
Semua kembali seperti dulu, hubungan yang hanya ditemani dengan handphone. Berharap kami bisa bertemu walau itu hanya sebentar, tapi beda pulau membuat kami harus menahan kerinduan itu. Aku yang memfokuskan diri ke perkuliahan sedangkan Dika menyibukkan diri ke pekerjaannya membuat kami saling memberi kabar. Walaupun begitu aku dan Dika saling menjaga perasaan. Yah bagiku itu sudah cukup dalam menjalani hubungan yang sudah bertahan selama dua tahun. Karena nyatanya itulah resiko dalam hubungan yang kini kami jalani.
****
Setahun telah berlalu, akhirnya aku meranjak ke semester selanjutnya tanpa ada halangan yang ku alami. Saat itu aku dan Dika seperti memiliki dunia masing-masing tanpa ada kehadiran siapa-siapa dalam hubungan itu. Hingga akhirnya Dika memberitahuku bahwa dia akan kembali dan bekerja di tempatku menimba ilmu. Tentu saja aku senang karena pada akhirnya aku dan dia akan bertemu sekian lama. Menunggu kepastian darinya dan mendapat kabar darinya adalah prioritasku saat ini. Awalnya aku bingung mengapa dia kembali, tapi Dika tidak ingin memberitahuku. Karena hal itu, aku pun tidak memaksa Dika untuk cerita karena bagiku bila dia memiliki waktu maka dia yang akan berbicara sendiri nantinya. Yah itulah harapan ku untuknya, aku tak ingin memaksa kehendakku dan memaksanya karena bagiku dia adalah segalanya bagiku.
Bunyi handphone pun berbunyi, saat itu aku yang baru saja istirahat karena baru pulang kampus, membuatku malas untuk melihatnya. Awalnya ku pikir itu adalah pesan dari teman kampus, hingga pesan terus masuk tanpa hentinya. Karena kesal mendengar suara handphone, akhirnya aku melihatnya. Pesan yang banyak hingga aku harus membuka satu per satu
*Pesan singkat*
"Mau ketemuan gak ?"
"Lagi kuliah ya ? Kok gak ada balasan"
"Aku lagi di jalan kemangi, aku tinggal disana"
"Balas dong, aku bosan nih nunggu balasan mu"
"Kamu gak rindu sama aku ya ?"
__ADS_1
Aku yang membaca pesan itu hanya terdiam, bagaimana tidak aku akhirnya bisa bertemu dengan nya. Dengan cepat aku bangun lalu bersiap-siap pergi menemuinya. Aku yang belum tahu tempatnya, akhirnya meminta abang untuk mengantarku ke sana. Aku pun dengan cepat menghubungi Dika
"Halo, aku udah dijalan mau ke sana, kita ketemu di lampu merah aja ya" kataku dengan girang
"Mang kamu udah dimana ?" kata Dika
"Ini di jalan, mungkin sepuluh menit lagi aku akan sampai di lamou merah, kamu cepat datang ya" kataku
"Baiklah" kata Dika
Aku yang begitu senang membuat abang ku heran sendiri
"Heboh bangat sih " kata abang
"Iya deh tapi nanti cepat balik ya" kata abang
"Siap bos" kataku
"Kita sudah sampai" kata abang
__ADS_1
"Ah, iyakah tapi dia mana ya" kataku sambil melihat kanan kiri
Seketika itu aku melihat Dika yang berada di motor dengan bermain handphone.
"Ah itu dia bang, aku kesana ya" kataku
"Eh tunggu dulu, aku juga mau lihat dia" kata abang
"Yah lah tuh" kataku
Kami pun menghampirinya
"Dika" kataku
Mendengar hal itu, Dika pun melihat ke arah kami
"Ah abang" kata Dika
"Oh kamu baik-baik ya, aku langsung pulang ini oke" kata abang
__ADS_1
"Oh iya bang" kata Dika
Abang pun pergi meninggalkan kami dan saat abang udah jauh. Kami pun pergi ke tempat Dika tinggal. Karena nyatanya kami belum tahu daerah yang kami datangi sehingga perjalanan kami hanya distu-situ saja.