Kandas

Kandas
Sakit (2)


__ADS_3

Aku pun beristirahat kembali saat sudah sampai di kost. Dika langsung pulang dikarenakan pekerjaannya sudah menunggunya. Setidaknya dia sudah menemaniku bahkan memberiku obat. Itulah yang terpenting bagiku, karena kehadirannya saja membuat aku nyaman.


Hingga malam pun tiba, aku masih merasa sedikit pusing bahkan untuk berdiri saja aku tidak tahan. Karena hal itu aku kembali menidurkan diri ku. Berharap bahwa besok keadaan ku akan baik-baik saja. Tapi kenyataannya, aku masih demam bahkan semakin parah, walau begitu aku harua berangkat ke kampus. Dengan keadaan yang lemas, aku berjalan dengan lambat agar tidak terjatuh karena keadaan ku. Setelah beberapa menit, akhirnya aku pun sampai di ruangan dan saat itu aku hanya menyandarkan diriku menunggu teman yang lain.


Selama perkuliahan pun aku tidak berkonstrasi bahkan aku seamkin kedinginan yang tidak menentu. Setelah keadaan ku yang semakin parah, membuat aku melewatkan satu mata kuliah dan langsung menghubungi Dika


"Dika, sibuk tidak ?" kataku


"Ada apa ?" kata Dika


"Aku sedang di kampus, dan sepertinya aku sudah tidak sanggup jalan. Bolehkah kamu jemput aku ?" kataku


"Ya udah aku tunggu di tempat biasa ya," kata Dika


"Tapi aku sudah tidak sanggup jalan, bisakah kamu masuk saja ke kampusku dan langsung ke tempatku ?" tanya ku


"Hem, ya sudah tunggu lah ya" kata Dika

__ADS_1


"Miskol aja nanti ya kalau udah di depan" kataku sambil mengakhiri pembicaraan.


Kembali ku tutup mataku menunggu Dika datang. Lalu beberapa menit, suara handphoneku berbunyi dan dengan cepat aku pun langsung turun untuk menemui Dika. Aku langsung naik saja, dan Dika pun mengantarku ke kost. Selama di perjalanan, aku memeluknya, agar nantinya aku tidak jatuh karena keadaan ku yang semakin lemas. Hanya beberapa jarak, tiba-tiba ban motor Dika bocor. Aku dan Dika berhenti tepat di depan bengkel. Mau tidak mau akupun menemani Dika dengan keadaan ku yang semakin lemas


"Kamu gak apa-apa kan ?" kata Dika yang melihat ku


Aku hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum pada Dika. Walau jujur saja, aku benar-benar ingin tertidur. Beberapa menit kemudian akhirnya selesai, Dika yang tidak membawa uang pun meminta padaku. Aku pun memberikan tanpa mengatakan apa-apa. Sesampainya di kost. aku langsung masuk tanpa melihat Dika. Ku pikir Dika akan langsung pulang, namun ternyata tidak. Dika mengikuti dari belakang, lalu menyuruh aku untuk duduk. Awalnya aku tidak mau, tapi karena Dika memaksa mau tidak mau aku pun menurut saja. Dika pun sibuk menyiapkan piring. nasi dan ikan sedangkan aku hanya melihatnya.


Dika pun duduk tepat di depan ku, lalu memegang keningku


Aku hanya melihatnya tanpa mengatakan apa-apa


"Ayo, buka mulutmu" kata Dika sambil menyodorkan makanan di depan ku


Awalnya aku menolak, karena selera makan ku sudah berkurang saat demam menghampiriku. Aku yang mengunyah makanan dengan lama membuat Dika sabar menghadapiku. Setelah nasi ku telan, rasa pahit pun menghampiri ku, dan dengan cepat aku minum air putih.


"Kenapa ?" kata Dika

__ADS_1


"Gak mau lagi, pahit" kataku manja


"Gak boleh, kamu harus banyak makan. Cepat buka mulutnya" kata Dika yang memaksaku


"Pahit" kataku dengan manja


"Udah dua kali lagi aja biar selesai oke" kata Dika membujuk ku


Aku yang mendengar hal itu hanya bisa menurut. Walau jujur rasa mual itu sudah mulai ku rasakan. Selesai makan, Dika memberiku sebutir obat. Aku seperti anak kecil yang menuruti segalanya. Setelah semua sudah ku lakukan, Dika pun menyuruhku untuk tidur kembali.


"Lalu bagaimana dengan mu ?" kataku


"Aku akan pulang, kamu istirahat saja ya," kata Dika


Aku pun menganggukkan kepala dan berbaring di temapt tidur. Sedangkan Dika pergi untuk pulang ke tempat kerjanya.


(Ahh... sakit yang menyenangkan bisa di rawat olehnya) kataku dalam hati dnegan wajah yang tersenyum

__ADS_1


__ADS_2