
Gelap dan tanpa arah, aku melangkah seperti ingin menghilang dari hubungannya yang aku jalani. Semua yang aku lakukan selama ini, semua janji yang aku katakana, semua yang kami lakukan, semua…semua ternyata hanya kebohongan. Tidak….ini semua tidak benar, aku ingin menperjelas semuanya, aku ingin tahu bagaimana akhir segalanya, aku ingin tahu alasan Dika melakukan hal ini padaku.
Saat itu juga aku kembali melangkah ke tempat Dika, ku beranikan diriku dengan berharap bahwa apa yang terjadi hanyalah salah paham. Di setiap langkah yang ku lakukan, selalu ku yakinkan diriku untuk tidak menangis lagi. Aku berusaha melangkah dan menarik nafas dengan dalam dan saat aku sudah dekat dengan tempat tinggal Dika, aku berusaha terus melangkahkan kakiku. Saat aku melangkahkan kaki ku dan melihat ke arah tempat Dika, aku kembali berhenti.
Aku yang tidak bisa mengatakan apa-apa, berlahan mundur ke belakang. Langkahku yang seharusnya maju dan menemui Dika, ternyata harus mundur secara berlahan. Aku yang mundur secara berlahan sambil tersenyum, telah melihat sesuatu yang semakin membuatku terluka. Dika dan perempuan itu sedang duduk bersama sambil pegangan tangan, membuat aku berlahan mundur. Dika yang melihatku, hanya terdiam, sedangkan perempuan itu langsung melepaskan tangannya dan mengejarku.
Aku tertawa tanpa suara kembali melangkah dalam kegelapan yang membuatku sadar ternyata mereka memang telah mempermainkan aku. Aku yang sudah merasakan kecewa, semakin hancur dan terluka. Perempuan itu terus mengejar aku, tapi aku tidak peduli. Aku melangkahkan kaki ku dengan cepat sambil membayangkan apa yang akan aku lakukan saat ini.
Perempuan itu tidak mengejarku lagi dan dia kembali. Aku yang benar-benar lelah, akhirnya berhenti pada suatu tempat sambil menangis. Jujur saja, aku ingin marah, aku ingin teriak, aku ingin menampar mereka berdua tapi aku tidak bisa. Rasa kecewa ku membuat aku tidak tahu harus bagaimana. Aku seperti tertekan dan tidak bisa berbicara, sakit bahkan sangat sakit.
__ADS_1
Saat aku merasa tenang, akhirnya aku kembali melangkahkan kaki ku ke tempat temanku, dan aku harus melangkahkan kaki ku dari tempat Dika, jujur saja aku tidak ingin kembali ke tempat aku melihat mereka lagi. Tapi aku bisa apa, karena dari sanalah aku baru bisa dengan cepat ke tempat teman ku. Aku berharap semoga aku tidak bertemu dengan mereka lagi. Hingga tiba-tiba Dika menghampiri ku dengan motornya
“Naik” kata Dika
Aku yang sudah merasa muak dengannya, melewatinya tanpa mengatakan apa-apa
“Kamu gak usah sok disini deh, pulang saja sana” kata Dika dengan marahnya
“Kalau gitu, pulang sana” kata Dika
__ADS_1
“Aku pulang atau tidak, kamu gak usah ikut campur” kataku sambil meninggalkan Dika
Dika langsung pergi dan meninggalkanku, sedangkan aku hanya tertawa melihat semuanya. Yah semuanya yang membuat aku muak untuk terus melangkah, muak melihat segala yang terjadi hari ini. Sampai akhirnya aku sampai di tempat Dika, saat itu Dika melihat ku dan langsung menutup pintunya.
“Hahahhahaa, benar-benar cowok berengsek” kataku berguman
Aku terus melangkah dan tidak tahu harus bagaimana, dengan lemasnya aku sampai di tempat teman ku. Aku yang sudah hancur akan hubungan yang ku pertahankan begitu lama, akhirnya hancur karena seseorang yang datang entah darimana. Mereka yang setiap hari bertemu kini akan bersatu, sedangkan aku yang menjadi korban dalam hubungan ini ternyata dianggap sebagai pelaku akan rusaknya hubungan ini.
Hubungan yang mengatakan akan selalu bersama, hubungan yang sudah ku jalani beberapa tahun, hubungan yang ku pertahankan dengan tangisan ternyata tidak memiliki arti sampai akhir.
__ADS_1
...Akhir yang memuakkan!!...