
Akhirnya rasa rinduku bisa tersampaikan kepada Dika, begitu juga dengan Dika. Ku pikir hanya aku yang merindukannya, tapi ternyata Dika juga merasakan apa yang kurasa. Setelah apa yang kami lakukan, pada akhirnya kami pun terdiam sesaat.
“Ah, kenapa kamu gak bilang kalau kamu mau datang?” kataku sambil menghilangkan keheningan yang saat ini kami alami
“Tentu saja karena aku kangen sama kamu” kata Dika
“Tapi waktu itu kamu udah gak ngasih kabar lagi sama ku, ku pikir kamu gak ingat aku lagi” kata ku
“ Siapa bilang, aku akhir-akhir ini sibuk dan mau tidak mau aku harus bekerja kan?” kata Dika
“Iya juga sih, tapi kan kamu gak beritahu aku” kata ku“Waktu itu aku sudah pernah bilangkan, aku akan berkunjung ke etmpat kamu, walau aku tidak tahu kapan” kata Dika
“Ah iya kamu memang pernah mengatakan hal itu” kata ku
“Bukankah janji harus di tepati, makanya aku menepati janji itu” kata Dika
“Lalu, sampai kapan kamu disini?” kata ku
“Besok siang aku sudah harus balik, karena malamnya aku sudah harus bekerja” kata Dika
“Ha, kok cepat bangat” kataku
__ADS_1
“Yah mau gimana lagi, liburku hanya hari ini dan besok aku sudah harus bekerja, kamu tahu sendiri kalau liburku hanya satu hari saja” kata Dika
“Kalau seperti itu, mending kamu gak usah datang, kamu hanya mencapekkan badan mu saja datang kesini” kata ku
“Tapi aku kangen, makanya datang” kata Dika
Mendengar apa yang disampaikan Dika membuat aku terdiam, yah jelas saja aku juga merindukannya bahkan aku ingin selalu bersamanya, tapi karena keadaan mau bagaimana lagi semua harus ditahan.
“Baiklah, lupakan saja masalah ini. Aku lapar” kata Dika
“Ah iya juga, kalau begitu ayo kita cari makan” kata ku
Sebelum kami keluar, Dika pun mandi terlebih dahulu sedangkan aku siap-siap untuk keluar. Setelah Dika sudah selesai mandi, kami mencari makan dengan berjalan kaki, karena itu akan menjadi hal yang menyenangkan untuk kami berdua setelah sekian lama kami tidak berjumpa. Selama diperjalanan kami selalu melakukan hal-hal yang lucu bahkan kami bercanda tawa dengan bahagianya selama kami diluar.
Karena Dika yang datang tiba-tiba pada akhirnya Dika tidur di tempat ku. Bisa dikatakan tempat ku lumayan luas bahkan tempat tidurnya juga bisa dilebarkan. Kami pun tidur bareng. Namun sebelum tidur, kami saling bercerita satu dengan yang lainnya. Bagaimana kami menjalani hari kami, lalu tertawa bersama. Dan akhirnya kami tertidur dengan sendirinya, hingga waktu yang begitu lama.
Hingga pagi telah tiba, aku yang bangun pertama kali melihat Dika masih tertidur lelap, dengan cepat aku langsung beres-beres karena jam kerja ku dimulai jam 7 pagi. Aku yang sudah siap-siap membuat Dika terbangun.
“Ah, kamu sudah bangun?” kata ku yang masih sibuk dengan sendirinya
“Kamu mau berangkat?” kata Dika
__ADS_1
“Iya, soalnya aku harus disana jam 7” kata ku
“Baiklah” kata Dika yang masih berbaring
“Lalu kamu berangkat jam berapa nanti?” kata ku
“Mungkin jam 12, kunci aku taruh dimana nanti?” kata Dika
“Ah, benar juga. Kabari saja nanti biar aku ambilkan. Kamu datang aja ke tempat kerjaku” kata ku
“Baiklah” kata Dika
“Aku berangkat ya” kata ku sambil mencium kening Dika
“Hati-hati ya” kata Dika
“Seharusnya aku yang mengingatkan hal itu, perjalanan mu kan jauh. Oh iya kabari juga kalau nanti sudah sampai ya” kataku
“Iya..iya” kata Dika
Aku pun berangkat saat itu, dan jelas saja aku bahagia pastinya karena aku bisa bertemu dengan Dika kembali bahkan bercerita dengan Dika seperti dulu.
__ADS_1
Aaahh, hari yang menyenangkan kata ku dalam batin