Kandas

Kandas
Perjalanan


__ADS_3

Aku yang sudah mengungkapkan semua hari itu bersama Dika, akhirnya kembali lagi seperti dulu. Dika lebih banyak menghabiskan waktunya dengan ku. Tapi itu tidak mengubah kenyataannya bahwa sikap Dika masih sama, seperti peduli tapi tidak peduli. Aku berusaha bertahan pada apa yang terjadi. Dan kembal lagi, Dika membuat status yang benar-benar membuatku bingung. Status yang menunjukkan tangan yang sedang diinfus dengan kata “Cepat sembuh sayang”. Aku kaget dengan sikap Dika yang seperti itu, karena nyatanya saat aku sakit Dika tidak pernah melakukan hal seperti itu. Cemburu tentu saja, karena selama kami bersama, Dika bahkan tidak pernah membuat foto atau pun kata-kata untuk memberiku semangat dalam statusnya. Bahkan Dika tidak pernah memamerkan hubungan kami yang sudah dikatakan lama. Dengan cepat aku akhirnya mengirim pesan pada Dika


*Pesan singkat*


“Siapa ?” kataku


Hampir lama Dika membalas chatku, dan disitu aku merasa kesal dengannya


“Adek” kata Dika dengan singkat


“Adek yang mana ? Kayaknya adekmu baik-baik saja kok?” kataku


“Ah ini teman adekku yang bekerja disini” kata Dika


“Tapi mesti ya kamu mengatakan sayang disitu?” kataku


“Hanya kata-kata seperti itu saja kamu udah kesal saja” kata Dika


“Tentu saja aku kesal, bagaimana kam tega melakukan hal ini padaku” kataku


“Apa sih yang ku lakukan sampai kamu kesal ?” kata Dika


“Waktu aku sakit, kamu bahkan tidak pernah membuat seperti itu, sedangkan adek teman mu malah dapat perhatian yang lebih darimu” kataku

__ADS_1


“Ya sudah kalau kamu mau seperti itu, sakit lagi saja” kata Dika


Membaca balasan Dika membuatku benar-benar marah, dan tentu saja aku tidak melanjutkan lagi pembahasan itu, karena nyatanya semua tidak akan pernah cukup untuk kami yang selalu beda pendapat. Akhir-akhir ini hubungan kami semakin renggang, aku tidak tahu apa penyebabnya tapi sikap Dika yang semakin lama semakin berubah membuat aku kepikiran bahwa Dika sudah mulai jenuh dengan hubungan ini. Dika yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-temannya membuat aku terasingkan dalam perjalanan hidupnya. Dulu Dika selalu ada untukku, bahkan karena itulah aku menaruh perasaan ku padanya. Dia selalu ada dikala aku sedih dan senang, bahkan tanpa aku minta Dika akan selalu menempatkan waktunya bersamaku. Tapi sekarang, Dika semakin jauh dan semakin sulit untuk ku jangkau. Aku hanya berharap bahwa kami bisa mempertahankan hubungan ini walau apapun yang terjadi.


Beberapa hari kemudian, Dika kembali mengajak ku makan diluar. Dan pastinya aku akan mengiyakan ajakan Dika. Saat diperjalanan, aku mendekatkan diri pada Dika sambil berbicara


“Apa yang akan kamu lakukan untuk hubungan ini ?” tanyaku


“Kenapa dengan mu?” tanya Dika


“Kamu tahu kan, orangtua ku tidak merestui hubungan ini, lalu kita sudah lama menjalaninya” kata ku


“Lalu?” kata Dika


“Akhirnya ya, hm kita jalani saja sampai kapan semua ini berlangsung” kata Dika


“Kamu tidak ingin mempertahankan hubungan ini ?” tanyaku


“Tentu saja, aku mungkin akan membawa mu lari jika tidak dapat restu dari keluargamu” kata Dika


“Ha kawin lari maksudmu ?” tanya ku heran


“Yah tentu saja, aku hanya ingin bersamamu, dan tentu saja aku sudah mengatakan hal ini bersama mama. Dan jelas saja ibu menyetujuinya” kata Dika

__ADS_1


“Serius ?” kataku


“Iya, aku sudah mengatakan kepada mama, jadi gak perlu takut akan hal itu. Sekarang kita jalani saja, selesaikan perkuliahan mu dan mendapat kerja, biar kita sama-sama mengumpulkan biaya nikah nanti “ kata Dika


“Janji ya“ kataku


“Iya, aku janji” kata Dika


Mendengar pernyataan Dika membuat aku sangat bahagia, karena ku pikir hanya aku yang berpikir untuk ke jenjang serius, tapi ternyata Dika memiliki pemikiran yang sama dengan ku. Aku benar-benar bahagia sampai aku memeluknya erat


“Tumben ?” kata Dika


“Apa?” kataku


“Biasanya kamu gak akan memeluk aku kalau di keramaian” kata Dika


“Ahhh aku kan malu dilihat orang” kataku


“Lalu sekarang ?” kata Dika


“Hm mungkin karena aku bahagia makanya memelukmu” kata ku


Akhirnya malam yang panjang membuat suasana hatiku kembali merasakan kenyaman yang sudah lama terlupakan. Dan berharap ini bertahan untuk selamanya, walau aku egois meminta hal itu, tapi itu bukan sebuah kesalahan kan…….

__ADS_1


__ADS_2