
Aku dan Dika menuju tempat tinggalnya sementara. Yah Dika tinggal di rumah keluarganya menunggu Dika mendapat kerja. Sedangkan ku tinggal bersama kakak sepupu. Semua berjalan dengan baik. Waktu yng kami habiskan juga begitu banyak sampai-sampai semua kejadian bisa kami utarakan di hari itu juga. Menghabiskan waktu pada seseorang yang istimewa adalah kebahagiaan yang tak akan terlupakan.
***
Selama beberapa bulan Dika yang bekerja sampingan di rumah keluarganya, membuatku selalu meluangkan waktu untuknya. Membantunya saat pulang kuliah, terkadang aku yang datang sendiri atau dia yang datang ke kampus untuk menjemputku. Semua begitu indah, kebebasan kami untuk menjalani hubungan tanpa ada larangan dari siapa saja membuat aku lupa akan kesedihan yang sudah ku alami. Kami menghabiskan waktu dari jam satu sing hingga jam lima sore dengan membantunya. Makan sepiring dan bekerja bersama. Itulah moment yang tidak akan ku lupakan.
Saat pulang kampus handphone berbunyi menandakan bahwa panggilan telah datang. Yah aku tahu siapa yang nelpon, dan dengan cepat ku jawab panggilan itu.
"Kenapa Dika ?" kataku
"Udah pulang kampus gak ?" kata Dika
"Udah kok baru saja, kenapa ?" kata ku
"Aku jemput ya, tunggu di situ oke" kata Dika yang langsung mengakhiri panggilan.
Aku pun menurutinya, lalu menunggu di tempat biasa Dika menjemputku. Jarak dari kampus ke tempat Dika hanyalah beberapa kilometer, yang membuat aku tidak menunggu terlalu lama. Aku yang memperhatikan setiap kendaraan kemudian melihat Dika yang datang. Aku yang melihatnya begitu bahagia dan berharap Dika akan selalu meperlakukan aku seperti ini. Yah perlakuan yang begitu indah, Dijemput saat pulang kampus, di kabari setiap saat, video call di malam harinya. Rasanya benar-benar bahagia. Rasa sayang dan suka untuknya pun semakin dalam dan tak ingin ku lepaskan begitu saja.
__ADS_1
Selama dalam perjalanan ke tempat Dika, aku memeluknya dan menyandarkan kepalaku di punggung nya. Dan setelah sampai, aku turun dan menunggu Dika untuk masuk pertama kali ke tempat kerjanya. Aku mengikutinya dari belakang, teman-teman Dika yang melihatku tersenyum akan kedatanganku. Aku telah kompak dengan kakak-kakak yang ada disana dan mereka akan tahu setiap Dika pergi, maka itu memberitahukan bahwa aku akan datang kesana. Aku pun meletakkan tas ku di meja, lalu melakukan hal seperti biasa. Sedangkan Dika pergi untuk membeli makan siang. Aku menunggunya sambil membantu pekerjaannya agar tidak terlalu lelah.
Saat Dika sudah sampai Dika akan mengajak ku untuk makan bersama. Sebungkus berdua, yah itulah kami berbagi dalam suka dan duka tanpa mempedulikan apa yang dipikirkan orang lain tentang hubungan ini, tapi bagiku dia adalah segalanya bagiku.
"Sini aku yang buka" kataku
"Udah diam aja, biar aku aja" kata Dika sambil membuka bungkusan nasi
"Kenapa gitu ?" kataku
"Gak apa-apa kok, nah karena sudah buka doain dulu" kata Dika
"Iya. mang kenapa?" kata Dika
"Hahhaaa tumben aja gitu" kata ku
"Lah, kok gitu ?" kata Dika
__ADS_1
"Mau tobat ya ?" kataku sambil tertawa
"Udah deh gak usah ngejek, cepat doain aku lapar tahu" kata Dika pada ku
Aku pun menutup mata beberapa saat, lalu melihatnya.
"Sudah" kataku
"Oke, sekarang buka mulutnya" kata Dika sambil memberikan sesuap nasi di tangannya
Aku yang melihat tingkah Dika yang begitu romantis membuat aku tersenyum begitu lama
"Kok malah diam, nih makan" kata Dika
"Kamu aja dulu" kataku
"Enggak, harus kamu baru aku" kata Dika
__ADS_1
"Baiklah" kataku sambil menerima suapan darinya
Setelah aku menerima suapan darinya, Dika pun makan juga. Yah hal yang begitu sederhana namun begitu hangat dan nyaman dari sosoknya yang ku cintai