
Akhirnya aku balik ketempat dimana semua masih terlihat jelas bagaimana aku terluka dan menangis seorang diri di tempat yang ingin aku lupakan. Tapi nyatanya aku tidak bisa, karena aku harus melanjutkan perkuliahan ku, karena sekarang yang penting saat ini adalah gelar yang akan melengkapi namaku.
Yah aku memikirkan hal itu saat ini, setelah beberapa jam kemudian, akhirnya aku sampai di bandara. Aku yang melangkah seorang diri di tempat yang rame, asih menganggap bahwa semuanya masih sepi. Lalu lalang orang lewat dari hadapanku, tidak membuatku merasa nyaman, melainkan sesak yang tidak ada ujungnya.
Dengan cepat ku langkahkan kaki ku untuk mengambil barangku, lalu naik mobil angkutan menuju tempat kost. Setelah jalan panjang, akhirnya aku sampai di depan gang kost dan melihat sekeliling. Lalu dengan cepat handphone ku berbunyi. Aku yang melihat namanya, hanya bisa mendiamkan. Yah Dika…. Dengan cepat Dika langsung menghubungi ku. Aku yang sudah malas membalas bahkan mengangkat telponnya hanya membiarkan berdering.
Sesampainya di kost, aku langsung membaringkan diriku dengan golek-golek tanpa merapikan barang-barang yang aku bawakan. Aku hanya ingin istirahat sejenak, yah awalnya ku pikir seperti itu tanpa ada gangguan dari siapapun, hingga tiba-tiba suara seseorang memanggilku. Suara yang tidak asing bagiku, dan dengan cepat aku mendatangi suara itu. Ku bukakan pintu dan melihat Dika yang sudah ada di depan ku.
Dengan cepat Dika langsung memeluk ku, sedangkan aku yang yang melihat Dika hanya terdiam dan tidak mengatakan apa-apa. Dika memelukku dengan erat bahkan seperti tidak ingin melepaskan pelukan itu. Aku hanya membiarkan Dika memelukku, walau jujur saja aku ingin membalas pelukan itu. Tapi seketika itu aku sadar, pelukan itu juga sudah diberikan kepada wanita lain yang sudah mengakhiri hubungan ini.
Sambil memelukku Dika pun berbicara
“Bagaimana keadaan mu, sehatkan ?. Kamu tahu, aku merindukanmu” kata Dika yang masih saja memelukku
“Darimana kamu tahu aku sudah ada di kost ?” kataku
“Apa itu penting saat ini ketika aku benar-benar merindukan mu ?” kata Dika yang langsung memegang pundakku dan melihat aku yang melihatnya
__ADS_1
“Udahlah, aku malas berdebat dengan mu” kataku yang langsung berpaling dari hadapan Dika
Aku langkahkan kaki ku dari hadapannya dan seketika itu Dika mengikutiku. Aku yang melihat Dika langsung duduk dan menjauh darinya
“Kenapa kamu menghindar?” kata Dika
“Karena kita tidak ada hubungan apa pun lagi” kataku
Saat Dika mendengar hal itu, hanya terdiam tanpa melihat bahkan tanpa mengatakan apa-apa padaku
Dika kembali terdiam, bahkan dengan wajah yang tertunduk. Kami terdiam sesaat sambil melihat sekitar kost. Hingga kemudian handphone Dika berbunyi dan tanpa sengaja aku melihat namanya, nama perempuan yang ternyata menghancurkan segalanya tentang hubungan kami.
Aku pun memalingkan wajahku dengan cepat sambil tesenyum sinis. Dika yang melihat hal itu, langsung membiarkan handphonenya berbunyi dan mendekatkan dirinya padaku
“Kenapa gak di angkat ?” kataku
“Biarkan saja” kata Dika
__ADS_1
Akhirnya bunyi handphone itu berbunyi, dan beberapa menit kemudian handphone itu berbunyi kembali dengan nama yang sama.
Dengan cepat Dika langsung mengangkat panggilan dan menghindari ku
“Kenapa” kata Dika menjawab panggilannya
“Iya bentar lagi aku kesana” kata Dika kembali setelah mendapat jawaban dari perempuan itu
Aku yang mendengar hal itu hanya tertawa, yah aku tertawa bukan karena bahagia melainkan merasa muak melihat mereka yang masih saja bersama. Dika langsung mengakhiri panggilan itu dan langsung melihat aku yang masih menatapnya. Dika langsung mengalihkan pandangannya.
“Pergi” kataku singkat
“Maksudnya ?” kata Dika yang kebingungan
“Bukankah kamu sudah disuruh pacarmu untuk pulang, maka pergilah. Aku muak melihat mu disini” kataku sambil melangkahkan kaki ku arah pintu
Dika yang melihat aku seperti itu langsung berdiri dan meninggalkan aku sendiri. Aku yang melihat sikap Dika yang lebih memilih perempuan itu lagi dibandingkan aku kembali menangis seorang diri. Aku benar-benar hancur dan terluka, tapi aku bisa apa ketika semuanya sudah terjadi.
__ADS_1