
Aku yang melihat Dika menghabiskan waktu dengan handphone hanya bisa terdiam. Mengikuti jejaknya, hingga sampai-sampai aku tertidur di dekatnya. Tidak tahu berapa lama aku tertidur. tapi dengan sikap Dika yang biasa-biasa saja membuat ku hanya bisa pasrah. Sore telah tiba, Dika pun membangunkan ku. setelah itu Dika pulang. Yah tidak ada yang istimewa saat itu, tapi aku sudah terbiasa akan sikapnya untukku.
***
Beberapa hari kemudian, Dika menghubungiku kembali
*Pesan singkat*
"Udah pulang belum ?" kata Dika
"Sebentar lagi. ada apa ?" tanyaku
"Kabari kalau udah balik ya, aku tunggu" kata Dika
"Baiklah" kataku singkat
Aku tidak tahu ada apa dengannya, tapi aku senang dia memberiku kabar. Pulang kuliah telah tiba. aku mengabari Dika saat itu, dan tentu saja aku menunggu Dika seperti biasa ditempat yang menjadi penjemputan saat aku pulang kuliah. Beberapa menit kemudian, Dika datang dengan wajah yang tersenyum. Aku yang mlihat hal itu hanya menganggap semua biasa-biasa saja. Selama diperjalanan, kami tidak banyak bicara, hingga sampai tujuan Dika menyuruhku naik ke atas, lalu Dika pergi entah kemana. Dan pastinya aku hanya mengikuti apa yang Dika katakan. Sesampainya di atas, aku merebahkan diriku dan melihat handphone untuk menghilangkan kesuntukkan ku. Hingga beberapa menit, Dika naik ke atas dan seperti biasa menyediakan makan siang kami. Aku melihatnya begitu bahagia. karena Dika masih sama seperti dulu. Walaupun cuek, Dika masih peduli padaku dan aku menyukainya. Dika yang selalu menyuapin aku makan membuat aku bahagia. Tidak ada yang kurang kurasakan saat bersama dia.
Setelah selesai makan, aku pun menyandarkan diriku ke dinding, yang bersampingan dengan Dika. Tanpa banyak alasan, aku pun rebahan di kaki Dika saat itu. Sambil melihatnya yang asik menggunakam handphone
"Sedang apa ?" tanyaku
__ADS_1
"Aku hanya lihat-lihat saja" kata Dika
"Apa kau menyayangiku ?" tanyaku
"Kenapa bertanya hal itu ?" kata Dika sambil melihatku
"Entahlah, aku hanya ingin tahu saja" kataku
"Apa yang kamu pikirkan ?" tanya Dika
"Aku tidak pernah mendengar kata bahwa kamu mencintaiku lagi dari mu" kataku
"Yah, aku takut kamu berpaling dariku" kataku
"Apa kamu mencintaiku ?" tanya Dika kembali
"Tentu saja aku mencintaimu, kalau aku tidak menyukaimu dengan sikap mu seperti ini, mungkin aku sudah meninggalkanmu" kataku
"Yah aku tahu bahwa kamu sangat mencintaku bahkan kamu tidak mau berpisah dengan ku" kata Dika
"Lalu bagaimana denganmu ?" kataku
__ADS_1
"Aku menyukaimu dan aku senang bahwa aku bisa memilikimu" kata Dika sambil mengusap rambutku
"Benarkah ?, itu bukan hanya ungkapan saja kan ?" kataku
"Tentu saja, kamu yang selalu ada untukku bagaimana mungkin aku tidak menyukaimu" kata Dika
"Tapi kenapa kamu tidak mengubah sikap mu padaku ?" tanyaku
"Ada saat semuanya akan berubah, dan itu tidak sekarang" kata Dika
"Kapan semua akan berubah ?" tanyaku
"Apa kamu tidak sanggup lagi dengan sikapku?" kata Dika
"Sanggup atau tidak, tidak akan mengubah yang ada kan ?. Aku tidak ingin memaksamu tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku benar-benar menyayangimu" kataku
"Ada saatnya aku akan berubah, tunggu saja" kata Dika
"Aku harap itu benar, karena aku tidak ingin menunggu terlalu lama" kataku sambil melingkarkan tanganku ke pinggangnya
Dika hanya mengeluskan tangan nya ke rambutku saat itu. Tanpa mengatakan apa-apa lagi padaku. Jawaban itu membuatku semakin tidak memahami tentang Dika dalam hidupku
__ADS_1