Kandas

Kandas
Keinginan


__ADS_3

Duduk tanpa ada kata yang terucao membuat suasana semakin suram untuk kami. Karena seharusnya ini adalah hari bahagia buat Dika di hati ulang tahunnya, tapi sikap Dika membuat aku terdiam.


"Hhaaaaa" kata Dika menghela nafas panjang


"Ada apa ?" tanyaku sambil melihat Dika


"Hari ulang tahun yang memuakkan" kata Dika


"Apa ada masalah?. tadi sepertinya baik-baik saja ?" kataku


"Ibu bicara padaku tadi " kata Dika


"Yah aku tahu karena itu aku tadi lama naik ke atas, emang ada apa ?" kata ku

__ADS_1


"Ibu tadi permisi padaku" kata Dika singkat


" Permisi untuk apa ?" tanya ku heran


"Ibu ingin menikah lagi" kata Dika


Aku yang mendengar hal itu, benar-benar terdiam tanpa ada kata yang terucap. Aku sandarkan diriku pada dinding kost saat itu. Aku melihat Dika yang juga melakukan hal yang sama. Jujur saja itu adalah hal yang tidak ingin ku dengar hari ini. Begitu juga Dika, tapi nyatanya semua telah terjadi. Beberapa menit kami seperti orang yang tidak tahu harus berbuat apa. Bingung dan tidak tahu bagaimana mengambil keputusan. Yah keputusan yang menjadi akhir dari hubungan ini. Memang ibu telah lama menyendiri sejak Dika beranjak SMP. Hingga usia Dika yang berusia 24 tahun, akhirnya Ibu memutuskan untuk menikah lagi. Bahagia sudah pasti namun semua jadi penentu akhir hubungan ini. Bagaimana tidak ?. Saat adek Dika yang sudah menikah terlebih dahulu, membuat keluarga ku semakin tidak merestui hubungan ini. Lalu di tambah dengan Ibu Dika yang juga akan menikah. Rasanya hubungan yang ku jalani saat ini akan sia-sia swiring waktu. Bila dikatakan aku bahagia, jelas aku bahagia karena aku bisa melihat Ibu membutuhkan seseorang teman dalam hidupnya. Tentu saja anak-anak yang lain menyetujui pilihan ibu, begitu juga dengan aku. Tapi itu akan membuat batas dalam hubungan kami. Yah, bisa dikatakan keluarga Dika di kampung halaman sudah terkenal. Tapi bukan untuk hal baik melainkan hal buruk. Walau aku selalu mendengar hal itu, aku selalu menutup telinga ku atau membiarkan begitu saja. Karena aku percaya Dika tidak akan seperti yang mereka katakan. Aku menaruh kepercayaan lepada Dika, hingga akhirnya aku melawan keluarga ku untuknya. Tapi saat Dika mengatakan bahwa Ibu akan menikah. membuatku tidak habis pikir.


Apa yang harusku lakukan ?. Kenapa bisa seperti ini ? Aku harus apa?


"Lalu bagaimana keputusan mu ?" kataku mengakhiri kediaman kami


"Entahlah. aku tidak tahu" kata Dika

__ADS_1


"Bagaimana dengan adek-adek mu ?" kata ku


"Mereka sudah setuju, asal ibu bahagia mereka mau-mau saja" kata Dika


"Berarti keputusan terakhir ada di kamu ?" tanya ku


"Iya, aku tidak tahu apa aku akan setuju apa tidak ?" kata Dika bingung


"Apa kamu mengenal siapa dia ?" tanyaku


"Tidak, tapi semua adek sudah mengenal nya, dan aku tidak bisa menjawab hal itu saat ini" kata Dika


Tentu saja itu adalah hal yang benar-benar sulit untuk Dika. Walau sebenarnya dia membutuhkan kasih sayang dari seorang ayah, tapi semua akan mempengaruhi segalanya. Yah pengaruh itu akan berpengaruh baik dalam keluarga maupun lingkungan. Lalu akhirnya kami kembali terdiam dalam pikiran kami masing-masing.

__ADS_1


Ternyata perjalanan kisah ini membuat semua rintangan semakin sulit untuk di jalani


__ADS_2