dika


“Iyalah tuh” kata ku


“ Baiklah, nanti kalau aku udah balik dari kerja, aku video call kamu ya, biar lihat kost aku gimana” kata Dika


“Iya..iya” kataku


“Oke deh, sudah ya” kata Dika mengakhiri panggilan itu


Jelas saja aku bahagia, ku pikir aku akan kesal kembali tapi nyatanya Dika membuat kau senang. Aku berharap semua akan baik-baik saja mulai saat ini.

__ADS_1


__ADS_2