
Aku yang benar-benar terluka bahkan karena hal tersebut aku seperti orang bodoh. Walau begitu aku masih ingat dengan kata yang mengatakan akan datang padaku kembali. Aku hanya terdiam dan melihat apakah Dika akan menepati janjinya yang akan datang kepadaku. Hingga saat malam, aku yang bosan melihat media sosial dan tanpa sengaja melihat status Dika yang memposting foto perempuan itu, dan dengan cepat aku juga melihat media social wanita itu dan jelas saja foto mereka berdua.
Aku merasa sesak kembali, dan dengan cepat aku bertanya kepadanya, tapi tidak ada respon apapun darinya. Padahal Dika sedang aktif saat itu, tapi tidak ada penjelasan sama sekali. Dan tiba-tiba chat berbunyi, ku pikir itu adalah Dika, ternyata….
“Kak, kakak gak apa-apa?” kata adik Dika
“Dek, kakak gak paham, maksud abang kamu apa” kata ku sambil
“Kak, mereka akan menikah minggu ini” kata adik Dika
Aku yang membaca pesan itu, membuatku sesak, aku hancur. Semua terasa gelap untukku bahkan ketika air mata mengalir deras, suara tangisan itu tidaak bisa keluar. Aku menangis dengan keadaan yang membuatku hancur.
“Kak, kakak tidak apa-apakan ?” kata adik Dika kembali
“Apa yang harus aku lakukan sekarang dek, kenapa abang mu memintaaku menunggunya sedangkan dia akan menikah, bahkan abang mu tidak ada mengatakan apa-apa padaku. Aku seperti orang bodoh yang bisa dipermainkan abang mu sesuka hatinya” kata ku sambil menangis
“Kak lupakan saja abang, minggu depan kami akan ke sana untuk menghadiri pernikahan mereka” kata adik Dika
Aku yang membaca hal itu hanya bisa menangis. Aku benar-benar hancur, bagaimana bisa seperti ini, kenapa Dika tega melakukan hal ini. Apa yang sudah ku lakukan hingga Dika tega melakukan hal ini, apa yang salah dengan ku. Semua pertanyaan itu membuatku semakin sesak. Aku benar-benar terluka.
*****
__ADS_1
Aku yang sendiri tanpa ada yang menenangkan ku hanya terdiam seperti orang bodoh. Semua yang kami lakukan bahkan semua yang ku pertahankan hancur dengan mudah. Saat itu, aku tersadar bahwa semua yang bersangkutan dengannya, harus ku lepaskan. Aku tidak ingin menyimpan barang yang bersangkutan lagi dengannya, aku tidak mau berhubungan dengannya. Yang pada akhirnya semua foto, kertas yang menuliskan kisah ku tentangnya, semuanya aku bakar tanpa ada sisa.
Setelah semuanya terbakar, seiring itu juga aku siap-siap untuk pulang ke kampung. Aku ingin menenangkan pikiran ku dengan bersama keluargaku.
Akhirnya aku sadar bahwa apa yang dikatakan keluarga ku tentangnya benar, dia tidak pantas untukku dan jelas saja Dika sudah menunjukkan hal itu padaku. Saat itu aku pulang, selama diperjalanan, jujur aku ingin menangis sekencang-kencangnya, tapi air mata itu sudah tidak ingin mengalir lagi. Sesampainya di kota kelahiranku, aku pun singgah sebentar ke tempat Dika, dan bertemu dengan Ibu.
Ibu yang baru pulang kerja menemuiku yang sudah duduk di depan rumahnya.
“Eh vita, sudah lama datangnya?” kata Ibu
“Baru saja bu” kataku tersenyum
“Apa kamu baik-baik saja?” kata Ibu
“Mereka akan menikah, tapi Ibu tidak diundang” kata Ibu
Mendengar hal itu, aku sedikit bingung
“Maksudnya bu?” kata ku
“Yah mereka akan menikah, tapi ibu tidak diundang Dika, dia hanya mengundang adik-adiknya. Hingga saat ini, Ibu tidak dianggap Vita” kata Ibu
__ADS_1
“Jadi maksud Ibu, mereka nikah minggu ini tapi Ibu tidak diundang begitu, lalu pernikahannya bagaimana, bukankah harusnya ibu yang ada disana?” kataku heran
“Tidak, Dika tidak menganggap ku sebagai ibunya, bahkan sebagai tamu undangan juga tidak Vita” kata Ibu sedih
Aku yang mendengar haal tersebut tentu saja terkejut dengan alasan Dika melakukan hal tersebut. Tiba-tiba handphone Ibu berbunyi dan Ibu langsung menunjukkan siapa yang memanggil. Nama Dika tertera jelas di handphone tersebut. Ibu dengan cepat mengangkat panggilan tersebut dan akhirnya
“Siapa?” kata Ibu sambil melihatku
“Wah, sudah lupa ya sama anak sendiri,” kata Dika
“Oh kenapa nak?” kata Ibu
“Aku mau pinjam uang 5 juta” kata Dika singkat
“Untuk apa itu?” kata Ibu pura-pura bertanya
“Aku udah hamilin anak orang, jadi aku mau pake duitnya” kata Dika
Aku yang mendengar hal itu langsung melihat Ibu dan terdiam, bagaimana bisa ini terjadi. Kenapa seperti ini. Semua membuatku terdiam, Ibu juga melihatku yang terdiam
“Jadi kamu mau nikahi dia?” kata Ibu
__ADS_1
“Yah, kalau memang tidak ada ya sudah” kata Dika yang langsung mengakhiri panggilan tersebut
Ibu yang melihatku terdiam tidak bisa mengatakan apa-apa. Aku terdiam dalam kehancuran dan bahkan aku hanya membalas dalam senyuman. Yah senyuman yang tak berarti lagi bagiku, semua kembali menjadi tak berarti. Semuanya hilang dan aku harus terpaksa menerima semua yang terjadi, kecewa pasti. Tapi aku tidak bisa berkata apa-apa, karena nyatanya semua sudah terjadi bahkan aku tak mungkin menghancurkan yang sudah mereka rencanakan.